
***
Sepeninggal Ashel dan Briella, kini tersisa Ailee dan ketiga orang tadi. Alex, Cya, dan Alvaro. Mereka masih disana. Bahkan kini Cya sudah duduk di kursi yang berada di sebelah brankar Ailee.
Ailee sendiri baru selesai minum obat, ia kemudian bermain ponsel sebentar sebelum Alvaro mendekat.
"Dek, kamu gak bosen di ruangan terus? Mau jalan jalan pagi gak? Abang temenin," ucap Alvaro.
"Enggak, mau tidur lagi," ucap Ailee. Ia mematikan layar ponselnya setelah mengirimkan pesan pada Kalingga.
"Kamu masih marah sama abang?" Tanya Alvaro.
"Enggak, gak ada gunanya juga. Mending lo balik ke kantor lo aja. Bukannya lo sibuk banget?" Tanya Ailee.
"Dek, maafin abang," ucap Alavaro.
"Maafin mama dan papi juga Ailee sayang " ucap Cya.
"Cukup, Ailee benar benar muak dengan ini semua. Jika kedatangan kalian kesini hanya untuk minta maaf, lebih baik kalian pulang saja. Segudag pekerjaan favorit kalian sedang menunggu," ucap Ailee. Ia pun membalikan tubuhnya jadi memunggungi Alvaro dan kedua orang tuanya. Lagi lagi hanya helaan nafas saja yang keluar dari ketiganya. Mereka tidak menyerah hanya memberi jeda saja.
"Papi harap kamu segera pulang agar kita bisa bareng bareng di rumah. Papi sayang kamu melebihi apapun, mungkin tindakan papi membuat kamu kecewa sejak dulu. Maafkan papi," ucap Alex setelah ia mendekat ke brankar Ailee. Ailee tidak menjawabnya. Ia memilih tidur saja dari pada harus mendengar ucapan memuakan lagi.
Alvaro, Cya dan Alex pun keluar. Mereka harus memberikan jeda untuk membuat Ailee kembali mempercayai mereka. Ternyata sangat sulit membujuk anak ini.
Sementara di mansion, Kalingga masih tidur saat ini. Kairav dan Briella sedang bermain game di ponsel mereka. Ini hari minggu, Kavin tidak bekerja dan sedang berkumpul dengan istri dan anak anaknya. Ashel sengaja tidak membangunkan Kalingga, kasihan juga. Semalaman ia menjaga Ailee dan pasti tidurnya terganggu.
"Mami, papi, kenapa kita gak rumah sakit lagi? Ailee paling males kalo ada orang tuanya. Dia bilang gitu pas Bri anter ke kamar mandi tadi," ucap Briella.
"Justu kita kasih mereka waktu buat bicara Bri sayang. Ailee perlu bicara dengan kedua orang tuanya begitu sebaliknya. Nanti sore kita kesana kok," ucap Ashel.
"Tapi mi, kalo dilihat lihat hubungan Ailee sama kedua orang tuanya kurang baik kayaknya. Beda aja gitu pas abang sering nanya tentang keluarga Ailee, anak itu pasti minta buat bahas yang lain aja," ucap Kairav.
"Mami juga gak tahu sayang. Biarin itu jadi urusan Ailee sama orang tuanya. Tugas kalian sebagai sahabat hanya menemani Ailee disaat dia down. Oke?" Ucap Ashel.
"Oke sih mi, Ailee orangnya asik, pinter juga walau kadang rada nyablak dikit manusia itu. Tapi dia cantik, sama kayak mami kayak adek," ucap Kairav.
__ADS_1
"Ayoloh, lo suka sama Ailee ya?" Ucap Briella.
"Dih, bocah. Bosen gue bilangnya, gue gak pernah punya perasaan lebih buat Ailee. Gue anggap dia kayak lo ya anjir, lagian gue maunya yang umurnya satu tahun di bawah gue. Ailee kan beda dua tahun sama kita," ucap Kairav.
"Iya jingan, gue kok berasa tua kalo sama dia. Kita udah sembilan belas dia masih tujuh belas tahun. Kan gak aci," ucap Briella.
"Terima aja, mau gimana lagi. Dia sekolah sama kayak kita. Kayaknya anaknya emang udah pinter sejak dari kandungan," ucap Kairav.
"Hei, kalian banyak bicara banget. Persis waktu kalian masih bayi, kisaran umur dua tahun ya pi? Kalian paling aktif banget, beda sama Kalingga yang cuma diem aja. Malahan anak itu lebih banyak tidur. Mami jadi keinget zaman dulu deh," ucap Ashel.
"Iyakah? Kak Ling kalem? Beda banget sama abang, petakilan mana pecicilan lagi," ucap Briella.
"Kamu juga sama sayang," ucap Kavin.
"Ish papi, bela Bri dong. Kita nistain abang, soalnya kalo nistain kak Ling males. Anaknya datar banget kayak triplek di toko bangunan," ucap Briella.
Ekhem.
Suara deheman Kalingga membuat Briella menatap ke arahnya dengan cengengesan. Ia pun beringsut mendekat ke arah Kairav, abangnya untuk mencari perlindungan.
"Takut lo sama kakak sendiri?" Tanya Kairav.
Kalingga memilih duduk di sebelah Briella. Mereka saat ini sedang berada di ruang tv. Menonton film domba kesukaan sang mami sejak masih remaja. Padahal apa serunya? Tuan si domba tidak berbicara dengan jelas.
"Kenapa udah bangun? Bukannya semalam kamu enggak tidur nyenyak?" Tanya Ashel.
"Bosen tidur mulu. Sesekali Ling gabung sama keluarga Ling," ucap Kalingga.
"Sore anterin mami ke rumah sakit ya? Ailee mau ketemu sama kamu katanya," ucap Ashel.
Diluar dugaan Kalingga menganggukan kepalanya membuat Briella dan Kairav melongo. Secepat itu? Biasanya harus dipaksa atau diancam dulu baru dia mau.
"Luar binasa, ada kemajuan dari kakak ku yang tampan ini," ucap Briella.
Tuk.
__ADS_1
Ling hanya menjitak kening Briella. Membuat gadis itu mengaduh kesakitan. Kairav yang sangat menyayangi Briella pun mengusap pelan kening Briella.
"War ayo? Berani sama cewek," ucap Kairav.
"Lah bang, dia juga sering jitak Ailee loh. Malahan jidat Ailee sering merah gara gara jitakan kak Ling," ucap Briella.
"Ling, jangan kayak gitu ah. Kasihan Ailee loh, adik kamu juga. Gak boleh kasar," ucap Ashel.
"Enggak mi, merekanya aja yang lebay," ucap Lingga.
"Dih, cowok kok gitu amat. Ngalah dikit napa kak," ucap Briella.
"Males," jawab Kalingga.
"Ngeselin banget gila, gue sumpahin lo bakalan kejar kejar Ailee balik tahu rasa," ucap Briella. Ia pun beralih duduk diantara kedua orang tuanya. Lebih baik disana, lebih aman.
"Nyumpahinnya bagus banget. Pinter, nih buat jajan," ucap Kairav, mengeluarkan selembar uang kertas.
"Mana cukup! Lima ribu cuma buat parkir doang," ucap Briella.
"Bersyukur dek. Bersyukur," ucap Kalingga.
"Ya gimana mau bersyukur kalo cuma lima ribu. Tambahin napa jadi sejuta," ucap Briella.
"Rakus," rutuk Kairav.
"Berisik," ucap Kalingga. Ajaib, kedua kakak beradik yang sedang adu mulut itu berhenti saat Lingga berbicara. Ashel hanya tersenyum tipis dan kembali fokus pada film di depannya.
Briella yang masih tidak terima pun meledek Kairav dengan wajah mengejeknya. Sedangkan Kairav hanya diam saja dan berusaha untuk tidak terbawa emosi oleh adik perempuannya itu. Jika saja tidak ada Kalingga disini, sudah pasti dia akan menjitak kembali adiknya.
"Cie takut kak Ling. Wuu, cupu," ucap Briella.
"Diem deh, gue lempar toples kaca milik mami nangis lo," ucap Kairav.
"Wuuu, cupu lo cupu."
__ADS_1
Tbc.
🥹🥹🥹