Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
275. Apa Yang salah


__ADS_3

***


Pagi hari yang cerah telah menyapa, namun Kalingga masih anteng berada di alam mimpinya, berbeda dengan Ailee yang sudah bangun sejak dini hari tadi. Ailee benar benar tidak bisa tidur lagi setelah makan mie tadi. Sekitar tiga jam lamanya Ailee terus diam dan melamun sembari memeluk Kalingga.


Fisiknya tidak mendukungnya untuk istirahat berbeda dengan batinnya yang membutuhkan banyak istirahat. Selama di Boston kemarin, Ailee benar benar tidak istirahat dengan baik. Waktu istirahatnya tersita cukup banyak. Sebenarnya papinya tidak menyarankan pembangunan langsung pada gedung yang telah hancur itu. Bahkan papinya menyarankan untuk membangun di daerah lain, tetapi masih di tempat itu. Namun Ailee tetap kekeuh ingin membangunnya saat itu juga.


Dalam waktu lima hari Ailee menyelesaikan semua permasalahan disana. Kalian tahu sendiri, sesampainya Ailee disana dia langsung datang ke tempat kejadian dan langsung menjelajahi puing puing bangunan disana. Ternyata tidak sia sia, dia mendapatkan satu petunjuk. Semoga saja benda itu bisa membantunya untuk menemukan siapa orang yang berani melakukan hal itu padanya.


Kemarin saat ia masih di Boston, Richi langsung memberikan tuduhannya pada Vanesha. Ailee tidak heran, sebab kejadian pertama yang menyebabkan sirkuitnya harus renovasi itu karena ulah Vanesha. Namun Ailee juga tidak langsung setuju dengan tuduhan yang di layangkan oleh Richi, semua bukti belum terkumpul jelas, itu hanya asumsi saja. Jika pun benar, Ailee tidak akan memberikan hal yang sama tentu saja. Ailee akan mengikuti permainannya dulu sampai dia mau mengakhirinya.


Sama halnya pada orang ini, dia yang memulai permainan ini, maka Ailee akan menikmatinya sampai dia bosan dan akan mengakhirinya. Orang itu yang memulai dan Ailee yang akan mengakhirinya, suka atau tidaknya dengan orang itu.


Sejak tadi Ailee terus menunggu kabar dari Richi. Ailee masih kepo kenapa Kalingga mengirimkan orang untuk membuntutinya di Boston kemarin. Tapi ada yang aneh juga, jika benar itu orang suruhan Kalingga, kenapa tidak ada satu pun balasan pesan dari Kalingga untuk orang tersebut. Jika dengan telepon langsung pun, Ailee tidak melihatnya di daftar panggilan terakhir.


Tiba tiba Kalingga bergerak dalam tidurnya, perlahan pria itu membuka kedua matanya. Hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik kekasihnya. Wajah Ailee memang selalu bare face tanpa polesan make up tebal, tapi wajah bare face Ailee saat bangun itu jauh lebih berbeda. Bare face kali ini benar benar sangat cantik alami sekali.


"Morning mommy," ucap Kalingga.


"Morning too," jawab Ailee. Gadis itu hanya diam menatap Kalingga yang sedang mengumpulkan nyawanya. Kalingga mulai bergerak agak naik, menjadi sejajar dengan Ailee. Pria itu pun mencondongkan kepalanya dan mengecup bibir Ailee, namun Ailee dengan cepat menghindar sehingga Kalingga hanya mengecup pipi Ailee, bukan bibirnya.


Kalingga mengernyit heran, "Why?"


"Aku belum sikat gigi, lepasin. Aku mau ke kamar mandi," ucap Ailee.


"Ikut," ucap Kalingga dengan nada yang dibuat manja.

__ADS_1


"Mana bisa. Lepas ih," ucap Ailee.


"Ikut mommy," ucap Kalingga.


"Lepasin Kalingga. Kamu harus siap siap, kamu lupa hari ini pesta perusahaan kakek kamu?" Tanya Ailee.


"Kan masih lama sayang, baru juga jam sembilan pagi," ucap Kalingga.


"Oke terserah kalo kamu masih mau tidur, tapi aku harus pulang. Aku belum ketemu sama kedua orang tua aku sejak sampai Indonesia," ucap Ailee.


Benar juga, sesampainya Ailee di Indonesia, gadis itu langsung menemui kekasihnya dan hanya mengirimkan pesan pada mamanya jika dia sudah sampai dengan selamat sekaligus meminta ijin untuk bertemu Kalingga.


"Aku anterin sekalian sapa mama papa kamu," ucap Kalingga.


"Gak usah, mending kamu pulang aja. Keluarga kamu mungkin lagi sibuk buat persiapan acara. Aku bisa pulang sendiri," ucap Ailee.


"Kamu marah sama aku? Aku ada buat salah sama kamu?" Tanya Kalingga.


"Kamu pikir aja sendiri, kamu bilang harus saling percaya satu sama lain. Tapi kamu apa? Ck," ucap Ailee kesal. Gadis itu pun mendorong tubuh Kalingga agar menjauh dari tubuhnya lalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Kalingga yang sedang kebingungan.


Pria itu bingung dengan sikap gadisnya. Kenapa tiba tiba Ailee marah? Kesalahan apa yang dia buat? Apa mungkin semalam tangan nakal?


***


Tak enak hati sebenarnya harus bersikap seperti itu pada kekasihnya. Tapi Ailee juga kesal, kekasihnya tidak mempercayainya sampai dia meminta orang untuk membuntuti Ailee di Boston kemarin. Biarlah Kalingga kebingungan sendiri. Itung itung balas dendam karena Kalingga sudah membuat Ailee kesal.

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu Ailee sudah sampai di rumahnya dengan cepat. Dia menelepon supir pribadi kakeknya untuk datang menjemputnya ke apartement Kalingga. Kalingga memang sempat menahannya tadi, namun akhirnya Ailee yang tetap menang. Dia berhasil pulang tanpa diantar Kalingga atau pun diikuti Kalingga. Untungnya lagi tadi ada om Kavin dan tante Ashel yang datang. Mereka berdua juga yang membantu Ailee lepas dari Kalingga.


"Dari tadi hela nafas terus, kenapa hm?" Tanya Cya. Wanita paruh baya itu datang dengan segelas susu dan beberapa potong roti tawar.


"Kesel ma, kesel banget sama Lingga," ucap Ailee.


"Emang kamu diapain calon mantu? Bukannya Ashel bilang sejak kamu pergi ke Boston, Kalingga terus uring uringan. Dia bahkan mohon mohon buat susul kamu kesana?" Tanya Cya.


"Mama tahu, Lingga sewa orang buat ikutin aku selama di Boston. Siapa yang gak kesel coba," ucap Ailee.


"Loh, tahu dari mana kamu?" Tanya Cya.


"Aku lihat room chat di ponselnya. Ada satu nomor asing yang isi chatnya itu kiriman semua foto kegiatan aku selama di Boston. Bahkan dia curiga kalo aku selingkuh disana gara gara aku ketemu sama Joshua. Padahal Joshua itu anaknya tante Angel," ucap Ailee.


"Wajar lah sayang, dia mungkin overthinking takut kamu suka sama yang lain," ucap Cya.


"Ya gak perlu insecure lah ma. Dia punya segala galanya meskipun minus dikit. Tapi aku tetep aja kesel sama dia! Tahu ah kesel!!" Ucap Ailee, gadis itu mengambil satu potong roti tawar dan membawanya pergi dari sana meninggalkan mamanya sendirian.


Cya sendiri hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh pelan. Anaknya sudah dewasa sekarang. Cya tidak menyangka jika anaknya akan bercerita seperti itu padanya. Senang sekali rasanya.


"Kenapa anak kita?" Tanya Alex yang baru datang dan ikut duduk bersama istrinya.


"Biasa lah pi anak muda kayak Brixy. Kita juga pernah muda kan?" Ucap Cya tersenyum.


Tbc.

__ADS_1


Ramein napa🙂


__ADS_2