Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
222. Tak Habis Pikir


__ADS_3

***


Entah harus bereaksi seperti apa. Virendra hanya diam di kamarnya, namun telinganya dengan jelas mendengar teriakan papanya. Secara kamarnya dengan kamar Vanesha hanya bersebelahan. Sejak kemarin, setelah dia melihat video itu, dia hanya diam saja. Dia tidak menunjukan reaksi apa apa. Yang jelas, Virendra hanya diam.


Namun dibalik diamnya itu, dia benar benar kecewa. Bahkan dia juga malu. Meskipun bukan dia yang melakukannya, namun dia tetap saja malu. Kalian tahu sendiri hubungannya dengan Kairav. Dan Kairav adalah abang dari Kalingga. Virendra tahu video itu. Dia juga tahu seperti apa isinya, sebab dia sudah melihatnya. Ia tidak memberitahu papanya sebab dia berpikir mamanya yany akan memberitahunya. Sayangnya ternyata tidak. Bahkan papanya baru tahu hari ini dan memutuskan pulang dari Singapura.


Entah akan seperti apa reaksi keluarga besar nanti pasal video itu. Yang Virendra tidak paham, kenapa adiknya semurahan itu? Viren tahu jika selama ini Vanesha memang selalu mendekati Kalingga. Namun dia tidak pernah berpikiran jika Vanesha akan bertingkah sejauh itu.


Sementara itu dilain ruangan, tepatnya di ruang kerjanya. Rafello terduduk lemas diatas sofa yang menghadap ke arah jendela rumahnya. Masalah di kantornya belum selesai dan kini muncul lagi masalah baru. Rasanya Rafello benar benar tidak sanggup menghadapinya. Tapi mau tidak mau dia harus menghadapinya. Dia benar benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa nanti ketika berhadapan dengan abangnya.


Sejak menikah dengan Ayu, hubungannya dengan Kavin sedikit merenggang. Memang tidak terlihat orang lain, namun Rafello bisa merasakannya. Sejak saat itu dia selalu memiliki pemikiran apa menikahi Ayu adalah kesalahan? Tapi tidak. Bagaimana pun Rafello mencintai Ayu. Meskipun terkadang wanita itu tidak bisa ia kendalikan.


Kavin berubah sejak kejadian dimana Kalingga diperlakukan tidak baik oleh kakak iparnya, yang tidak lain adalah kakak kandung Ayu. Pria itu memiliki gangguan jiwa namun tidak pernah dibiarkan masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Bahkan Kavin sendiri sudah menyekap pria itu. Tidak ada yang tahu keadaannya sampai saat ini. Namun Rafello juga senang, sebab dia tidak suka dengan pria itu.


"Mas," panggil Ayu. Rafello tidak menoleh. Pria itu hanya diam saja. Ada wine di samping meja, namun dia tidak minat meminumnya. Lebih baik diam dan menenangkan pikirannya, namun Ayu malah datang.


"Maafin aku," ucap Ayu. Wanita itu meraih tangan suaminya lalu menggenggamnya. Tidak ada reaksi apapun. Rafello hanya diam saja. Tidak menerima atau pun menolaknya. Sedangkan Ayu mencoba mengambil hati suaminya lebih dulu.


"Aku sengaja gak kasih tahu soal video itu sama kamu. Aki gak mau pikiran kamu bercabang karena memikirkan video itu. Aku tahu anak kita sudah bersalah, aku sudah memarahinya dan dia sudah mengakui kesalahannya. Maafin dia ya?" Ucap Ayu.

__ADS_1


Lagi lagi Rafello hanya diam. Dia sengaja diam untuk meredam emosinya yang akan meledak. Dia benar benar kecewa dengan anaknya itu.


"Mas, Kalingga dan keluarga besar sudah tahu video itu. Menurut ku, lebih baik Kalingga menikahi Vanesha. Karena bukan hanya harga diri Vanesha saja, tapi harga diri kita juga yang dipertaruhkan. Bukankah lebih baik jika Vanesha menikah dengan Kalingga? Dia pria baik dan pasti dia akan membahagiakan anak kita," ucap Ayu.


Seketika Rafello langsung menghempaskan tangan istrinya. Menikahkan Kalingga dengan Vanesha? Lelucon apa itu? Lama lama dia juga akan ikut ikutan tidak waras.


"Kalingga akan membahagiakan Vanesha? Lalu apa Kalingga akan bahagia dengan anak mu itu?" Sarkas Rafello.


"Mas, dia anak kamu," ucap Ayu.


"Iya, dia anak aku. Tapi tabiatnya benar benar bertolak belakang dengan ku. Seharusnya dia menghargai aku sebagai papanya. Lalu ini apa? Dia dengan mudahnya menghancurkan harga diri papanya," ucap Fello.


"Mas, dia masih muda. Wajar saja pemikirannya tidak terbuka luas. Aku tahu aku salah juga disini karena mungkin aku terlalu memanjakan dia. Tapi berpikirlah mas, ini tidak baik untuk kehidupan anak kita ke depannya. Semua keluarga Natapraja sudah tahu. Tidak ada cara lain selain membuat keduanya menikah di masa depan nanti," ucap Ayu.


"MAS," teriak Ayu.


"KAMU GAK BISA PERGI!! KAMU HARUS BANTU AKU URUS SEMUANYA."


"KALO KAMU MAKSA PERGI, AKU AKAN BENAR BENAR MELAKUKAN APA YANG AKU UCAPKAN TADI," ancam Ayu. Namun Rafello benar benar tidak peduli sepertinya. Atau mungkin dia benar benar kecewa dengan Vanesha dan Ayu?

__ADS_1


Ayu menghela nafasnya dan tidak lagi mengejar suaminya. Dia diam diatas tangga, melihat lift di rumahnya yang sudah menurun. Disana ada Rafello yang sedang turun ke bassement, sepertinya suaminya itu akan benar benar pergi lagi.


"Sudahlah, kamu emang gak pernah mengerti mau aku apa mas. Aku juga muak dengan kamu," ucap Ayu. Wanita itu pun berbalik dan kembali ke kamarnya.


Sementara itu di bassment, Rafello bertemu dengan anak laki lakinya yang sedang menunggunya di mobilnya. Rafello tersenyum kecil dan menepuk pelan bahu anaknya.


"Papa mau pergi lagi?" Tanya Viren.


Rafello menganggukan kepalanya. "Masalah di perusahaan belum selesai Viren. Maafkan papa yang selalu bepergian akhir akhir ini."


"Its okay pa. Aku tahu papa bekerja untuk memberiku uang dan kehidupan yang layak. Tapi sebelum pergi lagi, papa mau temani aku makan? Aku ingin menghabiskan waktu dengan papa sebelum papa ke Singapura lagi," ucap Viren.


Rafello mengangguk dan menyetujui kemauan anak laki lakinya. Keduanya pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. Di dalam mobil hanya ada keheningan, Viren diam sembari memainkan ponselnya. Dia sedang bertukar pesan dengan Kairav, untunglah pria itu tidak berubah karena video gila adiknya. Kairav masih bersikap biasa saja. Sementara Rafello diam dan memejamkan matanya. Kepalanya sangat pening sekali. Masalah satu belum selesai, masalah baru sudah datang. Rasanya akhir akhir ini Rafello sering dihajar habis habisan oleh masalah yang datang silih berganti.


"Pah, oma minta Viren pulang sama papa ke Indonesia sekarang. Mama juga diminta menyusul, gimana?" Tanya Viren. Cowok itu memperlihatkan isi chatnya dengan oma Sarah pada papanya.


"Papa bingung harus seperti apa menghadapi keluarga," ucap Rafello.


Virendra terdiam. Meskipun dia seorang laki laki, namun dia bisa merasakan apa yang dirasakan papanya.

__ADS_1


Tbc.


Guys, bahasa indonya UA apa? Jadi gini, kita punya ayah, nah ayah kita punya kakak, kita manggil apa sama kakaknya ayah kita? Kalo sunda kan Ua. Gak tahu plis😭😭😭 apa manggilnya om?


__ADS_2