
***
"Yes, i will."
Kedua sudut bibir Kalingga tertarik ke atas saat mendengar ucapan kekasihnya ini. Ia sudah yakin sejak awal jika dirinya tidak mungkin ditolak oleh Ailee. Mengingat cinta gadis ini sangat besar untuknya. Namun meskipun begitu tetap saja ada rasa takut yang hinggap di hatinya.
Anggaplah ini lamaran Kalingga pada Ailee tanpa melibatkan kedua orang tua mereka. Bukan tidak mau, tapi Kalingga ingin mencuri start lebih dulu sebelum lamarannya dibuat secara resmi.
"Setelah om dan tante sembuh, aku akan secepatnya menemui mereka," tutur Kalingga setelah menyematkan cincin di jari manis Ailee.
"Untuk apa?" tanya Ailee.
"Jelas untuk meminta mereka menjaga kamu. Ini masih terlalu dini untuk kita memulai hubungan yang terikat. Lagi pula aku dan kamu harus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu bukan? Aku juga belum punya apa apa untuk masa depan kita," jelas Kalingga.
Ailee tersenyum dan mendekap tubuh Kalingga. Hatinya memang tidak pernah salah untuk memilih pelabuhan. Ailee tidak menyesal karena pelabuhan yang ia pilih adalah Kalingga. Meskipun awalnya sangat sulit. Tapi Ailee membuktikan jika dia mampu membuat Kalingga mencintainya dan membalas cintanya.
"Aku seneng banget. Makasih sayang," ucap Ailee tulus.
"Sudah seharusnya."
Kalingga membalas pelukan Ailee tak kalah eratnya. Keduanya menikmati indahnya pemandangan yang di suguhkan di depan mata. Tempat ini sangat indah, Ailee baru pertama kali datang kesini dan langsung menyukainya.
"Aku tidak bisa lama lama disini, papi masih membutuhkan aku. Bisa kita pulang sekarang ke Jakarta?" Tanya Ailee.
"Kenapa? Apa ada yang mengganggu perasaan mu?"
"Sedikit."
"Apa yang kamu khawatirkan? Om dan tante dijaga ketat disana."
__ADS_1
"Entahlah, aku hanya ingin segera pulang. Maaf," sesal Ailee.
"Kita bisa kesini lain waktu. Tidak perlu meminta maaf. Aku juga yang tidak sabaran sehingga harus mengajak kamu ke tempat ini," ucap Kalingga.
"Gak papa. Aku seneng banget," seru Ailee.
Kalingga dan Ailee pun segera pergi dari sana meninggalkan sepenggal kenangan indah di tepian danau yang ada di salah satu kota Bandung. Mereka akan kembali ke Jakarta. Untungnya Kalingga meminta dua orang bodyguard ikut dengan mobil terpisah. Jadi saat pulang Kalingga tidak perlu menyetir dan meminta salah satu bodyguard untuk menyetir mobilnya.
Di tempat lain, Gail berdiri sembari memegangi ipad miliknya. Perusahaan Fox Enterprise sudah kembali stabil setelah Atmajaya pergi kesana. Ia sudah bisa bernafas lega untuk hal itu. Namun ada hal lain yang sangat memberatkan hatinya.
Selama beberapa hari ini dia begadang untuk menggali informasi tentang kecelakaan yang dialami oleh tuan dan nyonya Fox. Awalnya dia tidak menemukan titik terang. Bahkan dia sudah hampir gila karena tidak ada bukti sama sekali. Hingga tiba tiba Max memberikan sebuah email yang isinya cukup membuatnya tercengang.
Yang Gail bingungkan adalah bagaimana ia memberitahu Ailee. Gadis itu harus tahu kebenarannya agar keadilan di dapat oleh kedua orang tuanya. Tapi bagaimana caranya. Jika dia memberitahu hal ini sudah pasti akan terjadi keretakan hubungan antara kedua keluarga tersebut. Namun jika dia tidak memberitahu, hal itu tentu saja tidak benar.
"Bagaimana pun Brixy harus tahu. Hasilnya bagaimana nanti saja. Aku tidak bisa diam terus menerus, Brixy harus tahu hal ini," tutur Gail sembari memasukan barang barangnya ke dalam tas miliknya. Sore ini ia akan pergi menemui majikan mudanya itu.
***
"Bagaimana kabar papi?" tanya Ailee tersenyum.
"Papi sudah lebih sehat sayang. Ada apa? Kamu terlihat bahagia sekali," tanya Alex.
Ailee menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. Dia belum mau memberitahu papinya perihal hari ini. Mungkin nanti dia akan memberitahunya.
"Oh iya pi, grandpa pergi ke Boston hari ini. Beliau sudah membereskan masalah disana."
"Papi tahu grand akan melakukan hal itu. Sebenarnya beliau masih mampu memimpin perusahaan," tutur Alex.
"Maksudnya pi?" Ailee tidak mengerti maksud ucapan ayahnya ini.
__ADS_1
"Grand masih mampu memimpin perusahaan. Sayangnya dia sengaja berhenti karena tidak mau meninggalkan Indonesia," jelas Alex.
Ah, sekarang Ailee paham maksud ucapan papinya.
"Grand sangat mencintai grandma. Wajar saja dia melepaskan tanggung jawab besar itu pada papi," tutur Ailee.
"Cinta terkadang membutakan sesorang."
"Tapi cinta grand untuk grandma bukan cinta buta, papi. Itu cinta sejati. Cinta yang tulus menemani sampai mau memisahkan. Bahkan sudah bertahun tahun berlalu, grand masih belum memilih pengganti grandma. Mungkin karena grandma sangat special di hati grandpa," jelas Ailee.
"Sekarang jadi paham soal cinta, huh?" tanya Alex.
"Paham. Soalnya aku sudah merasakan seperti apa cinta."
"Hati hati sayang, kamu terlalu dalam mencintai Kalingga. Papi tidak melarang, papi hanya mengingatkan. Semakin dalam cinta kamu untuk Kalingga maka akan semakin dalam juga potensi kamu untuk jatuh," ucap Alex.
"Kenapa papi ngomongnya gitu?"
"Papi gak bermaksud untuk menakuti kamu. Papi hanya ingin kamu tahu, jangan terlalu dalam untuk mencintai seseorang apalagi melebihi cinta kamu untuk diri kamu sendiri."
"Tapi Kalingga alasan aku bertahan sampai saat ini pi," ucap Ailee.
Alex menganggukan kepalanya, "Alangkah baiknya kamu lebih mencintai diri kamu sendiri. Agar ketika kamu jatuh, kamu tidak akan kesulitan untuk bangkit. Saat ini kamu tengah bahagia menjalani hubungan kamu dengan Kalingga, papi tidak melarangnya. Sama sekali tidak. Kamu menjadikan Kalingga sebagai alasan untuk kamu bertahan, tapi coba berpikir jauh, apa hubungan kalian akan tetap bahagia seperti sekarang? Tidak menutup kemungkinan kalo nantinya akan ada keretakan."
Ailee terdiam mendengar ucapan papinya. "Maka dari itu ubah mindset kalo Kalingga adalah orang yang membuat kamu bertahan. Diri kamu yang lebih pantas mendapatkan kata kata tersebut dibanding Kalingga. Papi bukan pendendam, tapi papi akan selalu ingat perlakuan Kalingga dulu sama kamu," jelas Alex.
"Aku tahu pi. Aku ke toilet sebentar," pamit Ailee.
Perasaannya tentu saja jadi tidak baik setelah mendengar ucapan papinya. Memang apa yang diucapkan oleh Alex tidak ada salahnya. Tapi entah mengapa Ailee kurang suka mendengarnya. Kejadian yang akan terjadi nanti biarlah terjadi, Ailee hanya ingin menikmati waktunya saat ini dengan Kalingga. Bahagia yang sejak dulu ia idamkan mulai terwujud satu per satu.
__ADS_1
"Papi tahu kamu tidak suka dengan ucapan papi saat ini. Maafkan papi, papi hanya ingin kamu tidak kembali terpuruk seperti dulu. Cukup papi dan mama saja yang membuat kamu seperti dulu. Tidak lagi orang lain dan masa depan kamu."
Tbc.