
***
Bughh...
Satu tinjuan mendarat mulut di pipi Kalingga. Tinjuan itu dilayangkan oleh Kavin, papi dari Kalingga. Bukan apa apa, Kavin hanya memberikan sedikit hadiah untuk anaknya yang sudah berani bertindak jauh seperti itu.
Iya, Kavin dan Ashel mengetahuinya. Mengetahui apa yang terjadi semalam pada Ailee akibat ulah anak mereka. Pagi tadi, Kavin dan Ashel langsung menjemput Kalingga juga Ailee. Mereka tidak banyak bicara seperti biasanya. Setelah mengantarkan Ailee pulang, Kavin langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah miliknya. Saat sampai, Kavin dengan wajah datar dan tanpa ekspresinya meminta anak keduanya itu masuk ke dalam rumah. Bukan ke kamarnya, melainkan ke ruang keluarga. Disana, Kavin langsung membogem wajah Kalingga tanpa aba aba.
"Papi marah sama kamu. Jangan pikir papi gak tahu atas apa yang terjadi semalam," ucap Kavin.
Kalingga tersungkur ke atas karpet tebal yang dijadikan alas disana. Ia memegangi ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar. Kini ia mengerti kenapa papinya memberikan bogeman mentah itu. Untungnya Kairav dan Briella sudah berangkat sekolah.
Sedangkan Ashel, sekecewa apapun dia pada Kalingga, pria itu tetaplah anaknya. Ashel membantu Kalingga bangun dan akan mendudukan anak itu di sofa yang berada disana.
"Jangan dulu bantu dia sayang. Dia harus diberi pelajaran dulu," ucap Kavin.
"Tapi cukup mas! Dia baru aja keluar runah sakit," ucap Ashel.
"Tahu sayang, gimana pun dia anak aku. Aku kayak gini karena aku gak mau dia semakin bertindak jauh," ucap Kavin.
"It's okay mi, Lingga fine," ucap Kalingga menenangkan sang mami. Ashel menghela nafasnya dan kembali berdiri kemudian berjalan ke arah sofa dimana tempat dia duduk tadi. Begitu pum dengan Kavin. Mereka berdua duduk diatas sofa sedangkan Lingga terduduk di lantai. Kejadian seperti ini selalu diterima olehnya atau pun saudaranya dulu. Namun tidak sampai mendapatkan bogeman seperti sekarang. Palingan ketika mereka nakal, mereka akan diberitahu saja pelan pelan.
"Kalingga gak bisa nahan nafsu Kalingga semalam pi, maafin Kalingga," ucap Ling.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan Ailee? Apa dia akan memaafkan kamu juga?" Tanya Kavin.
"Ailee memang marah tadi, tapi setelah itu dia kembali bersikap biasa," ucap Ling. Kejadiannya memang seperti itu. Saat Ailee memarahinya tadi, Kalingga hanya diam saja seolah tidak terjadi apa apa. Pria cuek yang so cool itu bertindak seolah tidak terjadi apa apa. Bahkan sampai Ailee menamparnya pun Kalingga tetap biasa saja. Tidak marah atau pun melawan, dia diam karena memang mengaku bersalah tanpa mengatakan apa apa.
"Lalu kamu mengakui kesalahan kamu padanya?" Tanya Kavin.
"Enggak pi, tapi Ailee udah nampar Kalingga. Lingga anggap itu semua sudah impas," ucap Ling.
"Tidak semudah itu Kalingga, kamu harus mempertanggung jawabkan apa yang kamu perbuat pada Ailee malam tadi," ucap Kavin.
"Kalingga harus apa?" Tanya Kalingga.
"Menurut mu," ucap Kavin. Dia tidak mau memberitahu anaknya, biarkan Lingga berpikir sendiri. Toh dia sudah besar dan akan memasuki fase dewasa. Hal seperti ini seharusnya dia tangani sendiri.
"Berani berbuat, berani bertanggung jawab," sambung Kavin.
"Punya apa kamu sampe berani berkata seperti itu?" Tanya Kavin sinis. Kalingga terdiam mendengarnya. Dia memang tidak memiliki apa apa saat ini, tapi dia bisa mencari pekerjaan kan?
Tapi apa memang Kalingga mau dengan Ailee? Jelas jelas dia selalu menolak gadis itu. Kenapa Kalingga sampai berpikiran sejauh itu?! Padahal dia tidak melakukan hubungan suami istri dengan Ailee. Bodoh!!!
"Pergi ke rumahnya dan minta maaf. Jelaskan apa yang terjadi agar anak itu tetap bersahabat baik dengan adik mu," ucap Kavin.
"Iya pi," ucap Kalingga. Anak itu hendak bangun dan pergi dari sana namun Ashel kembali menginterupsi pada Lingga untuk maju ke dekatnya. Kalingga menurut dan berjalan ke arah maminya. Tiba tiba Ashel bangun dan menjewer pelan telinga Kalingga. Anak keduanya ini benar benar setinggi suaminya dan Kairav. Bahkan mungkin Kalingga lebih tinggi.
__ADS_1
"Jangan jadi pria pengecut dengan melakukan hal yang merugikan orang lain. Mami gak besarin kamu buat hal seperti itu," ucap Ashel. Kalingga menatap ke arah maminya, bukan marah namun justru dia semakin merasa bersalah. Ia pun memeluk maminya. Melayangkan kata maaf beberapa kali. Ashel sendiri hanya mengusapi pelan punggung anak jangkungnya itu.
"Ailee gadis yang baik. Jangan buat dia terlihat murahan dengan sikap kamu ini. Kalo pun kamu gak suka dan dia maksa buat deketin kamu, biarin aja untuk beberapa waktu ini. Biarkan Ailee puas dengan rasa cinta dan sayangnya untuk kamu. Kamu harusnya merasa beruntung karena dicintai dengan sebegitu dalamnya oleh Ailee. Tapi mami mewanti wanti, jika suatu hari nanti perasaan Ailee berubah dan tidak lagi mencintai juga menyayangi kamu, biarkan. Itu yang kamu mau sejak awal," ucap Ashel.
Kalingga terdiam mendengar ucapan maminya. Apa yang dikatakan oleh maminya ini cukup membuatnya tidak bisa mengeluarkan kata kata lagi. Memilih diam seolah dia mengerti.
"Lingga ke rumah Ailee dulu," ucap Kalingga setelah mengurai pelukannya.
"Obatin dulu lukanya," ucap Ashel.
"Enggak mi, keburu gak sempet," ucap Lingga. Pria itu berjalan tertatih menuju ke garasi. Tenang saja, Kalingga diantar oleh supir.
Sepeninggal Kalingga, Kavin menarik tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat. Bukan emosi, namun hanya sedikit kesal dengan sikap anaknya itu. Apalagi anaknya itu berani memeluk istrinya di depannya.
"Lingga meluk kamu, kok kamu mau aja sih yang," gerutu Kavin.
"Dia anak kamu heh, masih aja cemburu. Dulu waktu Kalingga lagi minum asi juga kamu tarik anak itu sampe nangis gak berhenti berhenti," ucap Ashel. Ia masih ingat, Kavin suaminya ini adalah sekutu Kalingga waktu kecil. Ketika Kalingga manja pada Ashel, pasti saja suaminya ini ikutan merengek tidak jelas. Padahal sudah tua tapi masih cemburuan, parahnya sama anaknya sendiri.
"Ya tapi kan dia itu nyebelin. Sering meluk kamu, kiss kamu, Kairav juga gitu. Gak suka yang," ucap Kavin.
"Gak boleh gitu dong mas. Gimana pun mereka anak aku, aku harus memberikan kasih sayang untuk mereka seperti layaknya seorang ibu," ucap Ashel. Sifat suaminya ini benar benar sangat mirip Kalingga. Beberapa kali Ashel selalu menginterogasi Ailee tentang sikap Kalingga, ternyata sama saja dengan suaminya. Sebelas dua belas.
"Kalingga juga udah megang megang benda yang belum boleh dia pegang. Mana lagi sering nyosor Ailee kayak soang aja," ucap Kavin.
__ADS_1
"Heh, terus kamu dulu sama aku apa? Kamu gak inget aku sering kamu culik ke rumah kamu buat kamu gituin juga. Mana ada readers yang bilang aku murahan waktu itu. Untungnya author jelasin kenapa aku digituin kamu," ucap Ashel.
Tbc.