
***
Ailee menghela nafasnya dan menarik kepala belakang Kalingga untuk mengecup bibir pria ini. Entah mengapa terlihat sangat menggoda sekali. Namun sayangnya Kalingga menahan kepalanya dan menggelengkan kepalanya.
"Sayang," panggil Ailee.
"Jangan coba mengalihkan pembicaraan, lo tahu kan gue orangnya kayak gimana? Hukuman menanti," ucap Kalingga. Dia tahu jika Ailee saat ini sedang mengalihkan pembicaraan.
"Kiss me please," ucap Ailee.
"Jangan manja kayak gini, gak mempan. Jujur, ini sirkuit siapa? Kenapa lo disini dan lo ngurus ini semua," ucap Kalingga. Di depan Ailee memang ada dua berkas. Satu berkas perincian dana renovasi dan satu perincian dana yang masuk ke sirkuit.
"Sayang, kamu tega sama pacar kamu sendiri? Aku cari cowok lain aja buat aku kiss," ucap Ailee. Gadis itu melepaskan kedua tangannya dari leher Kalingga namun Kalingga buru buru menahan tekuk Ailee dan menyatukan bibir mereka. Hanya kecupan, padahal Ailee sangat ingin lebih dari itu.
"Jangan berani berani buat kiss sama cowok lain. Lo milik gue," ucap Kalingga.
Ailee tersenyum kecil mendengarnya. Manis sekali pria ini, posesif namun masih terlihat gengsi sedikit. Kalingga benar benar tidak bisa melepaskan rasa gengsinya sepertinya.
"Ngantuk, pengen bobo," ucap Ailee. Mata gadis iti memang sudah terlihat sangat mengantuk. Ada sedikit raut lelah juga, namun entah karena apa. Kalingga tidak tahu, dia tidak bertanya karena Ailee juga tidak mau memberitahunya soal sirkuit ini. Tapi yang jelas Kalingga sudah menduganya jika sirkuit ini milik Ailee atau pun keluarganya. Namanya juga sudah Bruxy Circuit, sudah pasti itu diambil dari nama depan Ailee.
"Pilihan lo karena gak mau ngasih tahu, jangan menolak menerima hukumannya," ucap Kalingga. Pria itu menarik tubuh Ailee dan menggendongnya ala bridal dan membawanya pergi dari sana. Bahkan Ailee harus meninggalkan motor kesayangannya. Untungnya bang Max mengerti hanya dengan tatapan Ailee saja.
Kalingga memasukan Ailee ke dalam mobilnya dan melaju pergi dari sana. Kalingga masih belum berbicara, dia hanya fokus pada jalanan. Sementara Ailee sudah mengantuk, namun perutnya lapar.
"Laper yang," ucap Ailee.
"Apa peduli gue?" Tanya Kalingga acuh.
"Jahat. Ailee gak suka," ucap Ailee ketus. Ia pun menaikan kakinya dan memeluk tubuhnya sendiri. Ailee menatap ke arah jendela sampingnya. Kalingga jika sedang marah memang sangat menyebalkan. Bahkan dia sudah tidak peduli dengan Ailee? Biarkan saja. Siapa suruh datang tiba tiba dan mewawancarainya mengenai sirkuit. Untuk apa dia tahu, tidak ada pengaruhnya juga.
Entah kenapa bisa Ailee menyukai pria ini sampai sedalam dan sejauh ini. Padahal pria ini sangat menyebalkan dan sangat tidak mengerti apalagi peka.
__ADS_1
Namun tak lama Ailee mengernyit saat melihat mobil yang ditumpanginya dengan Kalingga masuk ke area drive tru. Ailee pun menoleh ke arah Kalingga yang masih tetap menatap ke arah depan. Oh ayolah, Ailee tidak suka diacuhkan.
Kalingga menghentikan mobilnya dan menyebutkan apa yang dia inginkan. Dia memesan satu roti toast dan burger juga memesan teh, kopi dan es krim.
"Makasih," ucap Kalingga tersenyum. Ailer langsung mendelik kesal melihatnya. Dia tidak suka dengan Kalingga yang tersenyum seperti itu pada wanita lain. Apalagi terlihat mbak mbak pelayan itu terlihat salah tingkah dengan Kalingga.
"Kamu ngapain sih pake senyum segala sama mbak mbak itu. Sengaja biar mbak mbak itu suka sama kamu, iya?!" Tanya Ailee galak.
Kalingga hanya meliriknya sekilas dan mencari tempat parkir. Dia akan berhenti disana dan makan.
"Sini," ucap Kalingga. Pria itu menarik tangan Ailee namun dengan cepat Ailee menepisnya.
"Gak usah pegang pegang. Sana sama mbak mbak tadi aja," ucap Ailee.
"Yakin?" Tanya Kalingga.
"Sana. Nanti Ailee cari cowok lain aja, Ailee yakin mereka mau sama Ailee," ucap Ailee.
Srettt...
"Jangan gitu natapnya ih, tatapan kamu serem," ucap Ailee.
Kalingga menghela nafasnya dan dan memberikan es krim pada Ailee. Sementara dia mengambil cup kopi miliknya dan meminumnya. Ailee menerimanya dengan baik dan hendak memakannya. Namun Kalingga menahannya.
"Makan burger sama toastnya dulu baru itu. Gue sengaja pesen yang pake cup wadah gitu biar enggak beleber kemana mana," ucap Kalingga.
"Iya sayang," ucap Ailee.
Jinak.
Astaga, gadis ini benar benar membuatnya stress sampai keheranan. Tadi galak setelah diberi makanan dia jadi jinak. Mood wanita memang sulit ditebak. Pantas saja papinya juga selalu uring uringan ketika maminya sulit sekali dimengerti.
__ADS_1
"Lo laper apa doyan? Cepet banget abisnya itu burger," ucap Ling. Memang burger di tangan Ailee sudah hampir habis, tinggal beberapa suapan lagi saja. Sementara toastnya masih utuh. Ailee tidak menjawabnya, ia lebih suka memakan burgernya dari pada mendengarkan celotehan Kalingga.
"Udah abis. Makan toastnya nanti aja, maunya es krim," ucap Ailee.
"Terserah," ucap Kalingga. Pria itu kembali menyimpan kopi miliknya dan menatap Ailee yang sibuk memakan es krim miliknya.
"Ling," panggil Ailee.
"Apa?" Tanya Kalingga lembut. Suara berat dan halus itu selalu mengalun indah di telinga Ailee. Ailee benar benar suka sekali mendengarnya.
"Mau sesuatu yang panas?" Tanya Ailee.
"Apa? Jangan aneh aneh," ucap Kalingga.
"Gak aneh kok, kamu aja nanti pasti yang aneh," ucap Ailee.
Kalingga mengernyit mendengarnya. Maksud ucapan Ailee ini apa? Kenapa dia jadi was was sendiri, takut juga sudah pasti. Takutnya gadis ini bertingkah aneh seperti waktu itu.
Tiba tiba Ailee membalurkan es krim ke mulut Kalingga. Kalingga terkejut dan menahan tangan Ailee.
"Sebentar aja mas. Gak aneh aneh kok," ucap Ailee.
Kalingga menatap ke arah mata Ailee. Ia pun melepaskan tangan Ailee dan membiarkannya membalurkan es krim itu pada bibirnya. Karena terlalu banyak membalurkannya es krim itu meleleh ke bagian dada Kalingga. Ailee menarik baju Kalingga sehingga lelehan es krim itu tidak mengenai baju pria itu.
"Lets play sayang," bisik Ailee. Gadis itu mulai mendekatkan bibirnya dan menciumnya. Awalnya hanya mengecupnya namun lama lama Ailee mulai melum*tnya saat Kalingga membuka mulutnya keduanya sama sama saling memagut satu sama lain. Rasa manis diraskaan keduanya saat es krim itu masuk ke dalam mulut mereka. Bahkan kini Kalingga yang menekan ciuman itu. Dia ingin lebih dari sekedar *******. Dia bahkan menghis*p bibir Ailee cukup kuat sampai sampai bibir bawah Ailee membengkak.
Ailee langsung melepaskan ciumannya saat tangan Kalingga mulai mengerayangi tubuhnya. Dia tidak mau disentuh dengan cuma cuma.
"Why?" Tanya Kalingga kecewa saat Ailee melepaskan ciumannya.
"Nanti ini kamu berdiri," ucap Ailee sembari menekan pantatnya pada pangkuan Kalingga.
__ADS_1
Shittt.
Tbc.