
***
Beberapa menit yang lalu Kalingga sudah terbangun. Namun dia tidak mendapati keberadaan Ailee di apartementnya. Dia sudah mencarinya ke seluruh penjuru apartementnya, namun dia tidak menemukan keberadaan Ailee. Dia bahkan tidak menemukan barang barang Ailee seperti tas sekolah miliknya.
Kalingga tidak buang waktu lagi, pria itu langsung mengambil jaket miliknya dan bergegas pergi dari apartementnya. Cemas sekaligus kesal karena pergi tidak bilang bilang. Seharusnya dia membangunkan Kalingga, mungkin Kalingga tidak akan kocar kacir mencari Ailee.
"Kemana sih lo, udah kecil, dadanya juga kecil, ngilang lagi," gumam Kalingga kesal.
Pria itu benar benar langsung turun dari kamar apartementnya tanpa cuci muka apalagi minum. Dia langsung pergi begitu saja setelah memastikan semua ruangan sudah ia susuri dan tidak ada Ailee disana.
Pintu lift terbuka, setelah Kalingga terus mendumel tidak jelas. Saat ia menaikan wajahnya untuk melihat ke arah depan dan berjalan, disana berdiri orang yang ia cari tengah kesusahan membawa dua kantong keresek jajanan serta sedang minum susu kesukaan. Kalingga menghela nafasnya dan segera menarik Ailee ke dalam lift.
Ailee sendiri yang ditarik begitu saja langsung masuk tanpa menolak. Belanjaan yang sedang dia tenteng pun terjatuh saat Kalingga menyerobot bibirnya. Untungnya susu yang masih ada di mulutnya tidak muncrat akibat ulah kekasihnya ini. Ailee mengernyit heran, kenapa Kalingga tiba tiba menciumnya tanpa aba aba? Ada apa?
"Lepas ih," ucap Ailee. Gadis itu mendorong tubuh Kalingga sehingga sedikit terurai, bukan terlepas. Ailee menatap seragam putihnya. Noda pink tercetak disana sebab dia sedang meminum susu stroberi.
"Kan, beleber ke baju aku. Kamu gimana sih, kalo mau kiss itu bilang dulu, jangan main sosor. Ailee gak akan nolak. Lihat, dada Ailee kan jadi basah," ucap Ailee mendumel. Namun Kalingga sendiri bukannya balik marah melainkam hanya diam dan melihat dada kekasihnya yang basah. Air susu yang tumpah cukup banyak sehingga mencetak bagian atas squishy gadisnya. Sialnya squishy itu menyembul. Mungkin saking besarnya dan cup br*nya kecil, jadilah menyebul.
Kalingga merutuki bibirnya yang tadi mengatakan jika dada gadisnya ini kecil. Nyatanya tidak. Membesar alami tanpa seorang mekanik. Namun dia berjanji setelah menikah nanti dia akan jadi mekanik untuk Ailee.
"Kenapa diem? Jangan lihat mulu dada Ailee, nanti punya kamu berdiri. Udah sana lepas, Ailee gak mau dipeluk," ucap Ailee.
__ADS_1
"Gak bisa. Gue mau meluk lo! Lo kemana kok tiba tiba gak ada pas gue bangun? Kenapa gak bangunin gue pas lo pergi? Kalo cuma jajan kan di lemari dapur banyak, gue sengaja stok buat lo," ucap Kalingga.
"Bawel banget deh. Ailee mau jajanan ini, gak mau jajanan yang ada di lemari dapur. Makanya turun ke bawah terus jajan ke mini market. Ailee gak bangunin kamu sebab Ailee gak tega, tidur kamu pules banget. Mana tadi kamu tindih tubuh Ailee lagi, untung Ailee gak gepeng," ucap Ailee.
Cup..
"Ngedumel aja terus. Bibir lo jadi maju kalo ngedumel kayak gitu, mirip bebek. Pengen banget gue lahap sampe bengkak," ucap Kalingga.
"Udah, udah. Stop dulu kemesuman kamu, Ailee sedikit mual dengernya. Mesum kamu udah overload," ucap Ailee.
"Gak mesum gak bisa punya anak, sayang," ucap Kalingga. Pria itu merendahkan kepalanya dan memojokan tubuh Ailee lalu mengecup area baju Ailee yang basah akibat susu tadi. Ailee melotot, namun sebelum dia mendumel lagi, Kalingga membungkam bibir manis itu dengan tangannya. Hanya di bibir, bukan beserta hidungnya. Sebab Kalingga tidak mau kekasihnya sesak nafas.
"Mmmppttt, wep-phass," ucap Ailee terbata. Namun Kalingga malah aktif disana. Padahal apa enaknya melakukan hal itu, susu kotak itu sudah menyerap ke kain seragam Ailee. Tidak ada pilihan lain selain mencucinya. Namun Kalingga malah sengaja terus terusan bermain disana. Entah apa yang dilakukannya.
"Kasar. Gue kasarin balik lo ngamuk," ucap Kalingga seraya melepaskan kepalanya dari atas dada Ailee.
"Abisnya ngeselin sih. Untung sayang," ucap Ailee acuh.
"Gak usah monyong monyong gitu bibirnya. Lo tahu gue gak tahan sama lo," ucap Kalingga. Namun Ailee malah dengan sengaja memanyun manyunkan bibirnya ke arah Kalingga. Pria itu hanya mendelik kesal dan menyentil pelan bibir itu.
"Kan kamu juga kasar," ucap Ailee.
__ADS_1
Kalingga menghiraukannya dan kembali pada posisi awalnya. Pria itu melepaskan Ailee dan menarik susu kotak Ailee lalu meminumnya. Ailee tentu saja kesal dan menatap Kalingga dengan sinis. Namun dia tidak merebutnya kembali. Ailee mengambil yang baru.
"Malam ini kita ke restoran bokap lo?" Tanya Kalingga.
"Iye mas, kan tadi udah diundang calon mertua. Masa gak datang, kayak gak serius aja sama Ailee," ucap Ailee. Gadis itu masih berjongkok sebab sedang mencari susu kotak yang ia mau. Sial sekali susu kotak itu berada di paling bawah. Dia kesusahan karena harus mengeluarkan beberapa snack diatasnya baru dia bisa mendapatkan susu yang dia mau.
"Gue serius. Buktinya gue udah sering ngajak lo cek in, cuma lo nya aja yang malesan. Kan enak tinggal des-awshh, sakit loh yang," ringis Kalingga saat betisnya di cubit oleh Ailee. Gadis itu masih berjongkok.
"Kamu mesum terus Ailee bener bener cari cowok lain deh, gak kuat sama kemesuman kamu yang sangat sangat overload," ucap Ailee.
Kalingga menarik lengan Ailee agar berdiri. "Lo tahu alasannya kenapa gue mesum sama lo kan? Gue sayang sama lo, makanya gue cuma kayak gitu ke lo. Atau lo mau gue gitu juga ke cewek lain?"
"Mau Ailee sunat lagi sampe buntung punya kamu? Iya?!" Tanya Ailee galak. Bahkan gadis itu berkacak pinggang.
"Nanti gue gak bisa muasin lo kalo gitu caranya. Lo gak bisa merem melek kalo punya gue yang gede ini lo potong lagi," ucap Kalingga semakin mesum.
"KALINGGAAAA!!!!"
Ailee berteriak seraya memukul Kalingga membabi buta. Namun bukannya marah balik apalagi kesakitan, Kalingga justru Kalingga malah tertawa puas. Benar benar mood sekali membuat Ailee marah sampai menangis bahkan. Seharusnya dia tidak setega itu, tapi entah kenapa rasanya senang saja menggodanya.
"Oke, oke cukup sayang. Kita pulang sekarang, nanti mami marah marah kalo gue belum pulangin lo," ucap Kalingga seraya memeluk Ailee, menahan gadis itu agar tidak memukulinya lagi. Bukan karena dia kesakitan, namun dia takut tangan gadisnya sakit akibat memukulinya.
__ADS_1
Tbc.