
***
Entah kenapa tidur merupakan sesutau hal yang sangat menyenangkan. Selain menyenangkan, tidur juga sangat membantu untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah. Makanya Ailee sangat menyukai tidur. Jika saja weekend ini tidak ada acara, mungkin seharian penuh dia akan tidur dan tidur saja.
Ailee bangun setelah dibangunkan Magi tadi, ia baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Rambutnya basah, ia sengaja keramas karena rambutnya terasa lengket dengan keringat. Ailee menggunakan bathrobe. Ia berjalan ke meja rias miliknya. Menyalakan hair dryer dan mengeringkan rambutnya. Setelah rambutnya sedikit kering, Ailee memakaikam vitamin rambut yang cukup banyak, karena rambutnya tebal juga panjang. Baru ia mengeringkannya lagi sampai benar benar kering. Ailee memoleskan make up tipis ke wajahnya.
Ailee memang sudah sering ikut menghadiri pesta seperti ini. Biasanya dia memang berangkat dengan Alvaro, namun tak jarang juga dia berangkat dengan kedua orang tuanya.
Rambutnya sudah benar benar kering. Ia pun mengikatnya di belakang dan menggunakan pita berwarna putih sebagai aksesorisnya. Ia menggunakan dress senada dengan warna pita yang ia pakai. Dress putih lengan balon pendek dengan panjang ke bawahnya sampai menutup lututnya. Ailee menggunakan dress itu dan melihat penampilannya di depan cermin.
Ia akui, pilihan Alvaro memang tidak pernah gagal. Lagi lagi ia teringat ucapan tante Ashel. Ketika ia menerima semuanya maka semuanya akan kembali membaik dan seperti semula. Ternyata memang sangat sangat benar. Buktinya dia sangat kecewa dengan abang sepupunya ini. Dia sama seperti kedua orang tuanya. Selalu mengecewakannya. Namun pada akhirnya, Ailee yang selalu mengalah dan memaafkan mereka.
Ailee mengambil hells berwarna bening dan menggunakannya. Ailee mengambil tas kecil berwarna putih tulang. Setelah siap, ia pun turun dari kamarnya karena Varo sudah menunggunya disana.
"Cantik banget," ucap Varo tanpa sadar saat melihat Ailee turun. Adiknya memang benar benar sangat cantik, pantas saja teman temannya selalu mendesaknya untuk mengenalkan mereka pada Ailee. Namun Varo tidak mau. Karena mereka buaya, sama sepertinya. Mungkin.
"Aku jelek gak?" Tanya Ailee.
"Jelek, sampe abang gak mau bawa kamu ke pesta itu. Karena udah pasti besoknya abang di teror teman teman abang," ucap Varo.
"Dih, gitu amat. Udah ayo berangkat," ucap Ailee. Varo mengangguk dan menarik pinggang Ailee keluar rumah keluarga Fox. Kedua orang tuanya masih berada di Madrid dan belum pulang. Entah berapa banyak cabang perusahaan keluarganya sampai sampai Ailee juga tidak tahu saking banyaknya.
***
__ADS_1
Perjalanan menuju ke tempat pesta menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit. Saat turun, Ailee menggandeng tangan Varo. Orang luar sudah tahu siapa Varo dan siapa Ailee. Bahkan pernah muncul scandal hubungan persepupuan. Namun Varo hanya acuh begitu pun Ailee. Karena ia tidak merasa memiliki hubungan yang dimaksud berita gosip tersebut.
Saat mereka berjalan menuju ke dalam ballrom hotel, banyak wartawan yang menyapa. Ailee hanya tersenyum sekilas. Jepretan flash kamera membuatnya sedikit pusing. Ia tidak terbiasa, berbeda dengan Varo. Pria itu sudah terbiasa.
Saat masuk ke dalam ballrom hotel, semua pasang mata melihat ke arah Ailee dan Varo. Ailee merasa kaku karena di tatap seperti itu. Namun ia harus tetap berekspresi biasa saja. Ailee juga merasa jika pesta ini adalah pestanya saja. Padahal kenyataannya bukan.
Alvaro membawa Ailee berjalan untuk menemui pemilik acara. Ailee hanya tersenyum tipis membalas senyuman beberapa orang yang mengenalnya, namun Ailee tidak mengenalnya.
"Selamat atas perayaannya tuan Martin," ucap Alvaro.
"Terimakasih tuan Lexan, anda sudah bersedia datang dan mengosongkan jadwal anda. Ngomong ngomong, dia siapa? Kekasih mu?" Tanya Martin.
"Bukan. Dia adik sepupu saya, perkenalkan dia Ailee Fox. Anak dari Alexander Fox," ucap Alvaro.
"Ah, jadi ini anak yang di gadang gadang akan mengambil alih semua aset dan properti keluarga Fox yang sangat banyak itu?" Tanya Martin.
Martin mengangguk, "Benar ternyata apa yang dikatakan oleh istri ku. Anak keluarga Fox benar benar cantik."
"Dia memang sudah cantik dari lahir," ucap Alvaro.
"Baiklah, nikmati pestanya tuan Lexan. Saya akan menemui tamu yang lain," ucap Martin.
Alvaro hanya mengangguk sekilas dan membawa adiknya duduk di kursi yang masih kosong. Namun Petter, temannya mengkode untuk duduk di dekatnya.
Sementara itu dilain tempat, masih tempat yang sama yang dihadiri Ailee. Ada keluarga Kavinder disana. Ling, Kai, dan Briella juga ikut karena paksaan kedua orang tuanya. Sejak melihat Ailee masuk dengan Alvaro, Lingga sudah tidak suka. Dia bahkan melemparkan tatapan tajamnya. Kavin menyadari hal itu namun hanya diam saja seolah menikmati melihat anaknya yang terlihat tidak suka Ailee bersama pria lain.
__ADS_1
"Papi, biarin Bri samperin Ailee. Dia harus jelasin, katanya cowok itu bukan pacarnya. Kalo bukan kenapa dia mau datang sama cowok itu? Mana tadi pas belanja, dia juga datang ngikutin Ailee terus bayarin belanjaan Ailee paksa," ucap Briella memaksa. Gadis itu memang sudah melihat Ailee masuk namun sayangnya Ailee tidak melihatnya.
"Wah? Dibayarin? Kamu yang bener?" Tanya Kavin.
"Iya pi. Mana tadi di mall juga Ailee di rangkul dan dibawa pergi bentar sama cowok itu," ucap Briella.
"Terus kenapa Bri mau ikut campur?" Tanya Kavin. Ashel yang berada di sebelah suaminya sedikit heran, biasanya dia tidak akan banyak bicara seperti ini. Tapi kenapa sekarang jadi seperti ini?
"Ya takutnya dia pacaran sama cowok itu tanpa cerita ke Bri. Kan Bri maunya dia jadi kakak ipar Bri, bukan kakak ipar orang lain," ucap Briella. Ia mengepalkan tangannya seolah olah memang emosi.
"Emangnya dia mau nikah sama kakak kamu yang mana? Ling kan gak suka sama Ailee. Kairav?" Tanya Kavin membuat Kalingga melirik tak suka ke arah papinya. Sedangkan Kairav yang paham suasana ikut nimbrung.
"Wah, boleh deh. Yang penting orangnya cakep pih, abang gak mau banyak pilih. Dilihat lihat Ailee cakep juga tuh," ucap Kai. Kini giliran dia yang mendapatkan tatapan tajam dari Kalingga.
"Anjir, santai bos. Gue becanda, yakali gue nikung adek gue sendiri. Gak lah," ucap Kairav.
"Papi, ijin napa sih?! Briella udah gatel ini pengen nanya Ailee," ucap Briella.
"Besok kan bisa. Nanti aja kalo Ailee sadar ada kita disini," ucap Kavin.
"Ih, gak asik ah," ucap Briella kesal.
Sedangkan Ashel sedikit mendekat ke arah suaminya dan berbisik.
"Maksud kamu apa?" Tanya Ashel.
__ADS_1
"Kamu gak nyadar yang? Anak kamu itu lagi kepanasan lihat ceweknya datang sama cowok lain kesini. Lihat aja mukanya merah kayak lagi nahan amarah," ucap Kavin.
Tbc.