Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
117. Fotocopy Kavin


__ADS_3

Ini aku yang ngerasa atau emang beneran sepi ya? Tiga novel aku sepi terus🤧🫂


***


Sepeninggal Ailee, semua keluarga masih berada di meja makan. Ashel sempat mengernyit melihat cara jalan Ailee yang aneh, namun ketika bertanya pada anak anaknya mereka bilang tidak tahu. Ya sudah, Ashel tidak banyak bertanya lagi.


"Liburan semester akhir kalian di depan mata. Negara mana lagi yang akan kalian kunjungi?" Tanya Kavin. Memang setiap anak anaknya libur semester atau libur akhir tahun, dia sebagai seorang kepala keluarga selalu menawarkan liburan. Sengaja untuk merefresh otak anak anaknya juga pikiran istrinya yang mungkin mumet. Sekalian juga untuknya liburan sekaligus honeymoon lagi dengan istrinya, meskipun harus membawa anak anaknya.


"Bri pengen ke Korea pi," ucap Briella.


"Tahun kemarin kan udah adek. Kenapa mau kesana lagi?" Tanya Ashel.


"Pengen aja kesana mi," ucap Briella.


"Gak bisa. Masa ke negara itu terus terusan sih dek? Ganti yang lain aja, Indonesia misalnya. Kita udah lama loh gak ketemu sama oma sama opa disana," ucap Kairav.


"Ya bener sih bang. Ya udah terserah deh, adek ikut aja," ucap Briella.


"Nice. Udah pi Indonesia aja. Sekalian mami mungkin mau cek cek cafe punya-nya. Kairav juga mau banget ke Indonesia, pengen masakan oma Anna. Itu paling the best kedua setelah mami," ucap Kairav.


"Bri gimana?" Tanya Kavin.


"Boleh," jawab Briella.


"Ling?" Tanya Kavin. Kalingga menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Oke, sepakat ya kita liburan ke Indoensia aja. Ingat, ujian kalian tinggal dua hari lagi. Besok weekend, jangan lupa belajar dan jangan kecewakan mami dan papi dengan nilai kalian nantinya. Oke baby's?" Ucap Ashel.


"Yoi mi," jawab Kai.

__ADS_1


"Sip," jawab Briella. Sedangkan Kalingga tidak mengatakan apapun apalagi mengangguk. Dia memang selalu seperti ini. Tidak pernah banyak bicara dan selalu menuruti apapun kemauan kedua orang tuanya. Namun bersama Ailee, dia sering banyak sekali berbicara.


Ngomong ngomong soal Ailee, bagaimana keadaan anak itu? Lututnya terluka tadi namun Kalingga tidak banyak berbicara. Ia hanya diam saja. Sejak makan tadi juga, pandangannya tidak lepas dari Ailee. Gadis itu malah menundukan matanya saat beradu pandang dengan Kalingga. Sebenarnya, apa pembicaraan Kalingga se-sensitif itu? Sampai sampai Ailee jadi seperti ini?


"Kenapa melamun? Adik sama abang kamu udah ke kamar duluan," ucap Kavin.


"Gak papa pi," ucap Ling.


"Ada apa kamu dengan Ailee? Kenapa hari ini papi merasa kalian seperti menjaga jarak? Lebih tepatnya, Ailee yang menjauh. Kamu melakukan sesuatu lagi?" Tanya Kavin.


"Enggak. Mungkin dia udah sadar kali kalo Kalingga gak suka sama dia," ucap Ling.


"Yakin? Bukan karena omongan pedas kamu kan kak?" Tanya Ashel.


"Gak tahu mi, mami sama papi tanya Ailee aja. Ling gak tahu apapun dan gak mau tahu," ucap Ling.


Ashel mendengus pelan melihat tingkah cuek Kalingga yang persis seperti suaminya dulu. Mereka benar benar sangat mirip sekali, bahkan Ashel selalu merasa kembali ke masa lalu. Masa dimana dia dan suaminya baru kenal, sifat suaminya sama persis dengan Kalingga. Cuek namun perhatian diam diam.


"Mas," panggil Ashel.


"Kenapa mi?" Tanya Kavin.


"Ling kapan sadarnya sih? Mami udah felling kalo dia punya perasaan sama Ailee. Tapi kenapa dia terus berusaha menutupi perasaannya itu?" Tanya Ashel.


"Mungkin Lingga belum siap punya pacar. Dia paling realistis dari pada Kairav juga paling pemikir ke masa depannya. Kamu tahu sendiri nafsu dia seperti apa kan? Sama kayak aku, untungnya dia gak kena hyper s*x. Jadi gak perlu konsumsi obat kayak aku dulu," ucap Kavin.


Benar. Dulu Kavin memang seseorang yang memiliki kelainan. Dia mengidap penyakit hyper s*x. Untungnya, saat kelainannya itu memuncak muncul Ashel di hidupnya. Dia benar benar beruntung karena dengan perjodohan itu dia bisa menyalurkan nafsunya pada seorang wanita yang tepat. Yang ternyata memberinya keturunan anak kembar tiga.


"Tapi aku kasihan sama Ailee, aku pernah ada di posisi dia. Semakin dia menghindar, maka semakin sulit untuk melupakannya. Kayak waktu kamu bilang udah hamilin Bella, tahunya dia adik sepupu kamu. Kamu bener bener gila," ucap Ashel kesal. Memang sudah bertahun tahu berlalu, namun ia masih belum bisa melupakan kejadian gila di hidupnya itu.

__ADS_1


Bayangkan saja, baru beberapa bulan menikah Ashel langsung mendapat kabar jika suaminya itu sudah menghamili wanita lain. Bahkan mereka akan merencanakan pernikahan. Hati istri mana yang tidak sakit melihat dan mendengar hal seperti itu. Apalagi saat itu, akting Kavin dan Bella benar benar sangat asli. Natural dan seperti tidak dibuat buat.


"Maafin aku, habisnya kalo surprise ulang tahunnya biasa aja kan gak seru sayang. Jadi ya aku putar otak biar seru," ucap Kavin.


"Udah ah mas stop bahas masa lalu itu. Sekarang kamu cari tahu kenapa Ailee kayak gitu sama Ling Ling. Kan aku mau dia yang jadi mantu aku," ucap Ashel.


"Kalo dia gak mau sama Kalinga gimana?" Tanya Kavin.


"Masih ada Kairav. Ya meskipun nantinya Kalingga bakalan sakit hati. Salah sendiri kok gak mau sama Ailee kalo suka," ucap Ashel.


"Iya mami iya, yaudah papi cari tahu soal Kalingga sama Ailee. Tapi jangan lupa malam ini, special mami yang diatas," ucap Kavin. Ashel hanya mendengus kesal mendengar permintaan suaminya. Hampir tiap malam mereka seperti itu namun Kavin tidak pernah ada lelah.


"Hyper," rutuk Ashel.


"I'm."


***


Ailee memang sengaja sudah menghubungi supir di rumahnya untuk menjemputnya di rumah Kalingga. Untungnya supir selalu gercep saat Ailee memintanya datang. Jadinya ia tidak perlu diantar oleh om Kavin apalagi Kalingga.


Ailee sudah menghubungi teman temannya, mereka sudah berada di markas. Ailee pun segera pulang dan mandi. Namun saat tubuhnya terkena air shower, ia meringis. Merasakan sakit di lututnya. Ia lupa jika lututnya memang terluka. Saat mandi tadi dia cepat cepat supaya bisa cepat juga membalut lukanya.


Ailee sudah memakai baju. One set hitam legam ia gunakan. Bajunya berbentuk sweater, sedangkan celananya berbentuk biasa dengan karet di pergelangan kaki. Ailee sudah membalut lukanya dengan tiga plester. Lukanya tidak dalam namun panjang.


Ailee berjalan pelan karena kakinya terasa kaku, semoga saja saat membawa motor nanti tidak kenapa napa. Ailee mengambil helm full face miliknya dan menaiki motornya kemudian pergi dari sana.


Ailee berkendara biasa saja. Biasanya dia akan ngebut, namun mengingat rasa sakit di lututnya, ia pun melajukan motonya biasa saja. Di gerbang depan, dia melihat mobil hitam memasuki gerbang mansion keluarga Kalingga. Entah siapa dia yang jelas Ailee tidak mau tahu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2