
***
Briella terus menerus menghela nafasnya. Entah kenapa ujian kali ini benar benar menjebak. Padahal pelajaran hari ini cukup mudah, pelajaran yang ia sukai juga. Namun entah kenapa setiap soal yang diberikan, soal ujian itu terasa sangat susah sekali. Banyaknya menjebak. Briella terus terusan di kecoh, dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bertanya pada Ailee. Gadis yang jadi sahabatnya itu juga terlihat kesusahan.
Briella sedikit takut jika hasilnya cukup anjlok nantinya. Parahnya guru mata pelajaran ini tidak memberikan gambaran soalnya. Sepertinya bukan hanya Briella saja yang kesusahan, namun murid lainnya juga.
"Udah sih Bri, kita tunggu aja hasilnya," ucap Ailee. Kedua gadis itu tengah duduk di depan ruangan ujian mereka sembari menikmati sandwich buatan mamanya tadi.
"Ya gimana Lee, gue bingung kalo sampe nilai ujian gue jelek. Mami sama papi emang gak bakal ngomel soal itu, cuma ya masa nilai gue jelek," ucap Briella.
"Jangan nethink mulu deh, orang hasilnya aja belum keluar. Ini baru ujian hari pertama loh, masa udah mau stress aja lo, dimana sama pelajaran Matematika," ucap Ailee.
"Aaaaaaaa.. Iya anjir Lee, gimana?! Gue bahkan gak ngerti pelajaran terakhir, katanya itu yang dimasukin soal esay," ucap Briella mengerang frustasi. Entah kenapa pelajaran di semester akhir SMA-nya ini benar benar membuatnya stress sampai setengah gila.
"Gue aka puyeng Bri, mau nanya gak sempet. Tuh pengawas diem mulu deket bangku gue, kan kezell," ucap Ailee. Ia juga memakan isi kotak bekal miliknya, sandwich dengan sayuran cukup banyak. Berbeda dengan milik ketiga manusia kembar. Karena mereka terlalu anti dengan sayuran. Padahal sayuran kan enak.
"Gue bingung kenapa pas kita kelas dua belas, ujiannya makin kesini makin kesana. Heran aja, siapa sih yang bikin soal susah kayak gitu?! Mau gue marahin aja rasanya," ucap Briella kesal.
Ailee sendiri hanya terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya itu. Dia juga kesal namun dia tidak mengeskpresikannya. Entah kenapa malas saja rasanya.
"Eh," ucap Ailee terkejut saat sandwich miliknya direbut oleh Kalingga. Pria ini benar benar menyebalkan. Datang datang langsung menyerobot sandwich miliknya. Bahkan dia tidak mengatakan untuk memintanya secara baik baik.
"Gantinya," ucap Kalingga menyodorkan satu kotak susu vanilla pada Ailee. Ailee tentu saja menerimanya. Maniak es krim dan susu ini mana bisa menolak sesuatu hal yang sangat ia sukai.
"Buat adek," ucap Kalingga sembari menyodorkan snack ciki kesukaan adiknya.
"Tumben baik," ucap Briella.
"Ya udah sini balikin," ucap Kalingga.
__ADS_1
"Hehe, enggak kak, enggak. Mau kok mau," ucap Briella cengengesan.
Kalingga mendengus kesal lalu menatap ke arah Ailee. Ia memperhatikan gadisnya yang sedang meminum susu kotak pemberiannya. Sangat cantik sekali. Namun gadis itu hanya fokus pada susu kotaknya juga ponselnya.
"Apa nih, mau dong," ucap Kairav. Pria itu baru datang bergabung.
"Dari mana aja lo bang? Tumben gak bareng sama kak Ling?" Tanya Briella.
"Dia udah keluar dari sepuluh menit yang lalu dari ruangan ujian. Boker paling," ucap Kalingga.
"Itu tahu. Namanya panggilan alam gak bisa ditahan," ucap Kairav. Pria itu mengambil satu kotak sandwich yang ada di depannya dan memakannya.
"Buatan mama lo ya Lee? Enak, tapi jarang banget dibikininnya," ucap Kairav.
"Independent women mah beda, sibuk terus," ucap Ailee acuh.
"Ya seenggaknya sih beliau masih sempetin waktu meskipun jarang pulang," ucap Kairav.
"Pulang nanti anterin ke apart bentar," ucap Kalingga pelan.
"Mau ngapain? Jangan mesum," ucap Ailee.
"Bebas lah, lo cewek gue. Gunanya gue pacarin lo apa? Kan buat gue peluk cium tiap gue mau," ucap Kalingga.
Ailee mendengus kesal mendengarnya. Pacarnya ini benar benar sangat mesum. Entah kapan mesumnya ini akan berakhir. Sepertinya tidak akan. Ailee mengambil tangan Kalingga dan menggenggamnya. Dari sana, dia bisa mendapatkan ketenangan. Ketenangan yang benar benar ia butuhkan.
Sementara Briella dan Kairav asik memakan sandwich yang tersisa. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan kedekatan Ailee dan Kalingga. Toh mereka memang menginginkan hal itu. Hal yang dimana selalu mereka usahakan agar Kalingga berhenti menyakiti Ailee. Dan sekarang semuanya sudah terjadi. Mereka sangat senang karena akhirnya Kalingga menyatakan perasannya.
Awalnya Kairav tidak pernah menyangka jika Kalingga akan menyatakan perasaannya. Mengingat dulu seperti apa sikapnya pada Ailee. Terkadang Kairav juga geram, geram karena Kalingga terus memperlakukan Ailee dengan tidak baik. Setidaknya jika dia tidak suka pada Ailee, dia cukup menghindar dan tidak perlu peduli. Tapi ini malah sebaliknya.
__ADS_1
"Lee, liburan semester nanti lo mau kemana?" Tanya Briella.
"Maybe Indonesia. Gue udah lama gak ketemu kakek, sekalian juga mau hunting jajanan disana, soalnya gue suka banget sama jajanan Indo," ucap Ailee.
"Ya sama anjir, bareng lah nanti huntingnya. Gue juga suka jajanan Indo, tapi gimana ya gak suka semua sih," ucap Briella.
"Mungkin lo coba di satu pedagang aja kali Bri, kalo gue meskipun di satu pedagang gak enak, ya gue coba di pedagang lain yang jualannya sama. Dan enak," ucap Ailee.
"Nanti bareng ke Indonnya, naik jet papi," ucap Kalingga.
"Gak bisa kayaknya, soalnya mama sama papi juga mau ke Indo. Kayaknya mereka juga mau naik jet mereka," ucap Ailee.
"Gue gak suka di tolak," ucap Kalingga.
"Iya sayang iya," ucap Ailee.
Briella dan Kairav saling melirik. Lihatkan, sekarang manusia es batu itu sudah bucin tolol pada Ailee. Awalnya memang iya so soan menolak dan tidak mau pada Ailee. Bahkan sering melontarkan kata kata yang sangat menyakitkan. Tapi lihatlah sekarang, Kairav dan Briella benar benar ingin menjudge saudaranya itu.
"Malu gak sih bang, dulunya paling anti sama seseorang. Malah sering ngusir dia, tapi sekarang malah gak mau jauh jauh dari doi," ucap Briella.
"Harusnya sih malu dek, tapi kan sekarang zamannya urat malu pada putus semua," ucap Kairav.
"Termasuk lo?" Tanya Briella.
Bang*at.
Kairav kira Briella ada di kubunya, tahunya sama sama. Ailee dan Kalingga tertawa pelan melihatnya. Kairav dan Briella memang selalu seperti itu. Kadang akur kadang gelut. Mereka sudah terbiasa, jadi jika tidak ada kedua manusia itu, rasanya sepi sekali.
"Bentar lagi masuk kelas, pulangnya bareng gue lagi. Jangan kabur, lo gak bisa kabur karena gue bakalan ngejar lo kemana pun lo pergi," ucap Kalingga sembari mengecup pelan pipi Ailee.
__ADS_1
Tbc.