Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
172. Keluar 2x


__ADS_3

KITA GANTI COVER YG LEBIH MENARIK LG YA. SMG SUKAAAAAA


***


Ailee benar benar tidak bisa menahan tawanya yang sejak tadi terus menggelegar. Kepalanya terus mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Kalingga turn on akibat ulahnya. Pria itu benar benar tidak bisa menahan dirinya ternyata. Kalingga terlalu lemah dengan godaan Ailee. Ailee senang, senang sebab berhasil membuat pria itu kesal. Sangat kesal bahkan.


Saat ini Ailee sedang berada di kamar Briella. Dia meminta Briella meletakan es batu di area punggungnya yang memar. Tentu saja dengan keadaan Ailee membuka bajunya. Briella sendiri langsung mau, sebab Ailee sedang kesakitan akibat ulah Fade.


"Gue masih kepo kenapa Fade seobses itu sama lo Lee," ucap Briella.


"Entahlah Bri, gue juga bingung. Gue emang cantik, tapi cuma buat kakak lo. Aneh banget si Fade ikut ikutan nimbrung, ganggu banget sumpah," ucap Ailee.


"Apa lo gak curiga?" Tanya Briella.


"Curiga apa?" Tanya Ailee.


"Curiga kalo si Fade ada maksud lain dengan deketin lo. Apa iya baru pertama masuk dia langsung suka lo. Kan gak masuk di akal," ucap Briella.


"Ya bener juga sih, gue cuma males aja cari tahu. Mendingan gue menghindar buat nyelamatin diri gue," ucap Ailee.


"Pinter. Tapi lo juga harus hati hati, manusia tompel itu gak ngotak kalo udah bikin ulah. Buktinya aja hari ini, kak Ling sampe marah besar loh sama dia," ucap Briella.


"Iya Bri," ucap Ailee. Apa yang dikatakan oleh Briella ada benarnya juga. Ailee harus mencari tahu maksud Fade mendekatinya, tidak mungkin dia langsung menyukai Ailee. Dia harus mencari tahunya. Mungkin Richi bisa membantunya. Masalah di sirkuit saja belum selesai sepenuhnya sebab Richi belum memberi kabar lagi.


Dan tadi Fade dengan pedenya menunjukan batang hidungnya di depan Ailee. Seharusnya pria itu malu kan? Dia sudah menghancurkan sirkuit milik Ailee. Sedangkan Albert, pria itu sudah tidak ada kabarnya. Dia menghilang entah kemana. Namun Ailee tidak peduli.


"Anj-," umpat Briella tiba tiba, Ailee berjingkrak kaget mendengar umpatan itu.


"Apaan sih anjir, main ngumpat aja. Kedengeran tante Ashel, habis uang jajan lo di potong," ucap Ailee kesal. Tentu saja dia terkejut dengan umpatan Briella, pasalnya gadis itu berada di belakangnya dan jaraknya cukup dekat. Ditambah umpatan Briella juga sangat kencang. Telinga Ailee rasanya sengang sekali.


"Gue me*s anjir, mana roti jepang abis," ucap Briella heboh. Gadis itu langsung bangun dari atas kasurnya yang dilapisi bad cover warna putih.


"Bangs*t, mana pake sprei putih lagi. Kececer kan," gerutu Briella. Gadis itu langsung beranjak dari atas kasurnya dan berjalan ke kamar mandi.


"Kemana lo?" Tanya Ailee.

__ADS_1


"Pake roti Jepun lah," ucap Briella.


"Katanya gak ada," ucap Ailee.


"Ada satu. Gue pake dulu nanti gue ke mini market depan. Lo tidur tengkurap aja biar gue simpen es batunya. Jangan di pas yang kena darah gue," ucap Briella.


"Iye," jawab Ailee.


"LO GAK JIJIK KAN? MASA IYA JIJIK KAN LO JUGA SAMA GITU. BEDANYA LO SUKA BANYAK SAMPE BEJIBUN KEMANA MANA. PASTI LO BAKALAN PUNYA ANAK CEPET," teriak Briella.


"DIEM DEH, BACOT BANGET," ucap Ailee ikut ikutan berteriak. Gadis itu menarik tissue yang ada di samping nakas dan mengambilnya beberapa lembar lalu menutupi sprei yang terkena noda darah itu. Supaya tidak bercecer semakin banyak juga. Setelab itu Ailee pun tidur tengkurap. Tak lama Briella keluar dan menyimpan kantong es batu di punggung Ailee.


"Gue ke mini market depan dulu sama supir, lo mau nitip apa?" Tanya Briella.


"Sosis deh, yang ada isinya keju. Udah itu aja," ucap Ailee.


"Oke. Gak sekalian sosis kakak gue aja?" Tanya Briella, gadis itu menggerakan kedua alisnya bermaksud menggoda Ailee.


"Gue timpuk pake es batu mau?" Tanya Ailee kesal. Briella hanya cengengesan dan ngacir dari sana sebelum mendapatkan lemparan es batu.


"GAK JANJI," teriak Briella.


Ailee menghela nafasnya. Dasar Briella. Manusia random yang pernah Ailee temui dalam hidupnya. Namun meskipun begitu, Ailee tetap menyayanginya. Sebab Briella adalah sahabatnya sejak kecil. Akur dan tidaknya mereka sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka memang terkadang berselisih paham, namun keduanya selalu kembali seperti biasa.


Ailee memejamkan matanya, ia sangat lelah hari ini. Mungkin dia akan pulang nanti malam saja. Menumpang tidur disini juga tidak akan dimarahi. Justru Briella dan tante Ashel akan sangat senang. Biasanya juga dia selalu dipaksa menginap.


"Cepet banget lo abis dari mini marketnya," ucap Ailee saat kantong es batu diatas punggungnya bergerak. Sebenarnya Ailee paling tidak suka tidur tengkurap seperti ini. Rasanya kedua dadanya sakit jika tidur tengkurap.


"Bri," panggil Ailee. Gadis itu tidak kunjung berbicara.


"Briella," panggilnya lagi.


"Briella masih diluar."


What the f*ck!!!

__ADS_1


"LINGGA!!! TUTUP MATANYA," teriak Aile terkejut, gadis itu dengan refleks bangun dari tidur tengkurapnya namun Kalingga menahan kedua bahu gadis itu agar tetap diam.


"Calm down mommy," ucap Kalingga.


"Gak bisa, kamu nafsuan. Kalo aku diterkam gimana? Aku gak mau Ling," ucap Ailee.


"Gue udah keluar dua kali, masa mau keluar lagi. Udah kali ah," ucap Kalingga. Ailee mengernyit mendengarnya. Keluar dua kali? Maksudnya?


"Gue abis solo, puas?" Ucap Kalingga seakan mengerti diamnya Ailee.


"Ih, kamu nafsuan banget. Emang kalo udah keluar enak?" Tanya Ailee. Sedikit marah namun dia penasaran sendiri.


"Enak. Tapi lebih enak kalo keluarnya di tempatnya, misalnya rahim lo," ucap Kalingga.


"Mulai mesumnya," ucap Ailee.


"Mulus banget, boleh kali tidurnya terlentang. Jangan tengkurap," ucap Kalingga.


Nah kan. Sudah Ailee duga Kalingga akan seperti apa. Pria mesum ini benar benar akan gelap mata. Seharusnya dia tidak perlu mesum, dia kan sudah mandi dan sudah keluar dua kali. Tapi sepertinya itu tidak mempan meskipun dia sudah keluar dua kali pun.


Ailee bergerak tidur menyamping dengan kedua tangannya berada di di area dadanya. Mengapit selimut itu agar tidak melorot.


"Kasih lihat kali mom, dad mau lihat," ucap Kalingga.


Ailee melongo seketika mendengarnya. Dad? Mom? Menggelikan sekali. Kenapa Kalingga jadi alay. Rasanya Ailee ingin menangis saja.


"Alay ih kamu, apaan mom dad. Nikah aja belum," ucap Ailee. Gadis itu menarik seragamnya dan menutup seluruh tubuhnya lalu memakai seragamnya. Sedangkan Kalingga hanya diam duduk menunggu Ailee memakai baju lagi.


"Kenapa emangnya? Cowok cool kayak gue gak boleh alay gitu?" Tanya Kalingga.


Ailee melepaskan selimut yang ia pakai dan bergerak mendekat ke arah Kalingga.


"Boleh, tapi cuma di hadapan aku aja. Kamu bahkan boleh menunjukan sifat kamu yang sebenarnya."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2