Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
67. Memanusiakan Manusia


__ADS_3

***


Matahari sebentar lagi akan naik namun ke empat **mahluk yang semalam menonton film bersama masih menutup matanya. Belum ada tanda tanda mereka akan bangun jika tidak dibangunkan. Namun ternyata ada satu orang yang sejak tadi menatap sesuatu di depannya. Dia, Kalingga.


Pria itu menatap ke arah depannya dimana ada Ailee yang hanya menggunakan setengah selimut saja. Bagian atasannya tidak tertutup oleh selimut. Ailee menggunakan dress satin tali spaghetti di bagian dalamnya dan di bagian luarnya menggunakan kimono berbahan sama. Sejak tadi mata Kalingga d**imanjakan dengan bentuk bulat milik Ailee yang terekspos, sebab baju kimono wanita itu terlepas talinya sehingga bagian kimononya terbuka.


Bentuknya sangat bulat dan bagian tengahnya menonjol. Jadi itu yang pernah Kalingga rem*s? Ternyata sebesar itu, pantas saja saat ia merem*snya terasa sangat besar sampai tangannya tidak bisa menggenggam semuanya. Anehnya Kalingga baru melihatnya tanpa balutan br* saat ini dan lagi anak ini selalu memakai baju oversize.


Tangan Kalingga sangat gemas sekali ingin meraba bagian itu. Namun ia menahan tangannya agar tidak terus menerus nakal pada Ailee. Mengingat dia juga memiliki adik perempuan. Dia tidak akan rela jika adiknya diperlakukan seperti dia memperlakukan Ailee. Egois? Tentu saja.


"Nghh," lenguh Ailee saat ia tiba tiba terbangun dari tidurnya. Gadis itu membuka matanya, mengerjap ngerjapkan matanya sebelum akhirnya terbuka semuanya. Ailee menguap dan menutupnya.


Gadis itu bangun dan duduk di diatas tempat tidurnya. Ia melirik ke arah Briella, anak itu tidak memakai selimut. Ailee dengan inisiatif memasangkan selimut pada sahabatnya itu. Ia kemudian melirik ke arah Kalingga. Pria itu masih memejamkan matanya. Ailee tersenyum kecil dan memperhatikan wajah Kalingga dibalik lampu temaram ini.


"Ganteng banget, gak sanggup rasanha tiap hari jantung Aile jedak jeduk mulu," ucap Ailee. Ia memegang dadanya yang berdenyut saat melihat Lingga.


"Gak salah kalo nanti Ailee nikah sama kamu, aku harap kita emang jodoh deh. Nanti anak anak kita harus mirip kamu," ucap Ailee pelan. Gadis itu pun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ke walk in closet Briella untuk mencuci muka dan segera pamit dari mansion itu untuk pergi ke rumahnya untuk ganti baju baru dia kesini lagi.


Sepeninggal Ailee Kalingga terbangun dan duduk. Dia menatap pintu kamar adiknya yang sudah tertutup rapat lagi. Kalingga tidak tidur, ia mendengar jelas apa yang diucapkan oleh Ailee. Namun ia tidak mau ambil pusing. Lebih baik dia kembali ke kamarnya untuk mandi dan makan. Perutnya lapar.


***

__ADS_1


Ailee mendapat ijin pulang namun harus cepat kembali karena tante Ashel hanya memberinya waktu dua puluh menit. Rasanya Ailee ingin menangis saja. Diberi waktu sedikit seperti itu membuatnya harus cepat cepat bersiap. Ailee memakai kaos putih dengan aksen garis hitam juga celana hitam pendek. Ia memakai sepatu berwarna hitam juga. Tenang saja meskipun memakai celana pendek, Ailee memakai jaket sweater hitam untuk menutupi pahanya.


Selesai bersiap ia segera kembali ke mansion Kavinder. Ailee membawa motor ninja miliknya yang berwarna hitam. Ingat, Briella semalam memintanya memakai motor dan memakai baju seperti itu. Kebetulan mereka pernah membeli baju yang sama namin berbeda warna saja.


Ailee memarkirkan motornya di depan pintu utama dan masuk ke dalam rumah besar itu. Ternyata di ruang keluarga ada keluarga Vanesha yang sepertinya sedang menginterogasi anak itu.


"Ailee, sini nak," ucap Ayu. Ailee yang hendak menemui Briella pun terhenti dan menuruti ucapan tante Ayu.


"Kenapa tante?" Tanya Ailee.


"Duduk sini," ucap Ayu menepuk nepuk sofa kosong yang berada di sebelahnya. Ailee lagi lagi menurut dan duduk disana. Untungnya ia menggunakan jaket ini jadi terkesan masih sopan.


"Tante mau ngucapin makasih, makasih karena kamu sudah sudi menolong orang yang sudah mencelakai kamu. Tante benar benar minta maaf ya untuk sikapnya Vanesh," ucap Ayu.


"Kamu emang baik banget nak. Tante harap kamu mau nerima ini, anggap lah ini sebagai hadiah untuk kamu karena kamu sudah menolong anak bungsu tante," ucap Ayu. Ia memberikan sebuah gelang emas untuk Ailee.


"Enggak tan, Ailee gak bisa nerima itu. Lagian Ailee-,"


"Udah sih terima aja, lo kan gak pernah pake gelang. Keliatan banget kayak orang susah," serobot Vanesha memotong ucapan Ailee.


"Cukup Vanesh, mama sudah cukup bersabar karena sikap kamu," ucap Ayu.

__ADS_1


Sabar, sabar. Tahan Ailee, tahan. Inget kata kata pak ustad yang sering dibilang kakek. 'Orang baik gak boleh jahat sama hewan'.


Ailee terus mengingat ucapan pak ustad yang menjadi sahabat kakeknya itu sembari mengusap usap dadanya agar tenang. Masih pagi tidak boleh menghujat manusia.


"Sebenarnya gue mampu cuma gak mau riya aja. Riya kan gak dibolehin sama agama. Harta gue cukup gue sama tuhan aja yang tahu. Dan lain kali, gue cuma bakalan memanusiakan manusia aja. Lo kayaknya enggak dulu deh, soalnya alergi gue nolongin orang gak tahu diri kayak lo," ucap Ailee.


"Berani lo sama keluarga Natapraja?!" Tanya Vanesha marah pada Ailee.


Ailee menggelengkan kepalanya, "Ralat, bukan keluarga Natapraja. Tapi cuma lo aja, orang yang bawa marga Natapraja buka cuma lo aja, harusnya lo tahu itu. Lo kan bawa marga dengan nama hebat itu, harusnya lo bisa jaga nama baik marga itu."


"Om, tante, maaf kalo Ailee agak kasar. Ailee udah rada gedek sama dia dari semalam," sambung Ailee.


"Udah lah Lee, gak ada gunanya juga. Mami sama papi udah ngerti kok, mereka kenal sama lo dari lo masih mini. Mending kita caw sekarang, keburu habis waktu kita ini," ucap Briella yang baru saja datang dari arah lift.


"Ide bagus sih, ya udah ayo," ucap Ailee.


"Mami, papi, om, tante. Bri sama Ailee pergi dulu ya. Mi, Briella pamit main sama Ailee. Jangan tanya mau kemana karena itu gak penting, kita pokoknya mau girls time dulu hari ini. Dan jangan biarin abang sama kakak ngintilin kita. Bri gak suka," ucap Briella.


"Iya sayang iya. Kamu sama Ailee nanti pulang sebelum langit gelap. Makan malam sudah harus ada disini dan Ailee, tante tunggu janji kamu," ucap Ashel.


Ailee mengernyit. Otaknya ngebug seketika, janji apa?

__ADS_1


"Udah sana kalian berangkat, katanya waktu kalian kebuang banyak," usir Ashel. Briella hanya mendengus kesal mendengar nada usiran dari maminya itu.


Tbc.


__ADS_2