Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
84. Buang Buang Waktu


__ADS_3

***


Ailee menatap sinis ke arah Ling. Ia baru saja sampai ke apartement pria ini beberapa menit yang lalu. Tante Ashel dan om Kavin sudah tidak ada, sepertinya mereka sudah benar benar pulang hari tadi. Sementara Kalingga masih disini karena menunggunya. Ailee kira ada sesuatu yang terjadi dengan Kalingga sampai sampai pria ini memintanya untuk datang, ternyata pria ini baik baik saja. Bahkan sejak tadi tiduran di pahanya tanpa berdosa.


Kalingga belum mau pulang karena waktu belum menunjukan pukul sepuluh. Sekarang baru pukul sembilan. Ailee memang balapan sekitar pukul setengah delapan dan selesai jam delapan. Tidak lama karena ia tidak suka bertele tele.


"Ayo pulang, Ailee udah ngantuk," ucap Ailee.


"Belum jam sepuluh, nanti dulu," ucap Kalingga.


Lagi dan lagi Ailee menghela nafasnya. Pria ini benar benar keras kepala. Kenapa harus pukul sepuluh? Bukannya sekarang juga sama saja?


Ailee memilih diam dan menyandarkan kepalanya pada bahu kursi dibelakangnya. Ia mengadahkan kepalanya dengan mata terpejam. Tubuhnya benar benar lelah dan membutuhkan istirahat. Namun Kalingga terus menahannya disini. Entah mau apa dia dengan menahannya disini, aneh sekali.


"Lo habis dari mana? So sibuk banget punya urusan," ucap Ling.


"Gak usah kepo," ucap Ailee acuh membuat Kalingga mengernyit dan melirik ke arah gadis ini. Ia mengadahkan kepalanya namun tidak terlihat wajahnya, Kalingga pun terpaksa bangun untuk melihat mimik wajah Ailee.


"Gak usah ketus bisa? Gue gak suka diketusin," ucap Ling.


"Ya," ucap Ailee singkat. Dia benar benar kelelahan sekali saat ini. Yang dia butuhkan adalah tidur dan istirahat, namun Kalingga malah menahannya disini dengan alasan yang tidak jelas. Tahu begini dia tidak akan datang.


"Ck. Lo kenapa sih? Kenapa singkat jawab ucapan gue?" Tanya Ling kesal.


Ailee menghela nafas panjangnya dan membuka matanya kemudian menatap ke arah Kalingga. "Mau kamu sebenarnya apa? Aku pengen pulang pengen tidur yang tenang. Badan aku capek banget."


"Kenapa capek? Abis open b* lo?" Tanya Ling.

__ADS_1


"Terserah Ling. Apapun yang ada di pikiran kamu, aku gak bakalan jelasin semuanya sama kamu. Percuma, kamu sering banget salah sangka bahkan buruk sangka mulu sama aku. Sebenarnya mau kamu apa? Kamu nyuruh aku kesini, tapi setelah disini malah dituduh yang enggak enggak. Kamu waras kan?" Tanya Ailee pelan. Sorot matanya menunjukan dia memang ssngat kelelahan sekali saat ini. Wajar saja, seharian membantu tante Ashel dilanjutkan dengan istirahat di apartement lalu dipaksa Kalingga ikut dan harus kembali ke arena sirkuit. Perjalanannya tidak main main, meskipun jalannya bagus tidak menutup kemungkinan bagi Ailee untuk tidak sakit sakit anggota tubuhnya. Apalagi dia ditabrak Albert tadi di arena.


Sementara Kalingga terdiam mendengar ucapan Ailee. Kenapa dengan gadis ini? Tidak biasanya dia seperti ini? Apa mungkin dia memang benar benar kelelahan?


"Aku mau pulang, terserah kamu mau pulang atau enggak. Aku bener bener udah capek banget hari ini, aku butuh tidur yang lama," ucap Ailee. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan pergi dari sana. Namun Kalingga dengan cepat menarik tangan Ailee sehingga gadis itu jatuh di pangkuannya.


"Temenin," ucap Kalingga. Pria itu memeluk tubuh Ailee dengan posisi Ailee diatas pangkuannya karena Kalingga duduk bersila.


"Pulang sekarang Ling, badan Ailee bener bener kecapean banget," ucap Ailee pelan. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Kalingga dsn memegang tangan pria itu. Takutnya merembat kemana mana. Berabe nanti.


"Lo ngerti bahasa manusia kan? Gue bilang nanti ya nanti Ailee Fox," ucap Kalingga pelan bahkan terkesan berbisik.


Tubuh Ailee sedikit meremang karena bisikan iblis itu. Ia hanya mampu diam saja, rasanya sudah tidak ada tenaga untuk melawan. Namun lambat laun Ailee mulai memejamkan matanya setelah merubah posisinya menjadi menyamping dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kalingga.


Kalingga menerima perlakuan Ailee. Ia memeluk tubuh gadis kecil yang ada di pangkuannya ini dan mengelus pelan bagian pahanya. Akibat elusan tersebut Ailee menjadi sangat nyaman dan mulai tertidur lelap.


Baru saja mau tertidur lelap, Ailee kembali diganggu oleh pria ini. Astaga!! Dia benar benar kesal sekali. Ingin sekali rasanya mencakar wajah pria ini untuk menyalurkan kekesalannya.


"Abis dari luar," ucap Ailee singkat.


"Yang spesifiknya dari mana?" Tanya Ling.


"Rumah temen," ucap Ailee.


"Lo jatuh dari motor? Telapak tangan lo ada baret luka," ucap Kalingga. Tangannya memang menarik tangan Ailee untuk ia genggam karena ia tidak lagi mengelus paha gadis ini. Disana Kalingga melihat ada beberapa baret luka yang terlihat darahnya sudah mengering.


Ailee menghela nafasnya dan kembali membuka matanya kemudian menatap ke arah Kalingga.

__ADS_1


Cupp.


"Diem ya? Ailee mau tidur di pangkuan kamu. Interogasinya besok aja. Waktu satu jam buat tidur disini," ucap Ailee setelah mengecup pelan bibir Ling.


"Itu kurang. Gue gak mau sekedar kecupan. Maunya lebih dari itu, ******n misalnya," ucap Kalingga.


"Enggak cukup yang tadi pagi? Kamu bahkan belepotin klepon ke mulut sama leher Ailee Ling," ucap Ailee. Tentu saja otaknya masih mengingat jelas apa yang terjadi tadi pagi dengan Kalingga sampai sampai ia harus kabur namun kembali ditemukan pria ini.


"Enggak. Gue pengen lebih dari itu supaya gue kelihatan pro sama cewek gue nanti," ucap Ling.


Tubuhnya lelah dan hatinya kembali disakiti. Katakan dengan keras jika Ailee gadis yang bodoh. Sudah kesekian juta kalinya Kalingga menyakitinya dengan ucapan namun gadis ini masih tetap memilih bertahan dengan hal yang tidak pasti. Mencari penyakit sejak dini, itu lah Ailee Fox.


"Sewa cewek club aja. Mereka pasti mau nurutin nafsu kamu, Ailee gak bisa dan lebih tepatnya gak mau. Kasihan nanti cowok Ailee dapetnya bekas kamu," ucap Ailee tak mau kalah.


"Lo gak boleh punya cowok. Gue gak ngijinin lo," ucap Ling.


"Aku gak butuh ijin kamu. Lagian status kita cuma temen, tahu batasan Ling," ucap Ailee.


"Persetan dengan batasan. Kalo perlu malam ini juga gue unboxing lo supaya gak ada cowok yang mau sama lo," ucap Kalingga.


Bejat, jahat, dan tidak berhati. Mungkin itu gambaran seorang Kalingga Alister Natapraja. Pria dingin dengan ketampanan seperti dewa yunani. Sayangnya dia tidak pernah mau tahu jika ucapannya sangat menyakiti orang lain terlebih lagi Ailee.


"Kayaknya mulai besok Ailee harus pake logika Ailee buat berpikir untuk tidak terus menerus ganggu kamu dan nerima penolakan kamu yang kasar apalagi kata kata kamu."


Ucapan Ailee mampu membuat Kalingga diam tak berkutik. Gadis ini benar benar membuatnya mati kata.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2