Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
166. Keluarga Absurd


__ADS_3

***


Sementara itu di kediaman Kavinder, seperti malam biasanya mereka semua melakukan rutinitas yang sama. Berulang namun tidak pernah bosan, yaitu makan malam bersama.


Baik kedua orang tua atau pun ketiga anak anak, mereka semua selalu berkumpul tanpa terkecuali. Biasanya ada Ailee yang ikut nyempil, namun beberapa kali ini gadis itu jarang main ke rumah Kavinder. Mungkin gadis itu sedikit sibuk mengingat dia dan ketiga kembar sedang melaksanakan ujian sekolah.


Ashel sebenarnya senang sekali jika ada Ailee berkunjung. Selain dia bisa makan bakso enak buatan tangan Ailee, anak gadisnya juga tidak banyak tidur. Karena jika ada Ailee mereka pasti akan mengobrol dari pagi sampai ketemu pagi lagi. Ashel tidak pernah marah, asalkan itu hari libur saja.


Seiring berjalannya waktu, sikap Ailee sedikit berubah. Dia tahu Ailee selalu depresi dan stress berlebih akibat rumahnya yang tidak nyaman. Maka dari itu dia selalu menerima Ailee dengan tangan terbuka. Sejak kecil, Ashel sudah menduga hal ini akan terjadi. Magi, wanita yang menjadi pengasuh Ailee juga sering bercerita jika Ailee selalu mengurung dirinya di kamar, bahkan beberapa kali Magi juga mendapatkan Ailee yang berendam di kolam saat tengah malam.


Banyak kejadian diluar dugaan yang sering Ashel lihat pada Ailee. Mulai dari rambutnya yang terus pendek, lebam di pipinya atau di sudut bibirnya, bahkan tidak jarang juga tubuh Ailee semakin kurus ketika masalah benar benar sedang menimpanya cukup dahsyat. Memang jika dilihat orang luar yang tidak tahu dan tidak pernah merasakan, mungkin Ailee akan dianggap sebagai ratu drama yang berlebihan. Awalnya Ashel juga menganggap seperti itu.


Tetapi, seiring berjalannya waktu dia mengerti kenapa Ailee jadi seperti itu. Itu semua hanya pengalihannya, bahkan ia juga melakukan hal seperti itu karena mungkin untuk memancing perhatian kedua orang tuanya. Miris sekali memang, namun apa boleh buat. Takdir memiliki jalannya sendiri.


"Kak, tadi kemana aja sama Ailee? Dia baik baik aja kan? Gak kakak apa apain?" Tanya Briella membuka obrolan.


"Main di apart," ucap Kalingga.


Uhukk.. uhuk...


Kavin dan Ashel terbatuk bersama mendengarnya. Main? Main seperti apa yang dimaksud oleh Kalingga.


"Bukan seperti yang mami papi pikirkan, sepulang sekolab tadi Ailee sama Lingga belajar disana. Kalo gak percaya tanya Ailee aja, kita juga nyemil disana," ucap Kalingga.

__ADS_1


"Emang apa yang dipikirin papi mami?" Tanya Briella polos.


"Gak ada. Abisin makannya dek, katanya mau tidur lebih awal," ucap Kairav memotong. Sebagai abang yang baik dia tidak akan membuat kotor pikiran adiknya meskipun kadang rada rada.


"Loh koo gitu, kan gue gak tahu bang. Kasih tahu lah," ucap Briella.


"Main yang dimaksud mami sama papi bukan apa apa adek, kakak gak ngapa ngapain sahabat kamu itu. Kakak cuma kasih cincin yang waktu kita ke England aja. Lagian sayang kalo di simpen terus, ya kakak kasih aja," ucap Kalingga.


Briella membuka mulutnya senganga mungkin. Cincin? Cincin yang dimaksud kakaknya ini adalah cincin yang dulu dibeli olehnya saat mereka berlibur ke England. Disana mereka memaksa dipaksa oleh maminya mengantar ke toko berlian. Dan disana juga Kalingga membeli cincin limited. Briella sempat memberitahunya jika cincin itu tidak akan terpakai sama sekali. Untuk apa menghamburkan uang. Ternyata oh ternyata, cincinnya malah benar benar terpakai.


"Kakak lamar Ailee?" Tanya Briella.


"Gak tahu sih, kakak kasih itu ke dia karena emang cocok dipake sama dia," ucap Kalingga acuh. Sebenarnya dia tidak ingin memberitahu keluarganya soal ini. Tapi ya sudahlah, untuk apa menutupinya. Ia juga memberitahu ini supaya Briella tidak banyak bertanya soal "main" yang sampai membuat kedua orang tuanya tersedak.


"Kamu lamar dia kalo gitu caranya Lingga," ucap Ashel.


"Masalah lamar atau tidak, Kalingga hanya memberikan itu sebagai bentuk gift untuk pacarnya. Jangan dianggap berlebihan. Lagi pula sudah sepatutnya seorang pacar memberikan sesuatu untuk pacarnya. Papi juga gitu ke mami," ucap Kavin.


"Ya harus royal lah mas, dulu kan kamu percis Kalingga ke Ailee sama aku. Bedanya kamu gak pernah nyakitin kayak Kalingga, kamu ngeprank aku yang gak ngotak sampe readers hujat authornya. Untungnya cuma prank," ucap Ashel kesal. Beberapa tahun sudah berlalu, namun ia masih mengingat jelas seperti apa dia frustasinya saat tahu suaminya akan menikah lagi karena accident. Tapi ternyata itu semua hanya prank alias bohongan.


"Emangnya prank apa?" Tanya Briella.


"Mami belum kenal sama adik sepupu jauh papi kamu. Namanya Bella, dia pura pura jadi jal*ng dan tidur sama papi kamu. Mana waktu itu papi ketahuan kayak gitu karena Bella dateng ke rumah waktu mami lagi hamil kalian. Untungnya ada temen cowok mami, namanya Nando. Dia sering temenin mami," ucap Ashel.

__ADS_1


"Itu yang buat aku gak suka sama prank itu. Tapi udah terlanjur ya mau gimana lagi. Gedek papi sebenarnya karena Nando Nandl itu apalagi sodaranya," ucap Kavin.


"Tapi ya sudah, dari masa lalu kelam itu mami jadi lebih berpikir lagi dalam bertindak. Mami selalu berdoa jika apa yang terjadi pada mami dan papi dulu, itu semua tidak boleh terjadi pada Kalian," ucap Ashel tersenyum.


"Kayaknya masa lalu mami waktu mengandun kita berdua itu berat banget ya mi? Tapi mami hebat loh, mami udah bertahan sampai kami lahir dan sampai kami sebesar ini. Abang dan sodara sodara sayang sama mami," ucap Kairav. Dia yang paling tua sudah tahu cerita ini. Waktu itu maminya gabut jadi dia menceritakan semuanya. Sama halnya dengan Kalingga. Mungkin hanya Briella yang tidak tahu karena gadis itu tidak pernah mendengar masalahnya.


"Iya abang. Makasih sayang," ucap Ashel.


"Kamu istri aku sayang, jangan panggil anak anak kita dengan sebutan sayang. Gak boleh!" Ucap Kavin.


"Kita anak mami, papi. Ya berhak dipanggil sayang dong," ucap Briella tak terima.


"Iya tuh, papi serakah banget heran," ucap Kairav.


Sedangkan Kalingga hanya jengah. Keluarganya memang sedikit absurd, namun meskipun begitu dia sangat senang sekali karena keluarganya selalu harmonis.


"Udah cukup. Selesaikan makanannya, bukannya malam ini papi mau kasih pelajaran soal bisnis? Ayo," ucap Kalingga melerai.


"Bener juga. Ya udah ayo kita ke ruang kerja papi," ucap Kavin.


"Kita ngapain mi?" Tanya Briella.


"Belanja online terus cek out. Papi yang bayar, sekalian kan kita belum punya baju buat liburan nanti. Soalnya kan kita mau ke pantai," ucap Ashel.

__ADS_1


Ya salam.


Tbc.


__ADS_2