Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
246. Game


__ADS_3

***


Tok.. tok... tok.


Ailee menolehkan kepalanya ke arah pintu, kenapa ada yang mengetoknya? Seharusnya semua orang sudah tidur kan? Ini sudah waktunya istirahat juga. Ailee pun mengabaikannya namun pintunya kembali di ketuk. Dengan malas Ailee pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ogah ogahan ke arah pintu. Ailee memutar kunci pintu kamarnya lalu menekan gagang pintu untuk membukanya. Ailee memang selalu mengunci kamarnya ketika akan tidur. Entah kenapa kebiasaan seperti ini selalu ia lakukan ketika akan tidur. Padahal di rumahnya selalu aman.


"Abang? Kenapa?" Tanya Ailee.


"Abang gak bisa tidur sekarang, bisa temenin abang main game? Udah lama juga kita gak main," ucap Alvaro.


Ailee kira siapa yang mengetuk pintunya, ternyata itu adalah abangnya. Dia lupa jika saat ini abangnya menginap di rumah kakeknya.


Bermain game? Ailee memang sering melakukannya saat waktu senggang. Sudah lama juga dia tidak melakukannya. Baiklah, malam ini dia akan bermain game online dengan abangnya.


"Ke ruangan komputer aja," ucap Ailee.


"Emang ada?" Tanya Alvaro.


"Ada. Grand siapin ruangan khusus buat aku," ucap Ailee. Gadis itu menutup pintu kamarnya dan turun ke lantai satu. Ruangan itu berada di paling ujung dari lorong kamarnya.


Kakek Ailee memang sangat pengertian. Bahkan pengertian kedua orang tuanya pun kalah dengan pengertian kakeknya. Bahkan Ailee juga teerkadang bingung kenapa kakeknya sangat sangat menyayanginya. Bahkan kakeknya tidak tanggung tanggung untuk merogoh uang cukup banyak.


"Abang pake komputer itu aja, soalnya yang dipasang cuma dua. Yang ini yang biasa aku pake dulu," ucap Ailee. Gadis itu mengambil duduk di sebuah kursi yang berada di dekat meja komputer yang akan ia gunakan untuk bermain game. Meja komputer itu saling bersebelahan.


"Grandpa kamu siapin ini buat kamu sejak kapan?" Tanya Alvaro. Sedikit heran, sepertinya ruangan ini memang sengaja disiapkan oleh kakek Ailee untuk Ailee. Buktinya ruangan ini benar benar di setting sesuai dengan style Ailee. Disini juga banyak foto foto yang dipajang. Sebagian besar adalah foto Ailee. Namun ada beberapa juga foto dengan keluarganya yang lain.


"Kamu waktu kecil lucu banget," komentar Alvaro saat ia melihat foto foto Ailee saat masih kecil.


"Emang, tapi gak dilirik Kalingga. Diliriknya baru baru ini aja," ucap Ailee.

__ADS_1


"Kenapa kamu harus suka sama dia?" Tanya Alvaro.


Ailee memakai headphone miliknya setelah menyalakan komputer miliknya. "Menurut abang, kalo kita cinta sama seseorang, kita bisa milih mau sama siapa?" Tanyanya.


"Enggak. Tapi kenapa harus dia, kan setahu abang dia sering nyakitin kamu sebelumnya," ucap Alvaro.


"Setiap orang pernah membuat kesalahan dalam hidupnya. Lagi pula itu masa lalu, apa harus aku dendam sama dia? Kan gak perlu. Yang ada kalo aku dendam sama dia hidup aku gak akan setenang sekarang," ucap Ailee.


Jika dilihat dari umurnya, Ailee memang sudah kelewat dewasa soal pemikiran dewasanya. Apa anak ini salah bergaul sampai sampai pemikirannya bisa sedewasa ini?


Menyalahkan apalagi dendam memang bukanlah solusi. Beberapa orang memilih memaafkan dan melupakan untuk melanjutkan hidupnya. Namun tidak semua seberuntung orang orang tersebut. Masih ada orang lain yang menyimpan dendam. Bahkan dia tidak akan tenang jika dendam itu belum terbalaskan.


Untungnya, tuhan mengkaruniakan Ailee dengan hati yang luas dan juga pemaaf. Bayangkan jika Ailee pendendam, mungkin dia akan melupakan perasaannya untuk Kalingga dan mungkin saat ini statusnya dengan Kalingga bukan lagi pacaran. Namun musuh.


"Login bang," ucap Ailee saat ia tidak mendengar lagi ucapan dari abangnya. Abangnya hanya diam entah karena apa. Namun yang jelas Ailee tahu jika abangnya tidak tahu harus menjawab seperti apa ucapannya. Jadi Ailee memilih berbicara duluan.


***


Ailee meregangkan otot otot tubuhnya. Ia melirik jam dinding, sudah pukul dua dini hari. Gila!! Dia bahkan lupa waktu saat bermain game. Ailee menguap, gadis itu pun mematikan komputernya dan pergi dari ruangan itu untuk kembali ke kamarnya. Dia harus segera tidur, waktu tidurnya tersita banyak gara gara bermain game.


Hoamm..


"Ngantuk banget gila," gumam Ailee. Gadis itu masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Ailee lantas membanting tubuhnya ke atas kasur setelah melepaskan jubahnya. Ailee hanya memakai kaos crop top dan hotpants. Setelan tidur yang sangat Ailee sukai.


Lambat laun, sebab karena sudah mengantuk Ailee pun mulai tertidur pulas. Namun saat ia akan benar benar terlelap, tiba tiba perutnya terasa di lilit. Aroma maskulin menguar memasuki indera penciumannya. Ailee membuka matanya sedikit, tidak mungkin ini Kalingga kan? Apa dia hanya halusinasi saja?


"Nyaman," gumam Ailee. Gadis itu merangsek, mendepetkan tubuhnya. Apalagi saat hidungnya mencium aroma memabukan itu, rasanya benar benar menenangkan sekali.


"Nakal."

__ADS_1


"Ngghh, sakit," ucap Ailee. Bibirnya cukup sakit saat di sentil, jadi ini bukan halusinasi?


Ailee membuka kedua matanya lebar lebar. Alangkah terkejutnya dia saat mendapati Kalingga yang tengah menatapnya dingin. Ailee meneguk ludahnya kasar. Kenapa aura Kalingga terasa sangat mematikan?


"Siapa yang ijinin kamu begadang? Bahkan sampai berjam jam lamanya. Apa bermain game dengan pria itu semenyenangkan itu?" Tanya Kalingga.


"G-gimana kamu bisa disini? Gimana kamu masuknya?" Tanya Ailee terkejut. Gadis itu bangkit dari tidurannya namun Kalingga dengan cepat menarik Ailee lagi untuk tiduran.


"Apa perlu aku kasih tahu kamu?" Tanya Kalingga.


"Haruslah. Kamu gimana caranya bisa masuk?" Tanya Ailee.


"Itu gak penting. Jangan mengalihkan pembicaraan, jawab pertanyaan aku," ucap Kalingga.


Ailee terdiam. Matanya memang mengantuk, namun dia belum bisa benar benar tertidur nyenyak. Apalagi tampilan Kalingga saat ini cukup tampan juga. Kenapa pria ini selalu tampan sih?!


"Aku udah gak lama main game, jangan marah. Besok kan libur juga gak sekolah," ucap Ailee.


"Iya, libur. Tapi gak juga harus begadang kan? Kalo sakit gimana?" Tanya Kalingga.


"Sekarang jawab pertanyaan aku, gimana kamu bisa masuk?" Tanya Ailee. Gadis itu mengabaikan ucapan Kalingga.


"Kamu gak perlu tahu, tidur sekarang atau aku tidurin?" Tanya Kalingga.


"Kayak yang siap aja nafkahin," gumam Ailee.


"Udah. Nafkah udah siap bahkan adik gue juga udah siap. Mau?" Tanya Kalingga. Pria itu dapat mendengar gumaman Ailee, sebab jarak keduanya cukup dekat.


"Jangan gila deh," gumam Ailee. Gadis itu memajukan tubuhnya lalu memeluk Kalingga dan memejamkan matanya. Rasa kantuknya benar benar tidak bisa ditahan lagi.

__ADS_1


Tbc.


Ya mahmud, semakin sepi👺


__ADS_2