
***
Brx.fox
❤️ 29.0110 likes
Brx.fox Difotoin mbak enjel🧚🏼♀️💅
komentar di nonaktifkan.
Kalingga terdiam melihat postingan instagram milik Ailee. Di foto itu, jelas sekali gadis ini hanya memakai celana pendek. Bahkan terkesan terlihat tidak memakai celana dari kejauhan saking pendeknya.
Keluarga Kalingga kedatangan keluarga Vanesha. Lagi lagi manusia itu. Entah kenapa Kalingga merasa sedikit tidak nyaman ketika ada gadis ini ke rumahnya. Tumben sekali mereka datang, biasanya juga tidak sesering ini. Namun sayangnya Kalingga tidak bisa menolak kehadiran keluarga Vanesha. Mengingat ini bukan rumahnya.
Kalingga terpaksa juga harus duduk berkumpul bersama disini. Padahal menurutnya rebahan lebih nikmat dibandingkan dengan ikut berdiam disini. Sebenarnya hanya dia dan sodara sodaranya yang diam, karena kedua orang tuanya sedang berbicara dengan om Fello.
"Kak," panggil Briella pelan. Kalingga menolehkan kepalanya dan melihat ke arah adiknya.
"Seksoy," ucap Briella sembari menunjukan layar ponselnya dimana ada Ailee disana. Foto yang sama yang sedang Kalingga perhatikan.
"Apa?" Tanya Kairav kepo. Ketiga sodara ini saling berbicara pelan.
"Kepo," ucap Briella. Kairav yang kepo pun menarik ponsel adiknya dan melihat ke arah ponselnya.
"Anjas, cuakep poll," ucap Kairav menggoda Kalingga. Pria itu bahkan menaik turunkan alisnya. Kalingga yang melihatnya pun langsung menarik ponsel Briella dan menekan tombol kembali.
"Cie cemburu, ceweknya banyak dilihat followersnya. Mana likenga udah dua puluh sembilan ribu," ucap Kairav.
"Hooh bang. Doi cakep banget, gue jodohin sama cowok cowok tajir ah," ucap Briella.
Kalingga hanya mendengus kesal mendengar ucapan Briella dan Kairav. Kedua sodara itu memang selalu menggodanya. Terkadang Kalingga juga terbawa arus permainan mereka sampai sampai ia jadi kepikiran semalaman. Namun kali ini dia tidak boleh terbawa lagi, sudah cukup dia overthinking akibat ulah kedua sodaranya.
__ADS_1
"Kenapa kalian bisik bisik?" Tanya Vanesha.
"Pengen," ucap Briella singkat.
"Gue gak nanya lo," ucap Vanesha.
"Terus siapa? Lo bilang 'kalian' kan? Gue merasa karena gue sama kedua sodara gue bisik bisik," ucap Briella. Vanesha hanya melirik Briella sinis dan kembali menatap Kalingga. Sedangkan Kalingga hanya diam saja. Dia sangat malas menatap Vanesha. Jika saja tidak menghormati kedatangan om dan tantenya, mungkin Kalingga memilih untuk tidak ikut bergabung saja.
"Vanesha, jangan kayak gitu. Mama gak pernah ngajarin kamu kayak gitu," ucap Ayu.
"Abisnya dia bikin kesel mulu ma. Coba aja dia gak bikin kesel, Vanesh gak bakalan kayak gini," ucap Vanesha.
"Alah, lo nya aja yang gak pernah mau disalahin. Maunya bener mulu padahal salah besar," ucap Briella.
"Adek," peringat Ashel.
"Maaf mi, gak maksud gitu. Dianya aja yang ngeselin, pantes kak Ling gak suka dia. Bri ke kamar dulu," ucap Briella. Ashel hanya menghela nafasnya saja. Anak anaknya memang tidak pernah ada yang akur dengan Vanesha. Berbeda dengan Virendra.
"Bang, main PS yok. Gue gabut kalo disini," ucap Virendra.
"Kakak mau disini?" Tanya Ashel.
"Enggak. Mau keluar mi," ucap Kalingga.
"Ikut," ucap Vanesha.
"Gak. Gue mau jemput cewek gue," ucap Ling. Semuanya terkejut mendengar ucapan Kalingga. Cewek? Artinya pemuda ini sudah memiliki kekasih?
"Siapa?" Tanya Ashel.
"Kakak gak bisa punya pacar. Aku gak bakalan restuin," ucap Vanesha.
"Gue gak butuh restu lo," ucap Ling. Ia kemudian mendekat ke arah mami dan papinya untuk mengecup tangannya. Ashel kemudian bangun dan memeluk anak jangkungnya itu.
__ADS_1
"Ailee gimana? Kok udah punya cewek aja," ucap Ashel.
"Dia bisa punya cowok juga mi. Ling pergi dulu," ucap Kalingga.
"Hati hati," ucap Ashel. Selain pada maminya, Kalingga juga pamit pada keluarga om Fello. Vanesha sejak tadi sudah bangun dan ingin ikut pergi, namun Rafello menahannya. Bagaimana pun mereka akan segera pulang setelah berkunjung.
"Ma, aku pengen ikut kak Lingga. Please," ucap Vanesha.
"Gak bisa," ucap Fello.
"Aku gak minta ijin papa," ucap Vanesha.
Kalingga tidak mau terus diam. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil hoddie dan kunci motor kemudian masuk lift untuk sampai ke garasi rumahnya. Sengaja, supaya Vanesha tidak tahu dan tidak mengikutinya. Dia sangat malas sekali meladeni wanita itu. Benar benar tidak tahu diri. Untungnya saat Kalingga pergi ke kamarnya, Vanesha tidak mengikutinya. Dan saat sampai di garasi juga dia tidak ada. Syukurlah.
Kalingga belum memiliku tujuan akan kemana. Namun tujuan akhirnya ia akan tidur di apartement miliknya. Besok weekend, dia libur sekolah selama dua hari. Hari seninnya dia akan melaksanakan ujian akhir semester sebelum menghadapi ujian ujian lainnya sebagai syarat lulus.
Mengenai Ailee, Kalingga masih tidak tahu harus apa. Apa tindakannya tadi siang terlalu berlebihan? Tapi dia mengatakan itu agar Ailee tidak terlalu dalam menyukainya. Sebab Kalingga tidak tahu dengan perasaannya sendiri untuk Ailee. Nyaman, namun terasa masih abu abu. Ia sangat menyukai bibir Ailee. Bahkan hari ini dia hanya mencium bibir itu beberapa kali saja.
Jika terkesan jahat, Kalingga memang jahat. Dia hanya menjadikan Ailee sebagai objek imajinasinya. Selain itu juga Lingga selalu menyosor pada Ailee. Ia seperti itu karena sudah terbiasa mungkin. Toh Ailee juga menerima tindakannya. Sayangnya gadis itu terlalu memakai perasaan.
Kalingga memarkirkan motornya di depan sebuah mini market. Ia masuk ke dalam mini market itu untuk membeli minuman soda. Saat masuk, Ling mengambil keranjang dan langsung berjalan menuju ke lemari es. Ia mengambil beberapa kaleng soda dan kopi. Saat sedang memilih milih minuman lain, Kalingga samar samar mendengar perdebatan kasir dan seorang pelanggan wanita. Disini tidak ada pengunjung selain dia dan wanita itu.
"Mbak, saya lupa bawa dompet. Ponsel saya juga mati, bisa nunggu bentar gak? Saya mau ambil uang dulu," ucapnya.
"Gak bisa. Kalo mau belanja ya harus ada uang kak, jangan asal ambil giliran bayar gak punya uang," ucap kasir.
"Mbak, gak kayak gitu. Kalo lupa mau gimana, saya gak niat nipu," ucapnya.
"Handphone aja iphone, bayar belanjaan sedikit aja gak mampu. Gayanya ketinggian," ucap kasir.
Kalingga mendekat ke arah sumber suara. Ia sedikit tidak suka dengan kasir ini. Seharusnya dia ramah kan? Senyum miring tercetak di wajah Ling setelah dia melihat wanita itu.
"Saya yang bayar."
__ADS_1
Tbc.