Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
75. Peluk Cium


__ADS_3

***


Alvaro sempat heran dengan pesan yang dikirimkan oleh adik sepupunya. Dia bilang dia pulang bersama temannya karena tidak suka dengan pesta itu. Alvaro khawatir jika Ailee kenapa napa. Biasanya anak itu tidak seperti ini dan akan pulang setelah pesta selesai. Alvaro meminta Petter untuk ikut dengannya mencari adiknya ke sekitaran hotel namun ia tidak menemukannya. Alvarl khawatir karena Ailee juga tidak kunjung mengangkat teleponnya. Terpaksa dia pun pamit pada pemilik pesta dengan alasan ada urusan lain. Alvaro akan mencari Ailee di sekitaran jalan menuju ke rumah. Atau mungkin akan mencarinya ke tempat lain.


Sementara itu, Kalingga sudah berjalan cukup jauh dari area hotel, tempat dimana pesta digelar. Kakinya cukup pegal juga karena sudah berjalan cukup jauh. Namun tak lama dari itu mobil yang akan menjemputnya tiba. Kalingga membangunkan Ailee sebentar dan dan memintanya masuk ke dalam mobil.


Mereka saat ini sedang dalam perjalanan ke rumah Ailee. Kalingga akan mengantar Ailee pulang. Ia juga sudah menghubungi papinya jika dia pulang duluan dengan jemputan dari rumah dan pulang bersama Ailee.


Sepanjang jalan menuju ke rumah, Ailee terus memeluk tangan Ling. Ia tidak mau melepaskan tangan itu. Ia hanya setengah tidur dan tidak tidur pulas.


"Ailee pasti di marahin abang gara gara pulang duluan," gumam Ailee.


"Sejak kapan lo peduli soal itu? Bukannya hubungan lo sama abang lo gak sebaik itu?" Tanya Ling.


"Ailee udah maafin dia, barengan sama mama papi juga maafinnya. Tante Ashel bilang kalo bukan mereka yang mau mengerti Ailee, harus Ailee yang ngertiin mereka. Sebenarnya cukup berat juga buat nerima itu semua, tapi ya udah mau gimana lagi," ucap Ailee.


"Harusnya lo gak usah maafin abang lo. Dia kan udah jahat sama lo. Janji dia gak pernah dia tepatin, masa iya lo luluh gitu aja," ucap Ling.


"Jangan dibahas ya? Ailee males bahas soal itu. Ailee juga ngantuk, nanti kalo udah sampai ke rumah Ailee tolong gendong ke kamar jangan di bangunin," ucap Ailee.


"Mau lo," ucap Ling.


"Iya emang itu maunya Ailee. Jarang jarang kamu bawa Ailee di mobil kayak gini," gumamnya. Tak berselang lama Ailee pun kembali memejamkan matanya. Ia masih memeluk tangan Kalingga. Sedangkan pemuda itu, dia hanya diam saja seolah dia menerima jika tangannya di peluk oleh Ailee.


Perjalanan dari hotel menuju rumah Ailee terasa cukup singkat. Kalingga pun keluar lebih dulu ddn benar benar melakukan apa yang diperintahkan oleh Ailee tadi. Pria itu benar benar menggendongnya.


"Tuan muda, kenapa non di gendong?" Tanya Magi.


"Dia manja, makanya mau di gendong. Dia gak papa Magi," ucap Ling.


"Astaga, nona muda modusnya bisa aja," ucap Magi terkekeh. Ia pun mengikuti Kalingga naik ke kamar atas menuju kamar Ailee dan membukakan pintu kamar gadis itu. Setelah itu dia kembali turun ke bawah. Membiarkan nona muda dan tuan muda berduaan saja.

__ADS_1


Kalingga dengan perlahan menidurkan Ailee dkatas kasur milik gadis ini. Namun saat dia akan bangun setelah setengah menunduk, tiba tiba Ailee menarik tekuknya dan menyatukan bibir mereka berdua. Kalingga tentu tidak diam dalam ciuman itu, ia membalas ciuman Ailee. Saat ini, Ailee sudah pantau berciuman. Mungkin karena sudah sering ia cium?


Cukup lama mereka berciuman sampai akhirnya Ailee melepaskan tautan bibir mereka.


"Makasih udah anterin kesini. Ayang pulangnya hati hati," ucap Ailee, tangannya terangkat untuk mengusap bibir bawah Kalingga yang basah akibat ulahnya.


"Gue kira lo tidur, tahu lo bangun gini enggak gue gendong dari bawah. Lo berat," ucap Ling.


Ailee terkekeh. Ia pun bangun dan memeluk Kalingga. "Rasanya gak mau kamu pergi ke rumah kamu, maunya kamu sama aku terus. Jangan dulu punya pacara ya? Kalo kamu punya pacar Ailee gak bisa bebas peluk cium kamu lagi."


"Ngawur. Gue gak diijinin punya pacar sebelum bangun perusahaan. Gue, abang sama adek gak bisa pacaran karena mami sama papi larang kita dulu buat pacaran, mungkin nanti saat kuliah baru kami dibolehkan berpacaran," ucap Ling.


"Gak sanggup lihat kamu punya cewek lain," keluh Ailee.


"Bayangin gue bawa cewek gue ke hadapan lo, gue kiss dia, gue peluk dia di hadapan lo. Apa yang mau lo lakuin?" Tanya Ling.


"Bunuh ceweknya lah," ucap Ailee spontan.


"Kiss lagi," ucap Ailee.


"Enggak. Bibir gue udah bener bener gak suci lagi gara gara sering lo sosor," ucap Ling. Ia menarik pelan tangan Ailee yang sedang memeluknya. Namun bukan Ailee jika dia tidak melakukan gerakam cepat untuk mencium Kalingga.


"Hati hati pulangnya. Besok aku ke rumah kamu, mami kamu pengen bakso katanya," ucap Ailee.


Kalingga hanya mengangguk sekilas dan pergi dari kamar Ailee. Ia menutup pintu kamar gadis itu dan pergi dari sana.


Di depan, sudah ada Alvaro dan Petter yang baru sampai. Mereka berpapasan dengab Kalingga. Namun Kalingga hanya acuh saja dan masuk ke dalam mobilnya. Ia malas meladeni orang ini. Apalagi ia pernah mendengar Ailee menangis gara gara orang ini.


"Dia siapa?" Tanya Petter.


"Tetangga depan. Adek gue pulang sama dia ternyata," ucap Alvaro.

__ADS_1


"Cowoknya?" Tanya Petter.


"Maybe," ucap Alvaro.


Tiba tiba Magi datang menyambutnya dan Petter dan mempersilahkan Alvaro masuk.


"Ailee diantar dia?" Tanya Alvaro.


"Iya tuan. Nona diantar oleh tuan muda Lingga," ucap Magi.


"Hubungan adek sama dia sedekat itu?" Tanya Alvaro. Ia hanya berani menanyai Magi soal ini karena ia tidak mau bertanya pada Ailee. Sudah pasti gadis itu akan tutup mulut.


"Mungkin tuan. Selama ini mereka terlihat dekat, mungkin sudah beberapa bulan yang lalu. Nona sering diantar pulang jemput oleh tuan Lingga dan terkadang nona menginap di rumah keluarga Kavinder atas permintaan nyonya Ashel," ucap Magi.


Ternyata hubungan adiknya lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengannya. Jujur saja Alvaro sedikit tidak suka. Seharusnya Ailee dekat dengannya juga kan?


"Baiklah, terimakasih Magi. Silahkan pergi," ucap Alvaro.


"Baik tuan."


Kini tersisa Alvaro dan Petter saja. Mereka masih berada di rumah Ailee. Namun tak lama mereka keluar dari sana. Alvaro akan kembali ke penthouse miliknya begitu juga Petter.


"Kau tidak suka dengan pemuda itu ya?" Tanya Petter.


"Bukan tidak suka. Aku hanya tidak kenal dengan dia dan mungkin kau melihatnya aku tidak suka dengan dia," ucap Alvaro.


"Sepertinya adik ku sangat menyukai pria itu," sambungnya.


Tbc.


1 bab dulu ya ges, badan aku lg drop🤧

__ADS_1


__ADS_2