Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
29. Tanda Terima Kasih


__ADS_3

***


Pagi harinya, Ailee berangkat seperti biasa ke sekolah. Ia kembali dijemput Kalingga. Mereka berangkat bersama dengan Kairav dan Briella juga. Pagi yang indah di awali oleh Ailee. Setelah masalah semalam, akhirnya ia menemukan titik terangnya. Pelaku yang sebenarnya memang ketiga cowok itu. Mereka yang memulai masalahnya. Dan Ailee berharap malam ini mereka meminta bertemu dengannya. Bukan bermaksud untuk mengganti visor dan helm itu, melainkan untuk membuat perhitungan jika perlu. Kesal sekali rasanya Ailee pada mereka.


Ailee dengan sengaja memeluk tubuh Kalingga. Karena ketika dia memegang bahu Ling, pria itu selalu marah karena ia merasa seperti tukang ojek.


"Semalem lo keluar gak?" Tanya Ling.


"HAH? APA?" Tanya Ailee.


"Budeg. KELUAR MALEM TADI GA?" ucap Ling.


"OH, KENAPA EMANGNYA?" teriak Ailee.


"Nanya aja," ucap Ling namun tidak terdengar jelas oleh Ailee. Ailee sendiri hanya iya iya saja. Ia mendaratkan dagunya di bahu Kalingga. Tangannya juga tidak diam. Ia menekan nekan roti sobek milik Kalingga. Pria itu hanya berdecak kesal. Pasalnya gadis itu menekannya terlalu kuat. Ling terpaksa menggenggam tangan itu dan sedikit merem*snya. Terasa jika tubuh Ailee terkejut.


Ia pun melanjutkan lagi jalannya dan melepaskan tangan Ailee. Karena kesal Ailee pun sedikit mencubit perut Ling membuat pemuda itu bergerak dan motor sedikit oleng. Hampir saja mereka jatuh, namun untungnya Ling kembali menyeimbangkannya.


"MAAF," teriak Ailee. Ling tidak mendengarkannya dan kembali fokus pada jalanan, karena mereka sebentar lagi sampai di parkiran sekolah. Saat memasuki gerbang, Ailee melepaskan pelukannya pada Kalingga dan turun dari sana setelah motor Kalingga terparkir.


"Ada gosip loh Lee, gak asik sih semalem lo gak ikut," ucap Briella.


"Gosip? Gosip apa?" Tanya Ailee. Mereka berjalan menuju ke kelas bersama. Diikuti Kalingga dan Kairav.


"Jadi semalam gue ikut nongkrong sama bang-Kai sama kak-Ling. Nah waktu jalan pulang, ada sekumpulan cowok lagi adu otot. Enggak adu otot juga sih, salah satu cowok itu di keroyok sama tiga cowok yang lainnya. Kasihan banget tahu gak dia dikeroyok gitu aja," ucap Briella.

__ADS_1


"Wah? Beneran?" Tanya Ailee.


"Iya Lee. Gue kasihan banget, gue udah minta mereka berdua nih bantuin tuh cowok tapi mereka gak mau dengan alasan gak mau ikut campur. Ya udah kita cuma lihatin mereka sampe datang sekumpulan orang. Cewek cowok," ucap Briella. Ia mendudukan bokongnya diatas kursi miliknya yang ada di kelas.


Ucapan Briella tadi mampu membuat tubuh Ailee menegang dan terkejut namun untungnya ia dengan cepat mengendalikan dirinya.


"Lo lihat dong cewek ceweknya?" Tanya Ailee.


Briella menganggukan kepalanya. "Tapi gue gak kenal. Mereka yang enggak pake masker. Tapi ada satu cewek yang berani banget dia mecahin helm sama visor cowok cowok yang keroyok cowok itu. Terus gak lama dari itu cowok yang dikeroyok dibawa pergi. Gue masih penasaran sih sama cewek yang berani itu. Udah tampilannya keren abis, minusnya dia pake masker. Kan gak keliatan dari jarak jauh."


Ailee menghela nafasnya bersyukur karena Briella tidak mengenali wajahnya.


"Ya udah sih cewek itu gak penting. Yang penting kan lo gak papa," ucap Ailee tersenyum. Ia menepuk nepuk bahu Briella. Mereka pun menghentikan pembicaraan mereka karena guru mata pelajaran pertama sudah masuk ke kelas.


***


Semenjak Ailee keluar dari rumah sakit, ia belum mengucapkan terimakasih sembari membawa buah tangan untuk tante Ashel. Ia jadi terpikirkan untuk membuatkan tante Ashel makanan khas Indonesia, tapi apa ya? Fyi, kakek Ailee berasal dari Indonesia asli. Untuk itu Ailee juga fasih berbahasa Indonesia.


"Tante Ashel kan asli sunda. Tapi makanan apa ya? Apa bakso aja? Gue lihat lihat di story-nya dia bm bakso," ucap Ailee.


"Iya deh itu aja," ucapnya. Ailee pun bergegas mengganti baju dan mengecek bahan bahan di kulkasnya. Lengkap.


Ailee pun mulai berkutat dengan alat dapur untuk membuat bakso yang enak, seperti apa yang diajarkan oleh kakeknya. Ia sebenarnya sudah terpikirkan membuatkan ini untuk tante Ashel, makanya ia meminta kakeknya untuk mengirimkan berbagai jeroan sapi ke Boston. Tenang saja, dalam satu hari jeroan itu sudah sampai ke rumah Ailee karena kebetulan kedua orang tuanya baru pulang dari Indonesia.


Selain membuat bakso original, Ailee juga membuat bakso urat juga bakso mercon kesukaannya. Ailee memang dengan lihai menggunakan peralatan dapur.

__ADS_1


Sekitar dua jam lebih ia akhirnya selesai membuat bakso beserta kuahnya. Ailee juga menyeduh mie kuning dan bihun beserta sayuran toge dan sosin. Ia membawanya dalam satu wadah sekat empat. Sedangkan untuk bakso urat dan originalnya ia bawa dalam panci bulat berwarna pink. Untuk bakso merconnya di wadah terpisah. Ailee memang membuat cukup banyak, mengingat om Kavin juga sangat suka bakso.


Tadi ia sudah meminta penghuni mansionnya untun mencicipi bakso itu dan rasanya enak. Ailee pun segera pergi ke rumah Kalingga menggunakan mobil. Tak lama karena jarak mansion mereka dekat. Ia meminta pelayan di rumah Ling untuk membantunya membawa bakso itu.


"Weh, weh, weh. Paan nih?" Tanya Kairav saat Ailee sudah masuk ke dalam rumahnya.


"Ailee bawa apa?" Tanya Ashel.


"Sebagai ucapan terimakasih Ailee buatin tante makanan yang sering tante makan di Indonesia. Maaf gak ijin dulu buat kesini," ucap Ailee.


"Masuk aja, rumah ini terbuka buat kamu," ucap Ashel. Ia pun membuka panci pink yang dibawa oleh Ailee.


"Astaga! I-ini kamu dapet dari mana? Tante sama om kamu muter muter nyari beginian disini gak ada," tanya Ashel.


"Buat sendiri tante. Gak tahu rasanya bakalan sesuai sama tante apa enggak. Tapi orang orang di rumah Ailee bilang ini enak," ucap Ailee.


Ashel terharu. Ia pun memanggil keluarganya untuk makan bersama. Kuah bakso itu benar benar menggungah seleranya. Sungguh, Ashel senang sekali saat ini.


Semua keluarga Kavin sudah berkumpul di meja makan. Di depan mereka sudah terhidang makanan abang abang Indonesia yang sering keliling atau mangkal.


"Ailee juga buatin bakso mercon buat tante sama Briella. Tapi hati hati soalnya pedes banget," ucap Ailee.


"Astaga Ailee, ngerepotin kamu kan jadinya," ucap Ashel.


"Sama sekali enggak. Buat ini mudah kok, soalnya Ailee udah biasa buat ini buat Ailee sendiri," ucapnya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2