
***
Rasanya cukup nano nano sekali tadi. Untungnya Kalingga dengan cepat pergi ke kamar mandi dan menuntaskan keinginan miliknya untuk memuntahkan laharnya. Salahkan Ailee karena gadis itu sudah beberapa kali membuatnya tegang sampai sampai ia harus mandi. Gafis itu benar benar gila, hanya dengan sikap seperti itu saja mampu membuat milik Lingga tegang.
Kalingga keluar dari dalam kamar mandinya. Ia menggunakan kaos dan celana boxer pendek berwarna hitam. Ia mengusap usap rambutnya yang basah. Jelas saja ia harus keramas untuk mendinginkan kepalanya yang bergejolak akibat ulah Ailee.
Kalingga menyimpan handuknya pada tempatnya dan menyisir rambutnya. Setelah selesai ia ingin tidur, namun ia teringat dengan gadis itu. Apa dia masih tidur di balkon? Hari sudah mulai gelap. Kalingga pun keluar dari dalam kamarnya untuk melihat ke arah depan balkon kamar adiknya. Di sofa, gadis itu masih meringkuk. Sepertinya dia kedinginan. Kalingga pun keluar dari dalam kamarnya.
"Kebo banget," gumam Kalingga. Ia pun duduk di sebelah sofa yang di tiduri oleh Ailee.
"Bangun, pindah kamar Bri tidurnya," ucap Kalingga.
Ailee tidak bergerak sama sekali. Apa mungkin dia tertidur sangat lelap?
Kalingga mencoba menoel noel tubuh Ailee. Ada pergerakan. Gadis itu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Kalingga. Ailee sedikit membuka matanya dan menatap ke arah Kalingga.
"Ayang," gumam Ailee. Ia kembali memejamkan matanya namun Kalingga kembali membuat matanya terbuka.
"Pindah kamar Briella," ucap Ling.
"Maunya kamar ayang, bobo sambil peluk ayang kayak di apart kemarin," ucap Ailee.
Saat di apartement kemarin, Ailee memang memeluk Kalingga sepanjang malam. Ia benar benar merasa nyaman sekali disana. Apalagi aroma parfume Lingga yang menenangkan. Membuat tidurnya semakin lelap saja.
"Gak bisa. Yang ada gue sama lo langsung di nikahin. Lo mau nikah muda?" Tanya Ling.
"Mau asal sama ayang," gumam Ailee, namun Kalingga masih dapat mendengarnya.
"Sekalian gue unboxing mau?" Tanya Ling.
"Gak mau, punya kamu gak bakalan muat masuk punya aku. Punya kamu sih gede banget," ucap Ailee. Kalingga hanya tersenyum mendengar celotehan Ailee.
"Pindah kamar Lee, lo bisa masuk angin kalo tidur di luar gini," ucap Ling.
__ADS_1
"Males ih, maksa banget," ucap Ailee. Tapi gadis itu tetap bangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian bergerak mendekat ke arah Ling dan memeluk pria itu.
"Mau peluk dulu sebelum tidur, tapi kayaknya Ailee mau pulang aja. Biar tidur Ailee enggak keganggu lagi," gumamnya.
"Mau gue anterin?" Tanya Ling.
"Mau banget," ucap Ailee. Gadis itu pun mengurai pelukannya dan bangun dari sana. Ia masuk ke kamar Briella diikuti oleh Kalingga. Terlihat Briella yang tertidur dengan posisi tengkurap. Ailee hanya menggelengkan kepalanya. Lucu sekali sahabatnya itu. Mereka berdua keluar dari dalam kamar itu. Seperti biasa, Ailee. Berjalan perlahan dan sedikt pelan. Ia masih belum bisa berjalan normal.
"Om, tante," panggil Ashel pada Kavin dan Ashel yang sedang duduk di sofa ruang keluarga. Mereka tengah menonton tc.
"Loh, Ailee. Kenapa gak tidur. Pasti karena diganggu Lingga ya?" Tanya Ashel.
"Enggak kok tante. Ling enggak ganggu Ailee sama sekali. Justru dia baik mau nganterin Ailee pulang," ucap Ailee.
"Kenapa enggak nginep aja disini?" Tanya Ashel.
"Enggak tan, Ailee mau pulang aja. Lagian bokong Ailee udah mendingan juga," ucap Ailee.
"Beneran? Ya udah kalo gitu. Kalian hati hati pulangnya ya?" Ucap Ashel.
"Iya mi.
Ailee dan Kalingga berjalan keluar rumah menuju ke garasi. Kalingga memakai mobil untuk mengantarkan Ailee. Namun Ailee menolaknya dan tidak mau naik mobil. Ia justru menunjuk sebuah vespa warna kuning dan ingin diantarakan menggubakan vespa itu. Lingga sempat menolaknya namun Ailee tetap kekeuh ingin naik vespa. Lingga lagi lagi menghela nafasnya dan menuruti kemauan Ailee. Pria itu masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci motor vespa milik Kalingga dan menggunakan motor itu untuk mengantarkan Ailee.
Ailee naik vespa itu perlahan. Ia duduk menyamping di vespa itu. Kedua tangannya memeluk perut Kalingga daei arah samping. Seperti biasa, Ailee memasukan kedua tangannya pada baju Kalingga. Membelai dan meraba juga menggambar abstrak disana.
Kedua orang tua Ailee tidak jadi menjemputnya karena mereka ada urusan diluar. Alhasil Ailee diantar Ling pulang. Perjalanan tidak lama karena jarak rumah mereka sangat dekat.
"Makasih ayang, cepet suka sama Ailee biar bisa pacaran," ucap Ailee tersenyum.
Tuk.
"Ngawur," ucap Kalingga. Tangannya menjitak kening Ailee pelan. Ailee hanya mencebikan bibirnya dan menarik kepala belakang Ling kemudian berjinjit. Ailee kembali mencium Kalingga. Hanya kecupan. Namun ketika Ailee akan melepaskan ciumannya, Kalingga menahan pinggang gadis itu lalu kembali menyatukan bibir mereka. Kalingga bukan hanya mengecupnya tapi pria itu sedikit memagutnya juga menghis*pnya. Ailee yang sudah sering mendapatkan ciuman seperti itu pun jadi pandai berciuman.
__ADS_1
Cukup lama mereka berciuman sampai Ailee kehabisan oksigen baru Lingga melepaksan ciumannya. Tubuh mereka masih menempel meskipun bibir mereka sudah terpisah lagi.
"Masuk sana, terus ganti baju baru tidur," ucap Ling.
"Mau bobo sama kamu," ucap Ailee.
"Ngadi ngadi. Masuk gak?" Ucap Lingga.
"Ih, iya iya. Ailee masuk," ucap Ling. Ia punn melepaskan rangkulan tangannya pada pinggang Ailee. Namun sebelum Ailee masuk gadis itu kembali mengecup bibir Lingga.
"Besok jemput pokoknya gak mau tahu. Ailee belum bisa bawa motor. Pakenya motor ini jangan yang gede," ucap Ailee.
"Udah nyuruh, request lagi. Dasar gak tahu diri," rutuk Kalingga.
"Biarin. Sama calon suami ini," ucap Ailee.
Kalingga hanya memutar bola matanya malas.
"Ailee masuk dulu. Hati hati ya pulangnya. Jangan ngebut," ucap Ailee. Lingga hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.a
Ailee pun masuk ke dalam rumahnya bersamaan dengan Kalingga pergi dari sana. Gadis itu terus tersenyum mengingat kejadian tadi. Ciuman Kalingga benar benar memabukan.
"Non, gak papa? Magi denger non kecelakaan?" Tanya Magi saat Ailee sudah berada di dalam rumah.
"Enggak papa Magi. Ailee baik baik aja, nanti anterin makanan ke atas ya? Ailee gak mau turun lagi, badannya masih terasa sakit," ucap Ailee.
"Baik non. Ada lagi?" Tanya Magi.
"Enggak, itu aja," ucap Ailee. Magi mengangguk.
Ailee pun berjalana memasuki lift di rumahnya. Ia ingin ke kamarnya. Tubuhnya benar benar terasa pegal pegal, padahal tadi ia tidak merasakan apapun. Mungkin ini efek setelah terjatuh tadi. Ailee harus berendam dengan air hangat agar otot otot tubuhnya rileks dan badannya segar lagi.
"Vanesha gila! Awas aja ya lo bakalan dapet karma karena udah narik gue kenceng banget."
__ADS_1
Tbc.