
***
Bahagia datang setiap hari, hanya saja manusia kadang tidak menyadarinya. Bahkan jarang ada manusia yang bersyukur atas bahagia yang diberikan hari ini. Mereka tidak merasakan bahagia itu karena bahagia yang diberikan menurut mereka sangat lah kecil. Padahal, untung mencapai bahagia yang luas dan besar itu berawal dari bahagia yang kecil.
Ailee terkekeh pelan saat panggilan telepon di matikan oleh Kalingga sepihak. Gadis itu sudah sepenuhnya bangun karena panggilan itu. Sekarang sudah pukul sembilan malam, Ailee benar benar tidur dengan nyenyak hampir tiga jam lamanya. Sebelum keluar dari kamar, Ailee mencuci mukanya lebih dulu. Setelah selesai ia pun keluar.
Di ruang tengah, teman temannya masih seperti tadi sebelum ia tertidur. Namun Cita sudah tertidur di kursi. Sedangkan Angela dan Sopia ikut mabar mobile legend bersama dengan Rici dan Willem. Lalu William kemana?
"Simulasi meninggal lo? Lama banget tidurnya sampe sampe lo gak denger keributan tadi," ucap Angela.
"Ribut apa?" Tanya Ailee. Ia mengambil botol air mineral yang baru lalu meminumnya.
"William di labrak sama tiga cewek. Katanya mereka temenan tapi semuanya cewek William," ucap Sopia. Ailee hampir saja menyemburkan air mineral yang ia tenggak. Tiga cewek melambrak?
"Serius? Terus playboy itu kemana?" Tanya Ailee.
"Ya dia pergi bawa mereka jauh dari sini. Dia pake mobil lo," ucap Rici.
"Dih, main ambil gak bilang," ucap Ailee.
"Cita udah masuk ke kamar tapi lo gak bangun bangun. Ya udah William bawa pergi aja mobil lo," ucap Willem.
"Albert gak ada kesini?" Tanya Ailee.
"Gak ada. Kayaknya dia udah bosen," ucap Sopia.
"Tapi ngomong ngomong, lo mau kapan balik ke arena?" Tanya Rici.
"Emang kapan ada balapan lagi?" Tanya Ailee.
"Kalo gak salah malam ini juga ada," ucap Rici.
"Gue gak bawa Mimi, gak bisa gue sembarangan naik motor buat balap kalo gak bawa Mimi," ucap Ailee.
Mimi adalah motor kesayangan Ailee yang hanya ia gunakan untuk balapan saja. Entah kenapa gadis itu memberi nama Mimi pada motor besar kesayangannya.
"Ya ambil dulu lah Mimi-nya. Gue anter yok," ucap Rici.
__ADS_1
"Bokong gue masih sakit serius, gak boong. Tapi enggak sesakit kemarin sih," ucap Ailee.
"Ya udah gas balapan. Mereka kangen sama Queen katanya," ucap Rici.
"Hooh bener, anak anak tongkrongan aja nanyain mulu Queen kapan balap lagi," ucap Angela.
"Lusa deh gue gabung arena. Sekalian hubungin bang Max, gue mau balik arena lagi," ucap Ailee.
Willem dan Rici bersorak gembira karena akhirnya Queen kembali ke arena. Queen adalah panggilan anak anak tongkrongan SBA dan beberapa orang yang tahu saja. Queen adalah Ailee. Ia sengaja menyamarkan namanya.
"Good, ini baru sobat gue," ucap Sopia.
"Cita ngebo mulu dari kemarin. Woi Cit, bangun. Queen is back," ucap Angela. Cita hanya melenguh saja lalu kembali tidur.
"Udah biarin. Gue gak bisa balap hari ini, soalnya diawasi sama bokap. Yakali gak lucu kalo semua motor gue di sita," ucap Ailee.
"Ya udah gak papa. Gue hubungin bang Max dulu kalo gitu," ucap Rici. Ailee menganggukan kepalanya.
Huuuhhh, sudah lama ia tidak balapan dan ia akan kembali lagi ke arena. Entah hidayah apa yang datang ke pikirannya setelah tidur tadi. Yang jelas ia mengiyakan saja apa yang di inginkan teman temannya. Toh dia juga memang sudah memiliki niat untuk kembali sebelum SBA benar benar bubar.
"Kenapa lo? Di gampar?" Tanya Ailee.
"Iya anjir, gue di tampar sama tiga nenek lampir tadi. Sialan!" Umpat William.
"Makanya jadi cowok jangan rakus. Semua cewek lo embat, heran," ucap Sopia.
"Sopi sayang, jangan gitu deh. Mending lo tolongin gue. Pipi gue kebas banget ini," ucap William.
"Najis," ucap Sopia.
"Gitu amat sama temen," ucap William. Sopia menghela nafasnya dan pergi menuju kulkas untuk mengambil es batu. Ia pun memberikannya pada William.
"Sekalian kompresin dong. Nolongin kok setengah setengah," ucap William.
"Minta tolong kok seenaknya," ucap Sopia tak mau kalah. Ia mengompreskan es batu pada pipi William dan menekannya sehingga cowok itu kesesakitan.
Ailee hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah random teman temannya. Mereka ini ada ada saja.
__ADS_1
"Kunci mobil mana?" Tanya Ailee. William memberikan kunci pada Ailee.
"Thanks," ucap William. Ailee hanya mengangguk sekilas.
"Gue balik dulu deh, belum minum obat soalnya. Kalo ketahuan bokap kan lu pada tahu sendiri," ucap Ailee.
"Yo, tiati boss," ucap Willem dan Rici.
Ailee pun pergi dari markas SBA menggunakan mobilnya. Ia akan kembali ke rumahnya. Toh Albert tidak datang juga sampai saat ini. Sepertinya dia memang sudah bosan datang terus ke markas SBA. Ailee melajukan mobilnya. Ia berkendara dengan aman dan tenang. Malam sangat sunyi sekali.
Beberapa meter dari markas SBA, di persimpangan jalan ia melihat seseorang yang tidak asing. Disana ada satu perempuan dan tiga laki laki. Laki laki itu terlihat seperti akan mengganggu gadis itu.
"Vanesh? Ngapain dia malem malem disitu? Ada job b*?" Gumam Ailee.
Ia terdiam dulu disana. Memperhatikan ke empat manusia itu. Vanesha terlihat ketakutan. Tak berselang lama Vanesha berlari sekecang mungkin namun ia tetap tertangkap. Ailee mendengar teriakan Vanesha yang meminta tolong.
"Ini gue tolongin jangan? Dia udah jahat sama gue kemarin. Tapi gue kan manusia baik, masa iya gak nolongin," ucap Ailee. Gadis itu pun melajukan mobilnya menuju ke arah Vanesha dan tiga pria dewasa itu. Ia menghentikan mobilnya disana.
"Ya elah bro, masih zaman ganggu cewek? Mau di bawa ke gang gelap pasti terus lo anu ya?" Tanya Ailee saat ia keluar dari dalam mobil.
"Lo siapa?" Tanyanya.
"Aku? Siapa? Siapa hayo??" Ucap Ailee.
"Bangs*t! Lo ganggu kita aja," ucapnya.
"Enggak ganggu. Mau join malah," ucap Ailee.
"Sikat dia juga, dia lebih cantik dari cewek ini," ucap temannya yang memegangi Vanesha.
Temannya mengangguk dan mengambil tangan Ailee, namun sebelum itu Ailee lebih dulu menendang keras anu pria itu sampai pria itu jatuh ke aspal. Pria itu kesakitan memegang anunya karena Ailee menendangnya menggunakan tenaga yang kuat.
"Ayo om, mau gak sama aku? Dia aja sampe k.o," ucap Ailee.
Dua pria itu mengumpat dan berlari ke arah Ailee. Adu otot pun terjadi. Vanesha hanya bisa diam ketakutan.
Tbc.
__ADS_1