Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
196. Sipaling Independent


__ADS_3

***


"Ya udah, papi ikut maunya adek apa. Yang penting adek gak usah capek kerja, kamu gak kerja pun gak papa. Papi sanggup banget buat tanggung apapun kebutuhan kamu," ucap Kavin.


"Ish papi, kan udah adek bilang. Adek mau jadi wanita independent. Adek pengen jadi pengusaha wanita yang sukses. Jangan cuma cowok aja yang sukses, cewek juga harus," ucap Briella.


"Betul. Jangan karena kodratnya wanita itu hanya diam di rumah dan mengurus pekerjaan rumah, dia jadi tidak diberi ijin untuk menggapai cita citanya. Asalkan adek harus tahu batasan aja, waktunya nanti akan ada pria yang mendekati kamu. Mami gak larang, asalkan kamu jaga diri kamu. Godaan ketika berpacaran itu sangat tinggi," ucap Ashel.


Ia mengatakan ini pada anaknya sebab dia pernah mengalaminya. Memang dia tidak pernah pacaran, bahkan dengan Kavin pun dulu, dia tidak berpacaran karena langsung di jodohkan. Hanya melewati masa tunangan dan pernikahan. Baru setelah menikah Ashel mulai berpacaran dengan suaminya. Ternyata mengenal pria yang sekarang jadi suaminya ini plus minus sekali.


"Tergantung cowoknya sayang, jangan sampe kamu sama cowok bernadal apalagi cowok gak bener. Papi larang kamu," ucap Kavin.


"Harusnya gak kayak kamu aja sekalian mas," celetuk Ashel.


Kavin melotot seketika, pria itu pun bangun dan berhadapan dengan istrinya.


"Ulangi ucapan kamu yang," ucap Kavin.


"Bri pergi jajan dulu, bye," ucap Briella. Lebih baik pergi dari sana. Terlihat papinya yang akan marah pada maminya. Dari rautnya, tapi Briella yakin jika papinya itu tidak akan melakukan tindakan kekerasan pada maminya. Mengingat papinya sangat bucin akut pada maminya.


Briella memilih pergi karena dia memang ingin jajan keluar. Bukan di mini market, tapi ke pusat kota. Dia ingin makan burger dan ice tea. Membayangkannya saja sudah membuatnya ngiler tak tertahan.


Briella menyetir mobilnya sendiri. Dia tidak lagi memakai supir, sebab dia lebih suka pergi sendiri. Biasanya memang ada Kairav yang menemaninya, namun kali ini Kairav sedang tidur. Jadilah Briella berangkat sendiri.


Briella memilih drive tru saja, dia bisa memakannya nanti di dalam mobilnya. Untungnya area mansion yang ia tinggali berada di area pusat kota, jadi dia tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tempat yang ia inginkan. Hanya mengeluarkan waktu lima menit saja, Briella sampai ke tempat yang ia inginkan.


Briella langsung memesannya. Dia memesan dua beef burger extra cheese serta ice tea. Ditambah juga nugget dan kentang goreng. Briella memang hobby makan, makanan sebanyak itu bisa dia habiskan sendiri. Dia bahkan tidak memperhatikan bentuk tubuhnya agar body goals. Ia sedikit tidak peduli, toh ia melakukan itu karena dia suka. Suka makan.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Briella.


"Sama sama."


Briella kembali melajukan mobilnya menuju ke area parkiran. Namun area parkiran sangat tidak nyaman untuk makan. Disana ada beberapa mobil juga. Briella tidak jadi makan disana, dia pun melajukan mobilnya. Menuju ke tempat yang lebih nyaman untuk makan. Briella kembali melajukan mobilnya. Matanya celinguka mencari keberadaan tempat yang cukup nyaman. Tidak ramai dan tidak banyak orang juga. Briella tidak suka dengan keramaian.


"Disini aja kali ya? Gak terlalu sepi gak rame juga," ucap Briella.


Tak jauh dari area drive tru tadi, ada sebuah tempat seperti taman. Briella memilih disana sebab tidak banyak pengunjung. Hanya ada beberapa saja. Briella keluar dari dalam mobilnya sembari membawa makanannya. Ia memilih duduk cukup jauh dari beberapa orang. Briella ingin menikmati makanannya dengan tenang tanpa ada gangguan orang lain.


"Enak banget deh kalo bisa jajan tiap hari. Untungnya gue terlahir dari keluarga tajir melintir, mau apa aka pasti di turutin," ucap Briella.


"Bersyukur banget gue, makasih tuhan," sambungnya. Briella mengeluarkan burger miliknya dan memakannya dengan tenang.


Hampir semua makanan pernah dia coba. Dan sebagian besarnya dia sangat suka. Sebab semua makanan menurutnya enak enak. Bahkan Briella sangat ingin sekali menjelajahi dunia untuk mencoba banyak makanan yang ada di dunia. Sayangnya dia masih terhalang ijin orang tua. Briella di ijinkan pergi asal bersama dengan keluarganya. Alias mami, papi dan kedua saudaranya.


Saat sedang asik menikmati burger miliknya, tiba tiba seseorang duduk di sampingnya. Briella menghela nafasnya. Apa orang ini tidak lihat jika tempat ini dudah ia tempati? Disini masih ada beberapa bangku kosong, kenapa harus disini?


"Anda dengar tid-,"


Ucapan Briella terhenti saat kepalanya menoleh ke sampinganya, dimana disana ada pria yang kemarin bertemu dan berbicara dengannya di gudang mini market.


"Kamu marah saya duduk disini?" Tanya Klein. Yap, pria yang duduk di samping Briella adalah Klein.


"Ya iyalah, ganggu ketenangan aja tahu gak om. Kan disini banyak bangku yang masih kosong," ucap Briella.


"Tapi saya maunya deket kamu, Briella." Ucap Klein.

__ADS_1


Briella menghela nafasnya dan menatap sekilas ke arah Klein. Briella tidak banyak bicara lagi, dia kembali memakan beef burger miliknya.


"Kamu marah Bri?" Tanya Klein.


"Panggil yang lengkap, Bri cuma khusus panggilan keluarga dan kerabat dekat aja," ucap Briella.


"Maaf. Tapi saya suka manggil nama depan kamu seperti itu. Dan lagi, umur kita hanya berbeda lima tahun saja. Kamu jangan panggil saya om, panggil saya kakak saja," ucap Klein.


"Kenapa harus saya panggil om dengan sebutan kakak?" Tanya Briella.


"Karena lebih enak dengernya Briella. Gimana?" Tanya Klein.


"Gimana ya? Soalnya sama saudara kedua saya manggil dia kakak," ucap Briella.


"Ya sudah, abang saja," ucap Klein.


"Saya manggil abang cuma sama Kairav aja. Dia abang saya," ucap Briella.


"Jadi kamu punya dua kakak?" Tanya Klein. Briella menganggukan kepalanya. Gadis itu masih sibuk dengan burger dan ice tea miliknya. Bahkan dia tidak menawari Klein.


"Kalian beda berapa tahun?" Tanya Klein kepo.


"Sekitar lima menitan, abang pertama lahir lima menit kemudian kakak baru saya," ucap Briella.


"Jangan panggil saya, terlalu formal Bri. Kamu cukup panggil dengan sebutan aku - kamu saja. Panggil kakak juga," ucap Klein.


"Kakak aku sering ngasih aku jajan. Kayak es krim, boba, hot dog, sama jajanan yang lainnya," ucap Briella.

__ADS_1


"Itu gampang Briella, kamu mau apa saya belikan hari ini. Kamu bawa mobil? Biar saya ikut ke mobil kamu," ucap Klein semangat. Briella melirik ke arah Klein yang ada di sampingnya. Raut tatapan aneh kentara sekali di wajah Briella.


Tbc.


__ADS_2