Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
277. Kepo Is Care


__ADS_3

***


Gelaran pesta ulang tahun perusahaan Natapraja berlangsung lancar. Semua tamu undangan sudah hadir dan mulai memenuhi aula ballrom hotel. Sebelumnya Faraz sudah melakukan persiapan, tamu yang diundang sudah pasti akan cukup banyak. Makanya pria paruh baya itu juga membuka bagian sisi ballrom yang langsung terhubung ke area taman samping. Hotel ini sengaja dibangun olehnya. Selain berfungsi menghasilkan uang, hotel ini juga sering difungsikan untuk pesta besar seperti ini.


Ballrom ini tidak hanya dipakai sebagai tempat pesta, namun ballrom ini juga menjadi saksi bisu pernikahannya dengan Sarah dulu. Hanya saja belum ada bagian sampingnya.


Perusahaan induk Natapraja sudah sepenuhnya diambil alih olehnya. Praja mempercayakan perusahaan yang ia rintis dari nol pada putra semata wayangnya, Faraz yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah kandung dari Kavin dan Rafello.


Semua keluarga Natapraja sudah berkumpul sekaligus dengan Rafello dan keluarga kecilnya. Saat ini memang tidak ada ekspresi apapun saat lengan Rafello di gandeng oleh Ayu, istrinya. Rafello bertingkah seolah tidak pernah terjadi apa apa sebelumnya.


Selain keluarga Natapraja, keluarga Ashel dan Ayu juga datang. Sejak tadi Kavin dan Ashel saling berbicara dengan Cya dan Alex. Para anak anak sudah duduk di kursi mereka. Hanya minus Kalingga dan Ailee. Sebab kedua manusia itu masih dalam perjalanan.


Tak lama, munculah sosok yang ditunggu tunggu sejak tadi. Kalingga dan Ailee akhirnya tiba setelah keduanya sepakat untuk menunda dulu perdebatan mereka tadi. Ailee menggandeng tangan Kalingga. Keduanya berjalan bersama menuju ke arah kedua orang tua mereka yang sejak tadi sudah menatap mereka. Sepertinya akan ada sedikit omelan, wajar saja Kalingga datang terlambat. Namun dia tidak menyalahkan Ailee.


"Bjirrr, couple kita jadi pusat perhatian," ucap Briella bersemangat. Gadis itu tengah duduk bersama dengan Kairav, Rixel, Virendra dan Vanesha.


"Cih, gak cocok mereka jadi couple," ucap Vanesha.


"Gue gak nanya pendapat lo. Mendingan lo diem gak usah bertingkah. Gak cape apa dari minggu kemaren drama mulu," sindir Briella.


"Apa lo bilang?!" Ucap Vanesha emosi, bahkan gadis itu berdiri dari duduknya dan hendak melabrak Briella. Namun dengan cepat Viren menahan tangan adiknya dan menariknya untuk kembali duduk.


"Inget ucapan papa kalo lo masih mau keluarga lo utuh," bisik Virendra.


Sialan! Vanesha tidak bisa bergerak apalagi mendekat pada Kalingga. Papanya sudah mewanti wantinya untuk tidak melakukan hal hal aneh.


Sementara itu dilain sisi, Ailee dan Kalingga sudah bergabung dengan kedua orang tua mereka. Kalingga memang sengaja membawa Ailee duduk disini, sebab jika dia membawa Ailee duduk di meja yang ditempati saudaranya, mungkin pestanya akan kacau. Melihat disana ada biang masalah.


"Kenapa kalian lama sekali? Kalian gak aneh aneh kan? Apalagi Lingga," ucap Ashel.

__ADS_1


"Mami, gak baik loh kayak gitu sama Lingga," ucap Kalingga.


"Tadi Ailee yang lama tante, Ailee ketiduran jadi telat kesini," ucap Ailee.


"Gak papa Ail, kan udah dibilang gak usah dibahas," ucap Kalingga.


"Hm," ucap Ailee bergumam.


"Mama tadi udah bangunin kamu tapi kamu kebo banget," ucap Cya.


"Mama," geram Ailee pelan. Pasalnya mamanya ini mengatakan hal seperti itu di depan kedua orang tja Kalingga. Jelas saja Ailee malu.


"Sudah sudah, jangan berdebat. Acaranya akan segera dimulai," lerai Alex.


Acara memang sudah dimulai. Terlihat seorang pembaca acara mulai naik ke podium dan membuka acaranya. Acara pertama adalah sambutan kata dari Praja dilanjutkan pada Faraz. Setelah Faraz memeberikan sambutannya dilanjutkan dengan potong kue bersama sebagai tanda jika perusahaan Natapraja bertambah umur. Baru setelah sambutan tersebut selesai tamu undangan dipersilahkan untuk makan hidangan yang disediakan. Selain makan, beberapa tamu undangan juga ada yang sudah mulai berdansa.


"Woi anjir lo kemana aja? Kenapa gak bilang bilang kalo ke Boston, kan gue bisa nebeng buat jalan jalan biar gak gabut," serobot Briella saat Ailee dan Kalingga tengah mengobrol santai di dekat meja bar.


"Santai anjir, gue hampir keselek minum gara gara lo," ucap Ailee.


"Hehe, maap ya sahabat," ucap Briella. Ailee hanya menganggukan kepalanya. Gadis itu menyimpan gelas jus miliknya dan menepuk nepuk pundak Briella.


"Masih belum ada kabar?" Tanya Ailee berbisik.


Briella menggelengkan kepalanya, "Dia udah dewasa pastinya udah punya cewek. Lagian gue gak berharap kalo dia bakal balik lagi."


"Bisik bisik apa kalian?" Tanya Kalingga.


"Urusan cewek, Lingga. Kamu kepo banget," ucap Ailee.

__ADS_1


"Kepo is care, dear." Jawabnya.


"Gak gitu konsepnya kakak, gue sama Ailee punya privasi berdua yang gak boleh dibagi sama kalian. Meskipun kalian sodara gue," ucap Briella.


"What ever. Sekarang kakak ambil cewek kakak lagi, kakak pengen dansa sama dia," ucap Kalingga.


Kedua bola mata Briella membulat terkejut, "What?! Dansa? Serius kak?" Tanyanya heboh.


Kalingga hanya menaikan kedua alisnya sembari menggidikan kedua bahunya lalu menarik lembut lengan Ailee. Ailee tidak menolaknya, dia juga ingin berdansa, sama seperti kedua orang tuanya yang sudah berdansa sejak tadi.


"Gini amat nasib jomblo," gumam Briella. Gadis itu memilih duduk di tempat yang di duduki oleh Ailee tadi. Abangnya sedang mengobrol dengan Rixel dan Viren. Bahasannya tidak jauh jauh dari Hero yang ada di permainan yang sering ketiganya mainkan.


Di sisi lain, Vanesha mengepalkan tangannya saat melihat interaksi mesra antara Kalingga dan Ailee. Keduanya bahkan sudah mulai berdansa di tengah orang orang.


"Lihatlah kedua bibit unggul dari keluarga Natapraja dan Fox. Bisa kau bayangkan jika mereka menikah, akan seperti apa," ucap seseorang yang berada tak jauh dari Vanesha. Bahkan Vanesha dapat mendengar pujian itu.


"Kau benar. Bahkan keduanya terlihat sangat cantik dan tampan. Jika mereka menikah, mungkin saja mereka tidak akan bersaing di dunia bisnis. Apalagi keduanya benar benar memiliki backingan yang sama kuat."


"DIAM!!" Teriak Vanesha tak suka. Raut marah tercetak jelas di wajahnya. Bahkan kedua orang yang diminta diam pun menatap heran ke arah Vanesha.


"Dia kenapa?" Tanyanya pada teman disampingnya.


Pria disampingnya menggelengkan kepalanya tak tahu. Dia juga heran kenapa gadis ini tiba tiba berteriak dan meminta keduanya diam. Padahal keduanya tidak menganggu gadis ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vanesha.


Vanesha lantas pergi dari sana. Dia benar benar tidak suka melihat keduanya bersama. Apalagi orang orang disini sejak tadi terus memujinya. Rasanya kuping Vanesha sangat panas sekali mendengarnya.


"Gue benci lo, Ailee."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2