Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
92. Kecelakaan


__ADS_3

***


Perasaan Ailee benar benar campur aduk. Ia bahkan mengabaikan rasa sakit di kedua tangannya saat melajukan mobilnya menuju ke salah satu tempat. Ia meminta supir pribadi keluarganya pulang sendiri menggunakan kendaraan umum. Awalnya dia menolak, namun Ailee berkuasa disini. Dia bisa bebas pergi semau dia.


Ailee menuju ke suatu tempat. Tempat yang menjadi cikal bakalnya menjadi pintar balapan. Tadi dia mendapatkan kabar dari William jika Kalingga ada disana. Tanpa menunggu waktu yang lama, Ailee langsung menuju ke arena sirkuit. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga ia bisa dengan cepat sampai. Ailee masuk dengan mudah tanpa perlu ditanyai petugas keamanan di depan, hanya dengan melihat plat mobil QU 33 N, petugas keamanan disana langsung membukakan gerbangnya.


Ailee memarkirkan mobilnya di depan kantor sirkuit ini. Ia keluar dan berlari menuju ke arena balap. Banyak yang menyapanya namun Ailee hanya mengangguk sekilas. Dari kejauhan dia melihat motor yang ia kenali, itu motor Kalingga. Bagaimana dia bisa tahu tempat ini?!


"Anjai, gercep banget Queen kesini. Kayaknya dia cowok lo ya?" Tanya seorang anak SBA.


"Ssttt," ucap William.


"Siapa yang ngijinin dia masuk ke arena? Bukannya harus daftar dulu sebagai anggota supaya bisa masuk?" Tanya Ailee terengah engah. Sebab ia berlari cukup jauh.


"Santai bu boss, dia anggota kok. Dia pernah kesini sama orang yang namanya Ardian Arafi. Bang Max bilang, Ardian itu teman lamanya," ucap William.


What the fuc-


Kenapa dunia se-sempit ini? Ailee menghela nafasnya. Ia pun kembali melihat ke arah arena, Kalingga melaju dengan kencangnya.


"Bisa berhentiin dulu gak? Dia gak boleh masuk arena," ucap Ailee.


"No, no. Balapan gak akan berhenti sebelum ada yang masuk ke garis finish," ucap William.


Tiba tiba Ailee mendengar suara tubrukan yang cukup kuat. Ia lantas menolehkan kepalanya. Matanya membulat melihat motor Kalingga terjatuh dan berputar putar sembarang arah sampai menabrak banner sponsor yang dipasang di sisi sisi arena.


"Lingga," gumam Ailee. Gadis itu pun langsung berlari menuju ke arena. Dia berjalan menuju ke arah Kalingga. Bukan berjalan, melainkan berlari. Ia benar benar takut Kalingga kenapa napa.


"LINGGG," teriak Ailee.

__ADS_1


"Ailee," gumam Kalingga. Pria itu sempat mendengar suara Ailee memanggil namanya. Namun tak lama dia menutup matanya. Ailee menarik motor Kalingga dengan dibantu oleh William dan beberapa anak anak tongkrongan SBA.


"Lingga, bangun," ucap Ailee ia membantu Ling melepaskan helm milik pria itu. Pertahan dirinya benar benar runtuh saat melihat darah segar keluar dari pelipis Kalingga.


"LINGGAA BANGUN," teriak Ailee menggila.


"Tenang Ail, kita bawa dia ke rumah sakit," ucap William.


Ailee menggelengkan kepalanya. Ia memeluk kepala Kalingga, tidak mempedulikan darah yang mengenai bajunya. Bahkan Ailee merobek baju satin tidur yang ia pakai dibalik jaketnya. Ia langsung mengikat kepala Kalingga. Menahan keluarnya darah yang terus menerus mengalir.


"Will, lo ambil mobil gue di depan. Cepetan!" Ucap Ailee. Ia memberikan kunci motornya pada William agar Kalingga bisa dengan cepat ditangani. William langsung melesat pergi menggunakan motor Kalingga agar cepat sampai ke depan.


"Kalingga, bangun," gumam Ailee. Ia mengelus pelan pipi Kalingga yang sudah terkena darah dari pelipisnya. Ailee terisak nangis, ia benar benar tidak tega melihat Kalingga yang bersimbah darah seperti ini. Bahkan pria itu memejamkan matanya.


"Bangun Ling, jangan tinggalin aku. Aku sayang sama kamu," ucap Ailee pelan. Ia mendekatkan keningnya pada kening Kalingga. Air matanya mengalir pada pipi Kalingga.


"Jangan nangis," ucap Kalingga perlahan. Ia membuka matanya sedikit. Ailee langsung mengerjapkan matanya dan melihat ke arah Kalingga.


"Ling, bertahan. Aku mohon, jangan tinggalin aku. Aku gak sanggup ditinggalin kamu," ucap Ailee.


"Bukannya lo mau sama cowok lain? Gunanya gue masih ada apa?" Tanya Kalingga.


"Enggak! Aku gak ada cowok, aku cuma suka sama kamu. Enggak ada yang lain selain kamu," ucap Ailee. Kalingga tersenyum tipis mendengarnya. Kepalanya semakin sakit, ia sempat pingsan sebentar tadi. Namun tak lama ia kembali bangun setelah mendengar tangisan Ailee.


William datang membopong Kalingga bersama dua anak anak SBA masuk ke dalam mobil setelah Ailee masuk ke dalam mobil. William membawa mobil Ailee menuju ke rumah sakit. Ailee benar benar tidak berhenti menangis. Entah kenapa air matanya tidak mau berhenti keluar. Ailee benar benar tidak tega melihat Kalingga kesakitan seperti ini.


Dengan sisa tenaganya, Kalingga menarik jaket yang digunakan oleh Ailee sehingga bibir mereka bertemu.


"Argh," ringis Kalingga saat ia mengangkat kepalanya untuk mengecup bibir Ailee.

__ADS_1


"Masih sakit juga, sempet sempetnya nyosor," dumel Ailee.


"Gue tidur dulu," ucap Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya.


***


Keluarga Kavinder berbondong bondong datang ke rumah sakit setelah dihubungi oleh Ailee. Ashel sejak tadi terus menerus menitikan air matanya saat mengetahui kabar jika anaknya masuk rumah sakit. Mereka setengah berlari. Bahkan Kairav dan Briella juga dipaksa untuk bangun karena sodara mereka masuk ke rumah sakit.


"Ailee," panggil Ashel. Namun Ailee tidak menyahut. Gadis itu duduk terkulai lemas diatas ubin rumah sakit yang dingin. Tatapan gadis itu kosong. Bahkan di jaketnya terdapat banyak darah.


"Kamu gak papa?" Tanya Kavin setelah mendekat ke arah Ailee. Ia memegang kedua siku Ailee yang kembali terluka karena memaksakan diri membawa mobil.


"Sakit om," ucap Ailee. Ia menarik sikut kirinya.


"Maafin om, kamu gak papa kan? Kenapa banyak darah di jaket kamu?" Tanya Kavin.


"Ini, ini darah Kalingga," ucap Ailee pelan.


Mendengar ucapan Ailee, Ashel benar benar tidak bisa menahan tangisnya. Kavin dengan sigap langsung menahan tubuh istrinya yang hampir terhuyung. Sedangkan Ailee dibantu Briella dan Kairav.


"Mi, pi, abang sama adek bawa Ailee periksa lukanya dulu ya?" Ucap Kai.


"Iya. Kalian hati hati," ucap Kavin. Kairav mengangguk sekilas dan membawa Ailee masuk ke ruangan sebelah Kalingga untuk ditangani bersama dengan adiknya, Briella. Briella dan Kairav tidak bertanya apapun karena mereka tahu kondisi Ailee yang masih terkejut dengan kejadian ini.


Kairav dan Briella keluar setelah mengantar Ailee ke dalam ruangan.


"Bang, kenapa mereka berdua harus kecelakaan sih?" Tanya Briella purau.


Kairav menghela nafasnya dan menarik adiknya ke dalam pelukannya. "Takdir gak ada yang tahu dek."

__ADS_1


Briella menangis di dalam pelukan abangnya. Sebenarnya sejak tadi dia sudah ingin sekali menangis. Namun terpaksa ia tahan karena ia tidak mau membuat maminya khawatir dengan ia menangis juga.


Tbc.


__ADS_2