
***
Bagai disambar petir disiang bolong. Tubuh Ailee langsung terkulai lemas saat melihat brankar melewatinya, untungnya Kalingga dengan sigap menahan tubuh kekasihnya agar tetap berdiri di sampingnya. Dengan gerakan tangannya, Ailee menghentikan laju brankar yang sedang di dorong tadi. Kedua suster yang sedang mendorong brankar pun berhenti.
“Tol-ong buka,” ucap Ailee pelan.
“Jenazah sudah harus kami mandikan mbak. Keadaannya pun tidak layak dilihat,” ucap seorang suster.
“Kau tidak layak memutuskan. Cepat b-buka,” ucap Ailee.
“Baiklah,” ucap suster tersebut.
Ailee menarik nafas panjangnya, siap tidak siap dia harus menerima sebuah kenyataan. Entah itu kenyataan pahit atau manis. Ailee harus menerimanya. Degup jantungnya sejak tadi terus berdetak dengan cepat. Apalagi saat kain putih bagian atas muali terbuka. Itu bagian kepala, sebab Ailee melihat rambut yang sudah berkumpal dengan darah disana.
Kalingga menutup matanya saat kain terbuka sepenuhnya di bagian kepala, sedangkan Ailee memundurkan tubuhnya. Kondisi jenazah tersebut sangatlah hancur sekali di bagian wajah. Wajahnya benar benar tidak bisa dikenali. Darah segar terus mengucur sebagian juga ada darah yang sudah menggumpal. Mungkin karena sudah didiamkan beberapa menit.
“Mama,” lirih Ailee.
“Sayang!!” seru Kalingga terkejut saat kekasihnya kembali terkulai lemas ke atas lantai yang dingin.
Tak lama setelah Ailee terduduk diatas lantai, datang Atmajaya ke arahnya. Pria itu sudah meminta kedua suster membawa pergi jenazah tersebut. Pria paruh baya itu pun berjongkok dan memegang kepala Ailee.
“That’s not your mother, darling.”
Ucapan lembut kakeknya sedikit membuat Ailee menoleh dari lamunannya. Kentara sekali wajah Ailee yang sangat syok itu. Sejak tadi Atmajaya sudah menduganya. Menduga jika cucu kesayangannya ini menduga kedua orang tuanya sudah meninggal.
“Where are they?” Tanya Ailee pelan.
“Mereka ada dan selamat. Ayo bangun, kasihan kekasih kamu sejak tadi terus menahan tubuh kamu,” ucap Atma
“Tidak apa apa grand,” ucap Kalingga. Pria itu sama sekali tidak keberatan karena terus menahan tubuh kekasihnya.
Kalingga pun mengangkat tubuh Ailee dan menggendongnya menuju ke kursi panjang yang ada di depan ruang UGD. Disana ada maminya beserta dengan oma Sarah.
__ADS_1
“Ail sayang, kamu baik baik saja?” Tanya Ashel.
Ailee menggelengkan kepalanya. Bohong jika dia saat ini baik baik saja. Perasaannya benar benar hancur. Dalam satu malam ia hampir kehilangan kedua orang tuanya. Bahkan tadi dia sudah menduga jika yang dibawa di brankar tadi adalah mamanya. Mengingat untuk terakhir kalinya dia tidak melihat seperti apa keadaan kedua orang tuanya. Saat sampai di rumah sakit pun kedua orang tuanya sudah masuk ke ruang UGD dan sedang ditangani oleh Dokter.
Ashel menghela nafasnya dan menarik anak kecil itu ke dalam pelukannya. Anak kecil yang dulu selalu ia asuh bersama ketiga anaknya kini sudah tumbuh dewasa. Bahkan seiring berjalannya waktu menuju kedewasaan, masalah yang di lewati pun tentunya banyak. Anak ini memang tidak pernah bercerita dia kenapa, namun Ashel tahu jika anak ini sedang tidak baik baik saja.
"Sudah sayang, mama kamu gak akan seneng loh lihat kamu kayak gini," ucap Ashel.
Ailee tidak menjawabnya dan memilih memeluk tantenya ini. Yang mungkin nantinya akan menjadi ibu mertuanya jika takdir berkehendak.
"Keadaan mama sama papi gimana?" Tanya Ailee.
"Mereka sudah ditangani dokter. Papi kamu berhasil melewati masa kritisnya sedangkan mama kamu masih belum," ucap Ashel.
"Kritis," lirih Ailee.
"Iya. Mereka berdua tertimpa lampu gantung, namun untung saja mereka masih bisa selamat. Kamu harus yakin sayang, mama sama papi kamu pasti akan baik baik saja. Mereka orang orang yang kuat. Begitu pun kamu, kamu harus kuat untuk menjaga kedua orang tua kamu. Jangan lemah kayak gini, Ailee yang tante kenal gak kayak gini loh," ucap Ashel.
Ailee mengangguk sekilas dan menyeka air matanya menggunakan tangannya. Perasaannya sudah lebih tenang. Berbeda dengan tadi, pikirannya sedang lost control, jadi Ailee tidak bisa berpikiran terbuka seperti biasanya.
"Kenapa sayang? Ada yang sakit?" Tanya Atma.
Ailee menggelengkan kepalanya, "Ini sudah larut malam, lebih baik grand pulang dan istirahat. Biar Brixy yang disini jaga mama sama papi."
"Tidak mau sayang, mereka berdua anak anak grand. Sudah seharusnya grand menjaga mereka berserta kamu disini," ucap Atmajaya menolak.
"Grand, kesehatan grand akhir akhir ini menurun. Brixy gak mau grand kenapa napa. Sudah cukup mama sama papi aja yang masuk ke gedung seperti ini. Brixy mohon, Brixy akan baik baik saja disini," ucap Ailee.
"Tapi-,"
"Grand," ucap Ailee memohon. Jelas saja dia tidak akan membiarkan kakeknya ini diam disini. Kakeknya ini sudah cukup tua dan membutuhkan banyak istirahat. Dan lagi Ailee tidak mau ada lagi keluarganya yang masuk ke rumah sakit seperti ini.
"Benar grand, biar Kalingga yang menemani Ailee disini. Grand pulang dan istirahat," ucap Kalingga.
__ADS_1
Atmajaya menghela nafasnya, "Baiklah. Aku akan kalah jika melawan anak muda seperti kalian. Ingat Kalingga, grand percayakan keamanan cucu grand ini kepada kamu."
"Tentu grand, Kalingga akan menjaganya," ucap Kalingga tersenyum tipis.
"Moran, aku titip grand ya? Maaf merepotkan," ucap Ailee pada Moran. Pria itu memang sejak tadi terus diam disana menemani Atmajaya.
"Tenang saja, kakek mu aman bersama ku. Kalau begitu aku pamit pulang bersama kakek," ucap Moran. Ailee mengangguk.
Atmajaya dan Moran pun pergi dari sana, disusul oleh Ashel dan Kavin. Sudah larut malam juga, mereka semua harus pulang. Yang tersisa disana hanya Kalingga dan Ailee. Mereka masih menunggu di depan pintu ruangan UGD. Ailee masih belum diijinkan menjenguk kedua orang tuanya.
Ailee mengernyitkan kedua alisnya saat melihat tatapan sinis dari Kalingga.
"Kenapa?" Tanya Ailee.
"Siapa Moran? So kenal banget kalian berdua," ucap Kalingga.
"Marahnya pending dulu bisa? Aku lagi butuh dada kamu," ucap Ailee.
"Buat apa?" Tanya Kalingga.
"Buat aku bikin dada geprek, bosen kalo pake dada ayam terus," ucap Ailee kesal.
"Jahat banget sih yang," ucap Kalingga. Pria itu mendekat ke arah kekasihnya dan duduk disamping Ailee. Satu tangannya dipindahkan ke belakanh tubuh Ailee. Dan Ailee pun langsung menyandarkan kepalanya di tempat ternyamannya.
"Jangan marah dulu, aku gak sanggup bujuk kamu kalo sekarang. Pikiran aku lagi over banget," ucap Ailee.
"I now. Aku hanya ingin bercanda agar perasaan kamu tidak terus tegang," ucap Kalingga. Pria itu memeluk tubuh kekasihnya dengan penuh kasih sayang.
"Aku takut Lingga," ucap Ailee pelan.
"Om sama tante akan baik baik saja. Kamu harus percaya sama mereka, sayang."
Tbc.
__ADS_1
Widih 1 oktober. 2023 ngebut banget woi😭😭😭🤏