Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
169. Adu Otot


__ADS_3

MAKASIH UNTUK READERS YANG MASIH BERTAHAN DISINI. MAAF KALO JARANG CRAZY UP BAHKAN GAK PERNAH BEBERAPA BULAN TERAKHIR. AUTHOR BENER BENER SIBUK KERJA DI REAL LIFE. DOAIN AJA YA SEMOGA SEMUANYA CEPET BERES DAN NORMAL LAGI. EKWKW


support kalian bener bener moodboster banget. Tp makin kesini sepi banget. Ya wajar aja sih, soalnya kan gk prnh crazy up...


***


Citra seorang murid baik dan tidak banyak tingkah pun seolah sudah lenyap dari diri Kalingga. Pria itu dengan membabi buta memukuli Fade sampai pria itu tidak bisa bangun lagi. Dia hanya mengeluarkan suara batuknya, selain itu dia hanya diam. Terlihat kesakitan namun seolah diam menikmati pukulan Kalingga.


Kalingga, pria itu memiliki emosional yang cukup tinggi. Baru saja Fade menyinggungnya jika Ailee adalah miliknya. Tentu saja Kalingga tidak menerima, karena bagaimana pun Ailee pacarnya. Dan sudah sejak lama menjadi miliknya juga. Sedangkan Fade, dia siapa? Bisa bisanya langsung mengklaim Ailee miliknya. Pria bodoh!!!


Ailee hanya terduduk lemas. Ini kali pertama dia melihat Kalingga semarah itu. Sebelumnya dia tidak pernah melihat Kalingga seperti itu, jelas saja dia terkejut sekaligus takut. Fade terlihat seperti samsak yang sedang dipukuli oleh Kalingga.


Cukup lama Kalingga memukuli Fade sampai akhirnya datang seorang guru memisahkan mereka. Kalingga langsung berjalan ke arah Ailee dan menghiraukan ucapan guru tadi untuk datang ke ruang BK.


Kalingga tidak banyak bicara, dia hanya menarik Ailee dan memangkunya. Ia membawa Ailee pergi ke parkiran, sebab disana ada mobilnya. Untungnya dia sudah selesai mengerjakan ujiannya.


"Mr. Alister, anda kami tunggu di ruang BK," ucap seoranf guru.


"Panggil saja papi saya," ucap Kalingga acuh. Dia pun berlalu dari sana meninggalkan Fade dan guru tersebut. Kalingga benar benar tidak peduli dengan reputasinya, yang jelas dia berhasil menumpahkan semua dendamnya pada Fade.


Iya, dendam. Sebab sebelum Kalingga dan Ailee berpacaran, Fade sudah lebih dulu mencari gara gara dengan mendekati Ailee dan hendak menciumnya. Hari ini pun terjadi lagi. Entah kapan dia akan berhenti.


Kalingga memberikan air mineral yang selalu ada di dalam mobilnya pada Ailee. Kebetulan area parkiran masih sepi, masih ada beberapa menit lagi untuk keluar dari dalam kelas. Kalingga mengeluarkan ponselnya, entah dia akan melakukan apa Ailee tidak tahu.


Jujur saja dia masih sedikit takut dengan pria ini. Emosinya tadi sangatlah meledak. Sepertinya Kalingga memang memiliki sifat amarah yang sulit diredakan. Ailee terdiam, dia tidak tahu harus apa. Sebab dia masih ketakutan dengan Kalingga. Bahkan dia menjaga jarak dari Kalingga.


Kalingga tahu, Ailee memang takut padanya. Sebab itu dia mendiamkan wanita itu sebentar sebelum akhirnya menariknya dan memeluknya.


"Lo takut sama gue?" Tanya Kalingga. Ailee menggelengkan kepalanya pelan. Meskipun sebenarnya dia memang sangat takut.


"Kalo gak takut, kenapa nunduk?" Tanya Kalingga. Lagi lagi Ailee hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Kalingga menyandarkan kepalanya pada kursi mobil. Mereka berdua duduk di kursi penumpang. Kalingga terus menatap Ailee. Lucu sekali, biasanya gadis ini akan beringas dan tidak takut apapun. Tapi ketika dia melihat Kalingga seperti tadi, nyalinya langsung menciut.


Kalingga sudah tidak tahan lagi, dia butuh ketenangan. Emosinya masih belum stabil. Dia pun memaksa menarik tubuh Ailee dan mendudukannya di pangkuannya. Kalingga langsung memeluknya dan menghirup aroma memabukan tubuh gadis itu.


"L-ling," ucap Ailee.


"Jangan takut, gue gak akan kayak gitu ke lo," ucap Kalingga pelan.


"Peluk gue," ucap Kalingga.


"Takut kamu," ucap Ailee.


Kalingga tersenyum kecil mendengarnya. "Gue gak akan bunuh lo. Gue cuma mau lo, kalo perlu kita ke apart sekarang. Gue bener bener butuh ketenangan."


"Disini dulu, aku takut kalo ke apart pas kamu lagi emosi kayak gini. Yang ada kamu..," ucap Ailee menggantung.


"Unboxing lo?" Tanya Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya.


"Kenapa? Bukannya banyak remaja di sekolahan juga yang sering melakukan itu?" Tanya Kalingga.


"Gadis baik, pantes mami suka sama lo," ucap Kalingga.


Ailee tersenyum dan membalas pelukan Kalingga lebih erat lagi. Dia senang karena Kalingga paham dan tidak memaksakan kemauannya. Ailee senang pria ini berpikir logis dan berpikir jauh ke depannya.


"Gak takut gue lagi?" Tanya Kalingga.


"Enggak, sekarang kangen. Pengen peluk kamu," ucap Ailee.


"Ujiannya udah beres?" Tanya Kalingga.


"Udah, tadi itu kebelet pipis terus keluar. Sialnya udah gak bisa nahan lagi jadi kepaksa keluar pas sebelum jam pulang. Ternyata pas beres pipis, ada manusia gila itu nungguin di depan pintu masuk toilet. Dia nyebelin banget mas, aku gak suka," ucap Ailee.

__ADS_1


"Udah gue gebukin sebagai balasannya karena udah klaim lo miliknya. Lo cuma milik gue, paham?" Tanya Kalingga. Ailee menganggukan kepalanya patuh. Dia terus memeluk Kalingga. Ketakutan tadi kini berubah menjadi rasa nyaman. Entah kenapa pelukan Kalingga selalu membuatnya senyaman ini.


Sementara itu dilain tempat, tepatnya di kelas. Briella buru buru keluar membawa tas dan barang barang Ailee yang tertinggal disana. Ia bahkan tidak mengatakan apa apa pada guru itu tentang Ailee. Dia sangat cemas, sahabatnya baru saja terkena musibah.


Diluar kelas, ada Kairav yang menunggunya. Mereka berdua memang sudah dihubungi oleh Kalingga. Kairav tidak banyak bicara begitu juga dengan Briella. Keduanya langsung berjalan bersama menuju ke parkiran. Di pertigaan lorong, mereka melihat orang suruhan papinya. Kairav lantas memberikan kunci motornya untuk dibawa pulang, sebab dia akan pulang membawa mobil Kalingga.


Ceklek.. brugh..


Bunyi pintu mobil dibuka, Ailee dan Kalingga kompak melihat ke arah pintu mobil. Masuklah dua kembar yang sejak tadi khawatir dengan keadaan kedua manusia yang baru saja berpacaran itu.


"Diem disini," ucap Kalingga menahan tubuh Ailee agar tidak turun dari atas pangkuannya.


"Malu Ling," ucap Ailee pelan.


"WE BANGZAT, LO GAK PAPA? KENAPA GAK NGAJAK KE KAMAR MANDINYA SIH ASTAGA," teriak Briella frustasi. Pasalnya Ailee memang sering diganggu oleh Fade, ia jadi ikut ikutan kesal.


"Gue baik baik aja. Kakak lo nih malah adu otot sama cowok gila itu," ucap Ailee.


"Yakin? Punggung lo gak sakit?" Tanya Kalingga sembari menekan punggung Ailee.


"Ashhh, sakit Ling," ucap Ailee meringis kesakitan.


"Nahkan, lo berdua terluka. Rumah sakit aja ya?" Tanya Kairav.


"Gak. Pulang," ucap Ailee dan Kalingga barengan.


"Jodoh fiks," ucap Kairav. Pria itu melajukan mobilnya menuju ke rumah Kavinder. Tentu saja dia akan menurutinya, jika tidak yang ada Kalingga akan mengamuk tidak jelas.


Ailee sendiri masih tetap diam di atas pangkuan Kalingga. Dia sebenarnya malu, tapi ya sudah mau bagaimana lagi. Kalingga tidak mau dia turun dari pangkuannya.


"Ceritanya nanti di rumah ya Lee. Gue kepo," ucap Briella.

__ADS_1


"Oke," ucap Ailee. Sebenarnya gadis itu sedikit kegelian akibat Kalingga yang bernafas di area lehernya. Apa pria ini tidak malu? Di depan mereka ada kembarannya?


Tbc.


__ADS_2