
***
Kairav tersenyum melihat sikap peduli kedua adiknya. Ailee memang sudah seperti keluarga mereka sendiri. Wajar saja mereka tumbuh dan dewasa bersama. Jadi tidak pelu heran jika Ailee diperlakukan sama, selayanya seperti anggota keluarga juga.
Kairav yang sejak tadi diam pun mendekat dan angkat bicara. “Apa yang dibilang Kalingga sama Briella itu bener Lee. Lo mending disini dulu. Disini ada Briella sama mami yang bisa bantu lo buat sekedar ke kamar mandi. Kalo disana kan Magi enggak stay di kamar lo terus,” ucapnya.
“Bener itu Lee. Pokoknya gue gak bakalan biarin lo pergi sekarang meskipun itu ke rumah lo sendiri. Gue sebagai sahabat yang baik sekaligus calon adik ipar lo bakalan jagain lo disini,” ucap Briella.
Jika sudah ditahan seperti ini, tidak ada lagi jalan untuk Ailee pulang. Semau apapun dia memaksa jawabannya akan tetap sama. Baik Briella atau pun tante Ashel, keduanya sudah pasti akan menahannya disini.
Lagian kenapa dia harus demam sih?! Dan kenapa harus demam tiba tiba disini? Kenapa tidak saat dirumahnya nanti saja. Sakit yang datang kali ini benar benar membuatnya pusing sekali.
"Makasih buat kebaikan kalian bertiga. Tapi gue gak mau disini, lagi pula demamnya juga bakalan reda kok nanti. Gue harus pulang," ucap Ailee.
Dia tidak mau berada disini, dia sebenarnya bukan tidak nyaman, hanya saja dia ingin menjauhi Kalingga. Mungkin dengan cara itu demamnya bisa mereda. Ia sakit juga gara gara pria itu. Jika saja dai tidak memaksanya menangis, mungkin Ailee tidak akan demam. Percuma menjadi orang yang mendengarkan tangis dan kesakitan Ailee jika dia adalah hal yang membuatnya menangis dan merasakan sakit. Sama saja bohong bukan?
"Lee, nginep aja. Jangan pulang," ucap Briella.
"Gak bisa Bri, lo tahu gue gimana kan? Gue mohon, kali ini aja," ucap Ailee.
__ADS_1
Briella terdiam. Selama ini ia memang tidak pernah menerima permohonan seperti ini. Ailee terlalu baik untuknya, dia bahkan tidak pernah mendengar permohonan apapun. Dia jadi bingung antara mengiyakan kemauan Ailee atau membiarkan Ailee pulang. Briella tahu, di rumah Ailee juga ada Magi yang selalu siap sedia dua puluh empat jam. Dia mengatakan hal tadi hanya untuk menahan Ailee agar tetap disini.
"Gue harus pulang. Dari kemarin gue gak pulang ke rumah, gue nginep di apartement. Takutnya malam ini orang tua gue datang," ucap Ailee.
Briella menghela nafasnya dan mengangguk. Dia memberikan ponselnya pada Ailee. Ailee memang berniat menghubungi Magi, memintanya mengirimkan kendaraan untuk menjemputnya. Sedangkan Kalingga terdiam, demi apapun dia tidak akan membiarkan Ailee pergi. Tapi kenapa adiknya malah memberikan akses?
"Biarin, jangan lo kekang terus. Gak kenyang semaleman sama Ailee?" Tanya Kairav berbisik. Sengaja agar Briella tidak mendengarnya. Kairav tahu itu karena Kalingga memberitahunya.
Kalingga selalu berpikir jika lebih baik dia jujur saja pada abangnya, ia kurang untuk berbicara dengan Briella. Adiknya itu masih belum dewasa. Dia tidak akan mengerti.
Kairav mengkode pada Kalingga untuk keluar sebentar. Ada hal yang ingin dia bicarakan. Begitu juga dia ingin memberikan waktu pada Ailee dan Briella.
"Gue gak mau dia pulang," ucap Kalingga membuka percakapan.
"Dia punya hak buat pulang, sedangkan lo gak punya hak buat nahan dia," ucap Kairav.
"Tapi kenapa? Dia kan temen gue, sahabatnya Briella juga. Apa salahnya gue nahan dia? Toh ini juga buat kebaikan dia," ucap Kalingga.
"Gak salah kalo buat kebaikan dia, tapi kembali lagi Ling, lo sama dia statusnya apa? Gak lebih dari temenan kan? Jadi ya udah bersikap sewajarnya aja. Selayaknya kayak temen," ucap Kairav.
__ADS_1
"Emang gue bersikap kayak gini buat dia berpikiran aneh?" Tanya Ling.
Astaga, adiknya ini memang minim pengetahuan tentang perempuan. Dia kurang berguru pada om Fello sepertinya, berbeda dengan Kairav. Hampir setiap saat dia selalu menanyakan seperti apa caranya mendekati perempuan. Ia tahu dari maminya jika om Fello dulunya adalah f*ck boy, alias punya pacar lebih dari satu.
"Aneh, perhatian lo terlalu berlebihan untuk dikatakan sebagai teman. Coba kalo lo jadi cowoknya Ailee, meskipun belum ada ikatan yang kuat, setidaknya lo sama dia udah komitmen buat jalin hubungan. Baik lo atau pun Ailee sama sama punya hak untuk melarang," ucap Kairav.
"Lo tahu alasan gue kan kenapa gak pacaran sama dia, gue belum punya apa apa. Gue masih sekolah, dan gue cuma mau fokus ke sekolah. Gue gak mau pikiran gue kebagi bagi sama pacaran," ucap Kalingga.
"Ya kalo gitu, lo bersikap selayaknya temen aja. Briella yang sahabatnya aja biarin Ailee buat pulang. Kok lo enggak," ucap Kai. Kalingga terdiam mendengarnya. Kenapa harus ada kata pacaran? Kenapa tidak menjalaninya biasa saja agar semuanya berjalan seperti biasa?
"Saran aja, Ailee statusnya cuma temen lo. Gue sebagai abang cuma mau yang terbaik buat lo. Gimana pun lo adek gue juga. Ailee gak bakalan nurut kalo lo masih gantung status kalian. Kalo emang suka ya lo bilang, masalah lo belum punya apa apa, kan semuanya bertahap. Lo bisa kok bagi waktu buat belajar, di rumah, sama pacaran. Itu pun kalo emang lo gak mau Ailee sama yang lain," jelas Kairav. Diam diam dia tersenyum melihat raut bingung sekaligus cemas di wajah adiknya.
"Cewek itu selalu mengedepankan perasaan. Semakin lo bersikap baik, maka Ailee akan semakin jatuh sama pesona lo. Mau sejahat apapun lo, dia bakalan tetep suka sama lo. Bukan karena bodoh, tapi karena Ailee suka lo dari hatinya. Perasaan Ailee murni. Gak pandang lo siapa dan dari keluarga mana. Selama ini gue lihat, dia udah banyak keluar effort buat deketn lo. Sedangkan lo apa? Jangankan buat dia bahagia, buat dia gak sakit hati aja gak bisa," ucap Kairav.
Tentu saja sebagai abang dia ingin yang terbaik untuk adiknya. Baik Briella atau pun Kalingga. Setelah kedua orang tuanya dia memiliki peran penting untuk kedua adiknya. Cukup berat memang membawa gelar anak pertama apalagi laki laki, tapi dia yakin dia bisa
"Pikirin dari sekarang, kalo emang lo gak mau sama Ailee biarin dia pergi. Pergi dalam artian buat dia melupakan perasaannya sama lo. Biarin dia bahagia sama cowok lain. Gimana pun dia berhak bahagia Ling. Inget kata kata gue, pikirin baik baik. Ambil cinta murni Ailee atau lepasin cinta murni itu, biarin cinta murni Ailee tumbuh buat pria lain," ucap Kairav.
Tbc.
__ADS_1
Weehhh, lop deh sama babang kai🤪🤪