Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
155. Terdeteksi Bucin


__ADS_3

***


Ciuman Kalingga benar benar memabukan. Rasanya Ailee benar benar tidak tahan sekali. Posisinya saat ini berbalik, Ailee jadi berada dibawah tubuh Kalingga. Pria itu bahkan merendahkam kursi kemudinya sehingga saat Ailee duduk ia sedikit tertidur. Tangan pria itu memang tidak mengerayangi tubuh Ailee, namun ciumannya sangat agresif dan juga sangat menuntut. Kalingga benar benar terlihat seperti seseorang yang sedang kesetanan.


Ailee sendiri mencoba mengimbangi ciuman Kalingga. Dia sedikit pening dengan Kalingga yang terus menciumnya. Bahkan Ailee tidak diberikan jeda untuk bernafas, bisa bisa Ailee kehilangan nyawanya.


Tapi rasanya itu tidak lucu! Apa kata dunia jika kabar matinya dia karena kehabisan nafas ketika berciuman. Yang benar saja, mungkin orang orang bukannya bersedih malah akan menertawainya.


"L-ling-ghh," ucap Ailee terbata.


"Le-p-paash." Ailee benar benar kehabisa nafas akibat Kalingga. Pria ini benar benar tidak akan melepaskannya sepertinya. Ada sedikit rasa menyesal, namun ini terjadi juga akibat ulahnya yang memulai duluan. Es krim sudah tidak ada, sebab Kalingga terus membalurkan es krim.pti pada bibir, leher dan dada atas Ailee. Tidak sampai ke squishynya, tenang saja. Kalingga masih sedikit waras.


"Nggh, awas," ucap Ailee sembari mendorong tubuh Kalingga agar menjauh.


"Gue bisa jatuh," ucap Kalingga. Pria itu memegang sisi kiri dan kanan kursi kemudi yang di duduki Ailee.


"Abisnya nafsuan banget. Kamu nafsuan sayang," ucap Ailee. Gadis itu berusaha mengatur nafasnya. Kedua tangannya memegang dada Kalingga, lebih tepatnya memegang pinggiran resleting jaket yang dipakai pria ini.


"Salah siapa mancing duluan. Makanya jangan so soan mancing kalo gak mau diladenin," ucap Kalingga.


"Jangan nafsuan sayang, aku capek ladeninnya," ucap Ailee. Dia benar benar kehabisan nafas sampai dia sulit mengatur nafasnya. Nafasnya masih ngos ngosan.


"Lemah banget, belum ke permainan inti loh," ucap Kalingga. Pria itu menangkup wajah Ailee dengan kedua tangannya.


"Jangan. Belum nikah," ucap Ailee pelan.


"Setelah nikah, boleh?" Tanya Ling.


"Bukan boleh, itu harus. Aku juga mau, tapi emang kita bakalan nikah Ling?" Tanya Ailee.


Kalingga terdiam mendengar ucapan Ailee. Kenapa Kalingga merasa jika Ailee ragu dengan masa depan mereka. Apa yang perlu diragukan? Kalingga tidak tertarik dengan wanita lain, apa mungkin Ailee yang akan tertarik dengan pria lain dan meninggalkannya?

__ADS_1


"Lo mau selingkuh?" Tanya Ling.


"Mau kalo ada yang lebih ganteng dan lebih tajir dari kamu. Tapi kapan kapan aja, aku masih belum puas sama kamu," ucap Ailee. Wanita itu mendorong tubuh Kalingga agar duduk di kursinya.


"Ayo pulang sayang, hampir jam setengah dua belas. Besok sekolah," ucap Ailee.


"Absen aja, lo kelonin gue seharian besok. Gimana?" Tanya Kalingga.


"Sayang, jangan gitu. Nanti di sunat lagi sama tante Ashel, aku gak mau yang kecil. Gak kenyang nanti," ucap Ailee.


Tawa Kalingga mengudara seketika mendengar ucapan Ailee. Lucu sekali, gadisnya benar benar sudah besar sekali saat ini. Bahkan Ailee sudah mengetahui hal itu, dewasa.


"Sejak kapan kamu dewasa hm?" Tanya Kalingga pelan.


"Ha? Kamu? Serius yang?" Tanya Ailee semangat. Pasalnya Kalingga belum pernah memanggilnya dengan sebutan aku - kamu, baru kali ini saja dia mendengarnya.


"Bener sayang. Duduk yang anteng, kita pulang. Biar aku gak disunat mami, kamu gak mau yang kecil kan? Tenang, sebelum menikah aku usahain buat gedein adik aku ini," ucap Kalingga.


"Aaaaaa, mesum lagi," ucap Ailee mengerang.


"Gemes banget, jadi pengen kekepin semaleman," ucap Kalingga tersenyum. Seketika tubuh Ailee mematung mendengarnya. Ini Kalingga kan? Kenapa dia jadi seperti ini?


***


Ailee tersenyum dan melambaikan tangannya saat melihat mobil yang dibawa Kalingga pergi dari area perumahannya. Ia sudah sampai ke rumahnya dengan diantarkan oleh Kalingga, kekasihnya. Sepanjang jalan keduanya sama sama bercerita sembari mengenang masa lalu. Tadi juga Kalingga sempat meminta maaf atas sikapnya sejak dulu sampai sebelum dia jadi kekasih Ailee. Ailee tentu saja memaafkannya. Dia tidak pendendam, dia tidak akan membuat Kalingga terus merasa bersalah, meskipun memang itu karena perbuatannya juga.


Ailee berjalan masuk ke dalam rumahnya setelah melihat mobil Kalingga menghilang dari pandangannya. Dia berjalan perlahan, tidak mengendap karena memang dia tidak berbuat salah juga. Meskipun iya, sudah hampir jam dua belas malam namun dia baru kembali ke rumahnya.


"Sayang."


Ailee menolehkan kepalanya ke arah dapur, disana berdiri sosok dengan perawakan tinggi tengah tersenyum ke arahnya. Dia Alexander Fox, papi Ailee.

__ADS_1


"Papi," sapa Ailee. Gadis itu berjalan ke arah Alex dan memeluknya.


"Kenapa baru pulang?" Tanya Alex.


"Iya, tadi dijemput Kalingga ke sirkuit terus makan dulu. Jadi pulangnya telat," ucap Ailee.


"Kalingga jemput kamu? Really dear?" Tanya Alex.


Ailee menganggukan kepalanya, "Kenyataanya dia emang jemput Ailee pi. Katanya takut Ailee kenapa napa di jalan. Padahal udah biasa pulang jam segini."


"Ya sudah sekarang kamu kembali ke kamar kamu, bersih bersih baru tidur," ucap Alex.


"Sebenarnya ada hal yang ingin Ailee bicarakan sama papi terkait permintaan papi tentang bisnis. Ailee sudah mempertimbangkannya, tadinya Ailee ingin berbicara dengan kakek dulu. Tapi sepertinya itu tidak perlu, karena kakek juga sudah sejak lama meminta Brixy untuk belajar bisnis," ucap Ailee.


Alex tersenyum mendengarnya. Akhirnya anak semata wayangnya ini mau menuruti kemauannya.


"Jangan terburu buru sayang, pikirkan dulu lebih jauh lagi. Kalo kamu siap, kamu bisa langsung datang ke kantor papi untuk pengarahan dulu dari papi dan mama. Tapi jika kamu belum siap, kamu bisa membicarakan hal ini dengan kakek. Beliau tidak sibuk akhir akhir ini," ucap Alex.


"Mungkin besok saat makan pagi, Brixy akan menelepon kakek. Sekalian juga mau bilang sekitar satu minggu lebih lagi Brixy akan berkunjung ke Indonesia," ucap Ailee.


"Tentu sayang. Sekarang kamu istirahat dulu, besok kamu sekolah dan mulai ujian kan? Sudah belajar kan?" Tanya Alex.


"Selalu," ucap Ailee tersenyum.


"Brix ke kamar dulu pi, selamat malam," sambungnya.


"Iya sayang, nice dream my little princess," ucap Alex. Pria itu memeluk anaknya dan mengecup kepala anaknya dengan sayang.


Alex sangat menyayangi anaknya ini. Ailee adalah harta berharga yang harus ia jaga, meskipun terkadang Alex selalu mengabaikan kemauannya. Namun anaknya ini memiliki hati yang besar dan pikiran yang luas. Sehingga dia tidak pernah membencinya.


"Maafkan papi. Papi belum bisa menjadi papi yang baik untuk kamu, bahkan papi melewatkan masa kecil kamu yang indah. Papi benar benar menyesal," gumam Alex saat melihat Ailee naik ke kamarnya.

__ADS_1


Benar, Alex sangat menyesal. Untuk itu dia mencoba memperbaiki semuanya dari awal. Terlambat sudah pasti, tapi tidak ada salahnya jika mencoba menjadi lebih baik bukan?


Tbc.


__ADS_2