
CRAZY UP NIH, RAMEIN NAPA WEE. CAPEK LOCH BUN NGETIK SAMBIL KAYANG🫣
***
Hening bagai tidak ada siapa pun di dalam mobil itu. Hanya terdengar suara deru mobil Kalingga dan mobil orang lain yang sedang berada di jalan yang sama. Sejak masuk ke dalam mobil, Ailee hanya bisa menundukan kepalanya. Semangat dalam dirinya seketika hilang begitu saja saat mengingat jika Kalingga benar benar menganggap ucapannya. Ailee benar benar sedang galau berat. Pikirannya buntu seolah tidak ada jalan keluar lagi selain menerimanya.
Tapi tidak! Ailee tidak mau menyerah. Masa iya hanya karena itu dia mengalah dan tidak lagi memperjuangkannya. Dia tidak boleh menyerah.
"Turun," titah Kalingga. Ailee mendengarnya namun gadis itu tidak turun dari sana. Justru dia malah bergerak ke atas pangkuan Kalingga dan duduk disana.
"Lo apa apaan sih?" Tanya Kalingga.
"Kangen," gumam Ailee sembari memeluk leher Kalingga. Bahkan Kalingga bisa merasakan deru nafas Ailee, karena wajah gadis itu berada tepat di samping wajahnya. Kalingga bereaksi, namun dia memilih diam dan tidak bicara lagi. Memilih diam dan membiarkan Ailee seperti apa yang diinginkan olehnya.
"Bibir aku sakit, kayaknya pecah pecah gara gara kering. Basahin sama kamu dong," ucap Ailee.
"Murahan?" Tanya Kalingga.
Ailee tersenyum kecil, sudah cukup lama juga dia tidak mendengar ucapan pedas dari mulut pria ini. Mungkin terhitung dari semenjak Ailee jadi kekasih Kalingga.
"Udah Ailee bilang, Ailee murahnya cuma sama kamu aja. Gak sama yang lain, yang Ailee mau cuma kamu. Bukan orang lain," ucap Ailee.
"Kalo gue gak mau sama lo karena sikap lo gimana?" Tanya Kalingga.
"Ailee bisa paksa kamu. Mungkin dengan merecoki hidup kamu, kamu bisa kembali lagi ke kehidupan Ailee," ucap Ailee.
"Kehidupan? Kehidupan yang seperti apa? Selama pacaran sama gue, berapa banyak kebohongan yang lo sembunyikan?" Tanya Kalingga.
"Ailee gak sembunyiin apa apa dari kamu mas. Serius, Ailee anak baik. Ailee gak mungkin bohong sama kamu, apalagi kamu pacar Ailee," ucap Ailee.
__ADS_1
"Cih, mulut lo kayaknya udah terbiasa bohong ya? Sampe sampe enteng banget lo ngomongnya," ucap Kalingga.
"Ailee bener bener gak bohong sama kamu. Ailee cinta sama kamu, mana mungkin Ailee tega bohongin kamu," ucap Ailee.
"Turun dari pangkuan gue, sekarang juga!" Ucap Kalingga. Sedikit kesal dan setengah seperempat marah pada Ailee. Kenapa gadis ini tidak mau terbuka dengan Kalingga? Perihal bekas bekas luka yang ada di tubuh gadis ini. Kenapa gadis ini menyembunyikannya. Apa Kalingga memang benar benar tidak pernah dianggap ada dalam hidup Ailee?
Ailee menghela nafasnya dan menaikan kepalanya menatap ke arah Kalingga. Terlihat tatapan itu jika Ailee seperti kelelahan. Namun fokusnya bukan pada mata gadis di pangkuannya. Melainkan fokus pada bibir bawah gadis ini yang sedikit terluka. Karena jarak mereka dekay jadi Kalingga bisa melihatnya cukup jelas. Itu ulahnya tadi.
"Aku kangen mas. Please, sebentar aja," ucap Ailee. Gadis itu tidak langsung memeluk Kalingga lagi melainkan menatap mata pria ini. Tatapan teduh Kalingga masih sama. Bahkan Ailee masih bisa melihatnya. Hanya saja perkataannya kembali berubah seperti dulu. Tidak terlalu parah namun Ailee sangat tidak suka mendengarnya.
Ailee mencondongkan kepalanya dan mengecup pelan bibir Kalingga. Cukup lama dan hanya kecupan.
"Aku gak mau putus sama kamu," ucap Ailee pelan.
"Lo yang minta. Turun sekarang, gue ada janji sama seseorang," ucap Kalingga.
"Iya. Dia udah nunggu gue dari beberapa jam yang lalu. Cuma gara gara lo tidur di apartement gue, jadi dia harus nunggu," ucap Kalingga.
"Kamu marah karena ulah Ailee, cewek itu jadi nunggu?" Tanya Ailee. Sedikit takut mendengar jawabannya namun Ailee tetap ingin mendengarnya.
"Iya."
Bagai tersambar petir di siang bolong. Ulu hati Ailee sedikit nyeri mendengar ucapan Kalingga. Padahal Ailee pacarnya, tapi Ailee yang disalahkan.
Ah, pacarnya? Bahkan dia sendiri yang mengatakan kata putus beberapa jam yang lalu.
"Sakit banget ya? Padahal kamu gak mukul Ailee langsung," ucap Ailee pelan.
"Hati hati di jalannya. Meskipun telat kamu gak usah ngebut, maaf gara gara Ailee tidur kamu jadi telat ketemu cewek itu," sambung Ailee. Gadis itu perlahan bangkit dari atas pangkuan Kalingga dan berjalan keluar mobil. Tidak mengucapkan apa apa lagi bahkan tidak menatap Kalingga lagi, Ailee langsung berjalan begitu saja seolah tidak mempedulikan keberadaan Kalingga. Ailee yang biasanya menunggu mobil Kalingga putar balik untuk pergi sembari tersenyum dan melambaikan tangannya, kini tidak lagi Kalingga lihat.
__ADS_1
Ailee berjalan seolah acuh pada Kalingga. Padahal sebenarnya dia sangat ingin sekali ikut untuk bertemu dengan wanita yang dimaksud Kalingga. Namun apa daya, dia bahkan sudah tidak dipedulikan lagi oleh Kalingga.
Ailee memukul dadanya, entah kenapa rasanya sangat sesak sekali. Sikap acuh Kalingga dan ucapan Kalingga cukup melukai perasaannya.
"Nona," sapa Magi.
"Kenapa?" Tanya Ailee pelan.
"Nyonya berpesan, kalau non gak boleh telat makan. Ayo makan dulu," ajak Magi.
"Emangnya mama kemana?" Tanya Ailee.
"Nyonya menemani tuan menemui rekan bisnisnya. Katanya lusa baru pulang," ucap Magi.
Bagus, dia sedang ada masalah dengan Kalingga dan mamanya malah pergi bekerja. Persetan dengan semuanya, Ailee muak sekali.
"Aku tidak lapar Mag, nanti saja aku turun untuk makan. Tidak perlu melaporkan keadaan ku sedang apa atau sudah makan belumnya. Toh mereka akan tetap pergi," ucap Ailee.
"Baik nona," ucap Magi patuh.
Dia yang membesarkan Ailee, sedikit banyaknya dialah yang lebih hafal sikap Ailee. Ailee tidak akan seperti ini jika dia tidak sedang bermasalah. Pastinya ada masalah dan Magi tidak berani bertanya sebab ini bukan waktu yang tepat.
Ailee mengangguk sekilas dan naik ke lantai dua menuju ke kamarnya. Dia memilih menggunakan tangga meskipun melelahkan. Namun dia ingin menyiksa fisiknya juga. Entah kenapa saat masalah datang, fisik dan batinnya diserang bersama. Ailee sudah lelah sebenarnya dengan fase seperti ini. Dia sudah lelah menemui psikiater privatnya, tapi apa boleh buat. Dia tidak mau orang lain tahu tentang keadaan yang sebenarnya.
Merasa paling tersakiti? Sebenarnya iya. Tapi dunia mana mau menerima fakta itu. Mengingat latar belakang Ailee. Terlahir dari keluarga terhormat dan kehidupan yang terjamin. Namun sayangnya mereka tidak pernah melihat sisi lain dari kehidupan mewah Ailee. Itu semua hanyalah topeng saja.
Feeling lonely memang sudah akrab dengan Ailee. Bahkan setiap masalah yang datang selalu ia hadapi sendiri. Ia tidak pernah melibatkan siapa pun termasuk Kalingga. Dia tidak mau Kalingga tahu keadaannya yang sebenarnya. Ailee hanya ingin Kalingga dan yang lainnya tahu jika Ailee baik baik saja dan selalu bahagia.
Tbc.
__ADS_1