
***
William, Willem dan Rici sedang berjalan menuju ke meja para ladies SBA. Beruntungnya di sekolah tidak ada yang tahu jika mereka adalah anak geng motor. Apalagi Ailee sebagai leadernya. Bisa dipastikan jika mereka tahu, yang jadi sasarannya adalah para cewek cewek SBA. Maka dari itu mereka sepakat untuk tidak mempublish siapa mereka.
Willem sempat melempar tatapan ke arah Ailee begitu juga dengan Rici dan William. Mereka hanya saling menatap tanpa ekspresi kemudian berjalan terus ke meja Sopia, Angela dan Cita.
"Weh, Ailee bakalan war noh sama tante girang sekolah," ucap Sopia saat melihat Alice berjalan ke arah meja Ailee dan si kembar.
"Hooh bener," ucap Cita.
Ketiga cowok yang baru duduk menyernyit heran. Mereka pun mengikuti arah pandang mata mereka. Ternyata tertuju pada Ailee.
"Berasa ada sinetron anjir," ucap Angela.
"Alice emang tante girang, lihat cowok bening dikit di deketin. Mau heran tapi itu Alice," ucap Rici.
"Semua cowok cakep di embat. Kayak dia cakep aja anjir," ucap Willem. Sedangkan William hanya diam saja. Ia lebih berminat pada orange juice milik Angela.
Ke enam cowok dan cewek itu terus melihat ke arah meja Ailee. Terlihat jika Ailee dan Briella sudah adu jotos dengan Alice. Parahnya Kairav atau pun Kalingga tidak bertindak untuk melerai. Entah pergi dari sana atau mengusir Alice.
Terlihat semua atensi siswa dan siswi menatap ke arah meja Ailee dan si kembar. Mereka hanya diam dan menonton. Ada juga yang berbisik bisik.
"Lem, Lem, sono pergi. Tolongin bu ketu, dia bakalan di tampar ini bentar lagi. Gak tahu di jambak," ucap Cita.
"Kok gue? Rici aja sono," ucap Willem.
"Kenapa gak William?" Ucap Rici.
Ketiga pemuda itu saling tuduh. Tidak ada yang mau pergi sepertinya. Tapi saat Angela akan pergi, Willem menahannya.
"Gue aja. Sekalian caper, siapa tahu ada yang cocok buat dijadiin cewek," ucap Willem.
"Buaya," rutuk Cita.
"I'm." Ucap Willem tersenyum menggoda. Ia pun berjalan santai karena Alice belum bertindak apa apa. Namun saat beberapa langkah lagi Willem dekat dengan Ailee, cewek itu benar benar akan menampar Ailee. Untungnya Willem sat set jadi tamparan itu tidak mengenai wajah mulus Ailee.
__ADS_1
Terlihat raut kesal sekaligus marah dari wajah Alice apalagi saat mendengar ucapan Willem. Cewek itu pun pergi begitu saja dari sana meninggalkan mereka. Sedangkan Wileem menempuk nepuk tangannya seolah takut ada kuman disana yang menempel setelah ia memegang tangan Alice tadi.
"Ailee kan?" Tanya Willem.
"I-iya," ucap Aile syok.
"Pulang sekolah bareng ya? Nanti gue tunggu di parkiran. See you," ucap Willem. Ia mengedipkan sebelah matanya sebelum pergi ke arah Ailee. Sontak saja hal itu membuat Ailee terbatuk batuk. Briella yang berada di sebelahnya pun memberikan air mineral pada sahabatnya itu.
"Lo gak papa? Nanti deh lain kali gue gibeng tuh cewek," ucap Kairav.
"TELAT!," ucap Briella dan Ailee.
"E buset. Santai," ucap Kairav.
Ailee menutup kembali botol air mineralnya dan tak sengaja menatap ke arah Kalingga yang sedanf menatap ke arahnya. Tatapan itu tajam.
"Ngomong ngomong cowok tadi siapa? Ganteng juga," ucap Briella.
"Gantengan juga Ling," celetuk Ailee.
"Kan kita emang niatnya mau langsung nikah aja nanti pas udah sama sama sukses, iya kan?" Tanya Ailee. Sedangkan Kalingga hanya diam saja.
Selesai makan siang di kantin, mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan sisa mata pelajaran sebelum pulang. Sebenarnya Ailee sudah malas dan ingin pulang lalu tidur. Namun kenyataannya ia masih harus belajar.
"Ling, suka Ailee gak?" Tanya Ailee. Mereka berjalan bersebelahan di depan koridor menuju ke kelas mereka.
"Enggak. Lo bikin gue kesel terus," ucap Ling.
"Loh?! Tapi gak papa sih, soalnya yang selalu bikin kesel pasti ngangenin," ucap Ailee. Ia menarik tangan Kalingga. Mengukurnya telapak tangan itu dengan telapak tangannya. Sangat sangat berbeda jauh.
"Ling, jari jari kamu panjang banget. Mana berurat lagi. Seneng lihatnya, kayak keren aja gitu," ucap Ailee.
Kalingga hanya diam saja. Ia tidak menepis atau menari tangannya dari gadis itu. Karena Ailee fokus pada pengkuran telapak tangannya dengan tangan Ling, ia tidak memperhatikan jalan. Tiba tiba ada dua orang siswa yang berlari ke arah mereka. Ling yang menyadarinya pun menarik menghempaskan tangan Ailee dan tubuh gadis itu agar mendekat ke arahnya. Lebih tepatnya agar tidak bertubrukan dengan orang yang lewat sembarangan.
"Astaga, mereka kira ini taman kanak kanak apa?! Lari larian kayak fil India aja," gerutu Ailee kesal.
__ADS_1
Namun sedetik kemudian ia menyadari tangan Kalingga di bahunya. Dengan sengaja ia pun memeluk tubuh Kalingga dan menghirup aroma tubuh pria itu.
"Wangi banget, nyaman kalo disini," ucap Ailee.
"Lebih nyaman kalo tidur bareng," ucap Ling.
"Hah? Apa?!" Ucap Ailee ngebug. Namun Ling tidak berbicara lagi dan melepaskan pelukan gadis itu. Ling menghiraukan gadis itu dan melenggang masuk ke dalam kelas.
***
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua warga sekolah terutama murid murid mulai berbondong bondong keluar dari dalam kelas menuju ke parkiran untuk mengambil kendaraan mereka. Ada juga yang berlari keluar gerbang karena jemputan mereka sudah tiba dan tidak sedikit juga yang menunggu bus di halte.
Sedangkan Ailee, ia tidak tahu pulang dengan siapa. Tadi ia sudah meminta untuk nebeng pada Kalingga namun anak itu hanya diam saja. Papinya juga tidak bisa di hubungi.
Tiba tiba ada yang menarik tangannya. Membawanya menuju ke parkiran.
"Woi Lee," teriak Briella saat sahabatnya itu ditarik cowok di kantin tadi. Ailee berusaha melepaskan tangan itu namun Wille. Tidak melepaskannya.
"Lo mau gue gebuk? Atau gue cincang?" Tanya Ailee pelan.
"Ampun deh. Gue kan cuma lagi acting aja," ucap Willem.
"Apa maksud lo?" Tanya Ailee.
"Ada deh."
"Najis, so misterius lo," ucap Ailee. Willem hanya menggidikan bahunya acuh. Mereka sampai di dekat motor Willem. Namun sebelum Ailee naik Ling lebih dulu menarik tangan gadis itu dan membawanya ke motornya.
"Pulang sama gue," ucap Ling. Singkat, padat dan jelas. Namun mampu membuat jantung Ailee berdebar. Gadis itu tidak banyak bicara dan naik ke atas motor Kalingga.
"Anjaz ada yang zemburu nichh," ucap Kai menggoda. Kalingga tidak mendengarnya dan langsung melesat pergi dari sana. Ailee tanpa diperintah memeluk perut pemuda itu karena Kalingga melajukan motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Apa anak ini kerasukan setan?
Tbc
__ADS_1