
***
Ketiga kembar langsung pulang bersama setelah jam pulang sekolah tiba. Briella dengan semangat meminta abangnya untuk melajukan motornya dengan cukup kencang karena gadis itu ingin cepat cepat bertemu dengan calon kakak iparnya. Kairav hanya menurutinya dari pada nanti Briella ngamuk ngamuk tidak jelas, dia sendiri yang repot. Apalagi ketika dia sudah ngamuk, semua orang di mansion akan kena imbasnya. Lebih baik jaga jaga saja kan?
Sementara Kalingga, ia tidak tahu harus apa. Entah ikut menjenguk bersama atau memilih tidur saja dan menjenguknya nanti. Saat adiknya video call dengan Ailee tadi, dia diam diam menyimak dan mendengarkan ucapan Ailee dengan cukup baik. Yang masih aneh, kenapa dia bisa jatuh? Seumur umur baru kali ini Kalingga mendengar Ailee absen masuk karena jatuh dari motor. Apa separah itu? Biasanya anak itu akan tetap sekolah meskipun demam. Kalingga merasa ada yang aneh dengan kejadian ini.
"KAK, CEPETAN BAWA MOTORNYA. LELET BANGET KAYAK SIPUT," teriak Briella saat Kairav sedikit memelankan laju motornya agar berdekatan dengan adik laki lakinya.
Kalingga hanya mengangguk sekilas dan menyalip motor abangnya kemudian melajukannya cukup cepat. Jarak mereka menuju ke rumah tinggal beberapa meter lagi.
"WOI BANGSUL!! NGAPA NYALIP SIH?!" teriak Briella saat melihat laju kendaraan kakaknya yang cukup cepat.
"ABANG AYO GAS!! MASA KALAH SAMA KAK LING," ucap Briella mengompori abangnya.
"KALEM AJA KALI DEK, DARI TADI TERIAK MULU. BIARIN DIA DULUAN, KAYAKNYA DIA SYOK DENGER AILEE SAKIT," ucap Kairav.
"ELO JUGA NGEGAS," ucap Briella tak terima. Kairav sendiri hanya cengengesan saja. Seru sekali tahu menggoda adik perempuannya yang senggo bacok ini.
Tak lama, ketiga kembar sampai di garasi rumah mereka. Masing masinh turun dan langsung berjalan menuju ke lift yang ada disana untuk sampai ke lantai satu. Seperti biasa, Briella yang akan sibuk dan ribet sendiri. Bahkan tasnya terjepit di pintu lift. Tentu saja anak itu teriak teriak tidak jelas dan meminta bantuan kedua kakaknya untuk melepaskan dirinya.
"Makanya jangan petakilan," ucap Kalingga.
"Bener itu, kalem dikit biar ada yang lirik," ucap Kairav.
"Dih. MAMI PAPI, ABANG SAMA KAKAK JAHATIN ADEK," adunya pada kedua orang tuanya membuat Kai dan Ling menghela nafasnya. Mereka benar benar harus mencari toko yang menjual sabar supaya mereka bisa menyetok sabarnya lebih banyak lagi untuk menghadapi tingkah laku adik perempuannya itu.
"Adek, jangan lari lari. Nanti jatoh," peringat Ashel.
"Abang sama kakak mi, mereka jahat tahu gak. Masa iya adek dibilang petakilan sama mereka," adu Briella pada maminya. Disana juga sudah ada papinya. Tumben sekali, biasanya pria itu akan pulang menjelang malam.
__ADS_1
"Kan adek emang petakilan," ucap Kavin membenarkan.
"Ih mami, noh lihat papi juga ikut ledekin adek," ucap Ailee.
"Udah udah, mami pusing dengerin kalian. Dan adek, jangan tanggapin ucapan mereka oke?" Ucap Ashel.
"Merek harus minta maaf dulu baru adek gak nanggapin ucapan mereka," ucap Briella.
Ashel menghela nafasnya dan meminta suaminya juga kedua anak laki lakinya untuk minta maaf pada anak bungsu perempuannya. Mau tak mau ketiga laki laki itu melakukan apa yang diperintahkan oleh wanita cantik yang memiliki tahta tertinggi, yaitu emak emak.
"Maafin abang," ucap Kairav yang diangguki oleh Kalingga. Pria itu tidak mengeluarkan suaranya melainkan hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
"Maafin papi," ucap Kavin.
"Gak mau tahu, seorang dua juta buat adek. Adek tunggu lima menit. Kalo gak transfer adek ngamuk, biarin bakar rumah ini juga," ancamnya.
"Astaga," keluh Kairav. Kavin dan Kalingga hanya menghela nafasnya saja. Anak gadis Kavinder ini benar benar membuat ketiga laki laki disini menghela nafasnya.
Kavin dan Kairav juga menurutinya dengan cepat. Briella buru buru melihat notifikasi di ponselnya, senyumnya kembali terbit.
"Nice. Kapan kapan buat kesel lagi, soalnya berduit," ucap Briella terkekeh.
"Duit mulu pikiran lo dek," ucap Kairav namun Briella hanya menggidikan bahunya acuh.
Kalingga pamit duluan ke kamar di susul oleh Kairav. Sedangkan Briella masih disana. Gadis itu ikut duduk di tengah tengah kedua orang tuanya. Briella memang suka seperti itu. Selalu menjadi pemisah duduk antara mami dan papinya.
"Uang segitu banyaknya mau kamu apain?" Tanya Ashel.
"Ailee bilang dia punya kenal komunitas yang suka bagi bagi makanan ke yatim sama pengemis mi, Briella niatnya mau kasih setengah uangnya kesana. Briella malu sama Ailee, anak itu sering habis jutaan buat beli makanan buat di bagi bagi sama yang membutuhkan. Sedangkan Bri enggak pernah," ucap Briella.
__ADS_1
Waktu itu Ailee memang pernah keceplosan mengatakan hal ini pada Briella kemudian dia beralibi. Sedangkan Briella, meskipun otaknya kadang lambat berpikir dia dengan cerdik mengecek total saldo mbanking Ailee yang sudah keluar. Itu rutin dia lakukan setiap bulan untuk mengetahuinya. Briella selalu meminjam ponsel Ailee dan menggunakan sidik jari Ailee untuk membuka pin mbankingnya. Setiap bulan pada tanggal dua puluh sembilan Ailee selalu mengeluarkan uang lima sampai delapan juta. Dari situ Briella yakin uang itu digunakan Ailee untuk acara amalnya. Meskipun acara amalnya tidak besar, tetapi itu bermanfaat untuk orang yang membutuhkan.
"Serius? Gak mau dipake jajan, beli tas, sama skincare kamu?" Tanya Kavin.
"Dua rius malahan papi. Briella mau kayak Ailee, suka ikut ikut acara kayak gitu. Kan seru tuh," ucap Briella.
"Boleh kan mi, pi?" Tanyanya.
"Boleh sayang. Apapun untuk kebaikan mami selalu dukung kamu. Mami juga keinget waktu dulu, mami sama anak anak komunitas motor lain suka galang dana buat dikasih ke orang yang membutuhkan. Kegiatannya seru banget," ucap Ashel.
"Mau jadi anak motor juga," ucap Briella.
"Enggak. Kamu cukup jadi anak mami papi yang kalem aja. Gak ada anak motor motoran," ucap Kavin menolak keinginan anaknya ini. Briella memang sudah kebal dengan penolakan ini, karena sebelumnya papinya memang suka menolaknya untuk urusan ini.
"Oh iya mi, Ailee sakit. Hari ini enggak masuk katanya jatoh dari motor," ucap Briella.
"Kamu yang bener? Masa iya jatoh, biasanya kan enggak," ucap Ashel.
"Lah, ngapain adek bohong. Hari ini adek, abang sama kakak mau jenguk dia. Boleh kan?" Tanya Briella.
"Boleh, sekalian mami sama papi ikut. Boleh mas?" Tanya Ashel.
"Boleh sayang. Adek ganti baju dulu sana, kita berangkat bareng," ucap Kavin. Briella mengangguk patuh dan ngacir pergi ke kamarnya setelah memalak papi dan kedua kakaknya.
Hahahaha.
...sikembar yang sangat akur, tapi upit🤪...
__ADS_1
Tbc.