
***
Tentu saja setiap anak akan merasa bahagia dan merasa memiliki rumah ketika kedua orang tuanya mengerti keadaannya dan selalu sada untuknya. Memang jarang sekali orang tua yang mengerti anaknya meskipun mereka selalu berada di rumah. Tak sedikit anak yang merasa tidak pernah dimengerti karena memang beberapa orang tua yang cuek dan menganggap anak mereka itu baik baik saja. Padahal aslinya, perang batin dan pikiran berlebih selalu menyerang mereka. Selain memendamya, mereka hanya bisa diam saja. Sama halnya yang sering Ailee alami sejak lama.
Dia tidak butuh psikiater, dia hanya butuh kasih sayang. Ailee benar benar haus akan kasih sayang. Dia tidak pernah bisa merasakan kasih sayang yang benar benar tulus, mungkin. Tapi sekarang ada Kalingga. Semoga saja pria itu tidak sama dengan orang orang yang selalu mengecewakannya.
Selesai makan malam, Ailee langsung membuka modul pelajaran yang besok akan diujiankan. Sebenarnya sudah satu jam lamanya dia mempelajari itu dan sudah mengingat semuanya. Tidak perlu waktu lagi, karena Ailee sudah sering mempelajarinya.
Ailee duduk terdiam diatas sofa. Ia meluruskan kakinya dan menyelipkan kedua tangannya seperti bersidekap dada. Pikirannya berkelana, mengenai beberapa bisnis yang ditawarkan papinya. Dia tertarik dan ingin mengambilnya. Namun entah kenapa ada sedikit keraguan. Dia ragu mengambil bisnis itu sebab dia minim pengetahuan bisnis. Papinya sudah pasti akan mengajarinya, namun entah kapan. Mengingat pria paruh baya itu selalu sibuk.
Ailee sudah mengantuk, Kalingga juga pastinya sibuk. Pria itu bilang jika malam ini dia akan belajar bisnis bersama papinya. Pastinya setelah belajar dia akan tidur juga. Ailee pun membereskan buku buku yang barusan dia baca dan menyimpannya kembali pada tempatnya. Ia juga memasukan buku yang perlu ia masukan ke dalam tasnya dan naik ke atas tempat tidur setelah semuanya selesai.
Ailee membuka room chatnya dengan Kalingga. Tidak ada balasan pesan dari pria itu. Sepertinya Kalingga memang sibuk. Ailee pun mengirimkannya pesan
Brx. Fox
Ailee bobo duluan ya? Jangan begadang besok masih ujian. Nice dream my handsome man❤️
Ailee menyimpan ponselnya di nakas yang ada di sebelah tempat tidurnya. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tidur terlelap dengan cepat. Ailee memang akan seperti itu jika dia sudah kelelahan belajar. Dia pasti akan cepat tertidur. Semoga saja Kalingga tidak marah karena malam ini tidak ada sleep call seperti biasanya.
***
Sembilan jam berlalu, gelapnya malam hari sudah diganti dengan terangnya pagi. Cuacanya sangat cerah, bahkan matahari sudah menyorot sejak tadi. Ailee sudah bangun dan sudah mandi. Dia sedang memunggu jemputan, Kalingga mengiriminya pesan jika dia akan menjemput Ailee seperti biasanya. Ailee tentu saja mengiyakannya, lumayan bisa memeluk Kalingga juga.
"Brixy sayang, bekalnya," ucap Cya. Wanita itu menyodorkan sebuah paper bag berisi makanan untuk anaknya.
"Kan udah dibilang gak usah ma," ucap Ailee.
"Gak papa. Ambil ya," ucap Cya. Ailee pun menerimanya dan mengangguk. Cya sendiri kembali ke dalam untuk mengurus suaminya. Tak berselang lama setelah mamanya masuk ke dalam rumah, jemputan Ailee datang. Senyum Ailee mengembang saat tahu Kalingga sudah datang. Ailee langsung berjalan menuju ke dalam mobil Kalingga.
"Pagi sayang," sapa Ailee.
__ADS_1
"Morning too," ucap Kalingga. Pria itu melajukan mobilnya saat Ailee sudah masuk dan memasang seatbeltnya.
"Udah sarapan?" Tanya Ailee.
"Nasi udah, ada yang belum tapi," ucap Kalingga.
Ailee mengernyit, apa maksud Kalingga? Memangnya dia akan makan apa lagi?
"Apa maksud kamu?" Tanya Ailee.
"Lo akan tahu nanti. Sebentar lagi," ucap Kalingga. Senyum iblis tidak luntur dari wajahnya. Pria itu memang memiliki niat terselubung saat pagi ini membawa mobil. Tidak membawa motor seperti biasanya.
Perjalanan dari rumah Ailee ke sekolah tidak jauh. Entah mengapa Kalingga selalu mengajaknya datang pagi pagi sekali. Padahal mereka bisa berangkay seperti biasanya.
Kalingga menepikan mobilnya saat sudah sampai di area sekolahan. Ia melepas seatbeltnya dan mencondongkan tubuhnya untuk melepaskan seatbelt Ailee.
"Di bangku belakang, ada yang mau gue omongin," ucap Kalingga.
"Gak enak. Nurut sayang," ucap Kalingga. Pria itu keluar lebih dulu dan berjalan ke kursi kemudi yang berada di bagian belakang. Sedangkan Ailee tidak masuk lewat luar, tapi dia langsung berjalan ke kursi belakang di dalam mobil itu. Tubuhnya tidak terlalu besar jadi bisa masuk lewat sana.
"Kebiasaan," ucap Kalingga. Gadis itu hanya cengengesan saja. Mereka berdua pun duduk. Namun sebelum itu Kalingga sudah menarik tubuh Ailee dan mendudukannya di pangkuannya. Ailee duduk menghadap ke arah Ailee dengan posisi kedua kakinya di tekuk.
"Ngapain?" Tanya Ailee heran.
"Can i kiss you?" Tanya Kalingga.
"Tumben nanya, biasanya langsung nyosor aja," ucap Ailee. Gadis itu memajukan kepalanya dan mengecup bibir Kalingga.
"Kurang sayang," ucap Kalingga.
"Ck. Nafsuan masih pagi juga," ucap Ailee. Gadis itu kembali mencondongkan kepalanya dan mengecup Kalingga. Namun Kalingga pria yang tidak sabaran, jadi dia langsung ******* bibir merah merona alami itu. Manis sekali. Rasanya Kalingga benar benar ingin selalu seperti ini setiap paginya.
__ADS_1
"Mpht, udah ih. Nafsuan kan," ucap Ailee melepaskan pagutan keduanya secara paksa.
"Habisnya enak, siapa yang enggak tergoda coba. Punya bibir manis banget," ucap Kalingga sembari mengusap pelan bibir Ailee.
Ailee hanya menghela nafasnya dan mencondongkan tubuhnya lalu memeluk Kalingga. Nyaman sekali rasanya. Untuk waktu ujian masih lama. Dia bisa dengan puas memeluk tubuh Kalingga. Kalingga sendiri tentu saja menerimanya. Dia senang jika Ailee manja seperti ini. Dia bisa dengan puas menghirup aroma vanilla dari tubuh Ailee.
"Kenapa kemarin ninggalin? Gue nungguin buat sleepcall malah," ucap Kalingga.
"Semalam ngantuk banget gak boong. Mata gak kuat buat kebuka sayang," ucap Ailee.
"Makanya jangan belajar terlalu keras. Nilai lo gak bakalan jelek, kan udah pinter dari sananya," ucap Kalingga.
"Cincin lo dipake?" Tanya Kalingga.
"Dijadiin kalung," ucap Ailee sembari menunjukannya pada Kalingga.
"Kenapa gak dipake di jari?" Tanya Kalingga.
"Maunya gini dulu yang, nanti aku pake di jari manis aku," ucap Ailee.
"Buka lebih bawah lagi kancingnya. Pengen nen," ucap Kalingga.
Ya salam. Capek sekali dengan kemesuman pria ini. Entah kapan pria ini akan berhenti bersikap mesum padanya. Sedikit lelah, namun mau bagaimana lagi. Pria ini memang dasarnya seperti ini.
"Nennya nanti kalo udah sah. Aku pasti akan kasih, sekarang enggak dulu. Nen susu kotak aja kayak aku," ucap Ailee.
"Enakan dari pabriknya langsung loh yang. Gak mau ngasih gitu?" Tanya Kalingga.
"ENGGAK YA MAS."
TBC.
__ADS_1