Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
38. Tawaran Menjadi Mekanik


__ADS_3

***


Ailee mengernyit. Jika semua keluarga pria ini pergi kenapa dia tidak ikut?


"Gue males ikut, anaknya om Fello centil banget ke gue," ucap Ling. Pria itu seolah menjawab pertanyaan yang belum terucapkan oleh bibir Ailee.


"Ailee juga centil, tapi cuma sama ayang," ucap Ailee.


"Centil lo beda," ucap Ling. Ailee hanya ber-oh ria saja. Ia tidak bertanya lagi. Ia lebih tertarik pada aroma tubuh pria itu. Wanginya benar benar memabukan. Bahkan Ailee tidak pernah bosan untuk terus menghirup aroma tubuh ini. Tangannya juga sejak tadi mengelus elus perut kotak kotak itu.


"Lepasin tangan lo," ucap Ling.


"Gak mau. Nyaman gini," ucap Ailee.


"Lepasin gak? Atau mau gue bawa jatoh?" Tanya Ling.


"Bawa aja, lagian kalo mati juga Ailee gak papa. Toh sama ayang," gumam Ailee.


Bukan apa apa, tangan gadis itu terus bergerak ke bawah. Sudah tahu milik Kalingga selalu bereaksi saat perutnya di elus halus seperti itu. Dan kini tangan itu sudah berani bergerak lebih jauh ke bawah sana. Kalingga menggeram kesal, Ailee orang yang keras kepala. Ia tidak akan mendengarkannya. Dalam satu kali tarikan setelah gigi motor di oper, Kalingga melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Ailee tentu saja memekik terkejut dan karena tindakan pria itu. Ia mengehentikan tangannya yang sedang mengelus perut rata itu dan menautkan kedua tangannya karena takut. Pria ini kembali dirasuki setan, sehingga ia jadi kesetanan lagi.


Karena membawa motor dengan kecepatan tinggi, Kalingga pun sampai dengan cepat ke apartement miliknya. Apartement ini adalah hadiah dari papinya saat ulang tahun ke tiga belas. Kalingga memarkirkan motornya dan melepas helmnya. Ailee juga turun dan berjalan mengikuti langkah Kalingga masuk ke dalam sana.


"Ling, kok kesini? Ada apa sih?" Tanya Ailee.


"Lo pernah bilang kan kalo lo suka sama gue?" Tanya Ling. Ailee menganggukan kepalanya mantap.


"Lo juga bilang lo murah sama gue aja kan?" Tanya Ling. Lagi lagi Ailee hanya menganggukan kepalanya.


"Gue bisa dong sewa lo malam ini buat puasin hasrat gue? Lo bilang lo suka sama gue dan murfb cuma sama gue aja. So, lo harus layanin nafsu gue malam ini. Cek in di hotel gak level, gue ada apart kita main disini sepuas yang gue mau," ucap Kalingga.

__ADS_1


Apa?!! Ailee memang menyukai pria ini tapi bukan seperti ini maksudnya hei. Rasanya Ailee ingin menangis di pojokan😭.


"ENGGAK YA LING. SESUKA APAPUN AILEE SAMA KAMU AILEE GAK MAU NGELAKUIN HAL GITUAN SAMA KAMU, KITA MASIH SEKOLAH. JALAN KITA MASIH PANJANG. JANGAN GILA," ucap Ailee berteriak.


"Nyali lo bisa ciut juga ternyata. Bukannya lo udah gak punya harga diri? Sejak lo deketin gue dan paksa gue buat jadi pacar lo?" Tanya Ling. Ucapan pria itu benar benar kejam. Hati Ailee terasa sakit namun ia sudah terbiasa dengan kata kata sepedas itu.


"Terserah apa yang mau kamu ucapkan. Intinya aku gak mau ngelakuin hal itu," ucap Ailee. Gadis itu pun pergi dari sana namun dengan cepat Kalingga menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam lift yang berada di baseement parkiran. Ailee terus memberontak minta dilepaskan, namun pria itu sepertinya tidak mau melepaskannya. Cekalan tangan Kalingga cukup kuat. Bahkan Ailee merasa tangannya sedikit sakit.


"Ling, jangan kayak gini Ling. Nyebut Ling, nyebut," ucap Ailee.


"Kita masih sekolah. Aku gak mau hamil diluar nikah, apalagi nanti kamu gak tanggung jawab," ucap Ailee.


"Linggg," erang Ailee.


"Apa?" Tanya Ling sinis.


"JANGAN GINI. AILEE NANGIS NIH," ancam Ailee.


"KALINGGAAA," teriak Ailee saat pintu lift terbuka. Lagi dan lagi Kalingga menarik tanganya. Entah lantai berapa ini, Ailee tidak tahu. Yang jelas ini lantai paling tinggi. Buktinya mereka cukup lama di lift tadi.


Lingga menekan tombol yang ada di pintu apartementnya. Pintu pun terbuka. Perasaan Ailee semakin takut. Apalagi saat pintu apartement kembali terbuka. Tangan Ailee di hempaskan sehingga gadis itu terhuyung ke atas sofa. Pantag Ailee terduduk keras ke atas sofa itu. Meskipun empuk, namun tetap saja itu sakit.


Sedangkan Kalingga melempar kunci motornya ke atas meja di depan Ailee dan membuka hoddie miliknya. Terpampang jelas kotak kotak delapan di depan Ailee. Kulit putih mulus itu benar benar dipahat dengan indah. Ailee meneguk ludahnya kasar.


"Katanya lo gak mau, tapi lo lihat gue sampe segitunya," ucap Ling sinis. Ailee langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Terasa jika sofa di sebelahnya di duduki.


"Gimana? Mau gak?" Tanya Ling.


"Enggak."

__ADS_1


"Masakin gue makanan, gue belum makan," ucap Ling.


"Dih, Ailee bukan pembantu kamu. Lagian kan di rumah kamu gak ada maid apa? Kok nyuruh Ailee," ucapnya.


"Gak mau? Ya udah gue aja yang makan lo di kamar," ucap Ling. Ia menarik tangan Ailee untuk membawanya ke kamar namun Ailee menahannya.


"Iya iya, Ailee masakin. Tunggu disini," ucap Ailee cemberut. Wanita itu pun pergi ke dapur yang ada di unit Kalingga. Disana, ia melihat cukup banyak bahan masakan termasuk dengan nasi. Namun sepertinya Ling tidak mau makan nasi. Ya sudah Ailee berniat membuat spaghetti saja. Ia mengeluarkan semua bahan masakan untuk spaghetti. Ailee merebus mie lurus untuk bahan utama spaghettinya. Ia hanya memotong bawang bombay saja karena ia akan menggunakan bumbu instan.


Ailee menumis bawang bombay dan meniriskan mie-nya juga. Tiba tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang. Tubuh Ailee tentu saja menegang saat mendapatkan pelukan itu. Apalagi dagu pria itu menempel pada bahunya.


"Ling, jangan ganggu napa? Nanti gak kelar kelar," ucap Ailee.


"Gue gak ganggu. Gue kan diem," ucap Ling.


"Ya tapi gak meluk meluk juga. Susah gerak ini," ucap Ailee. Ia mengecilkan api kompor agar bawangnya tidak gosong.


"Tangan gue bisa dengan mudah naik ke atas tubuh lo. Rem*s milik lo itu. Kalo lo mau, gue bisa jadi mekanik buat lo. Biar area dada lo jadi lebih gede dan berisi," bisik Kalingga.


Ailee memejamkan matanya saat mendapatkan bisikan setan itu. Biasanya dia yang membisiki Kalingga, namun kini pria itu yang berbisik padanya.


"LING, AILEE GEBUK PAKE SPATULA MAU?!" Tanya Ailee galak.


"Lo gebuk gue rem*s beneran mau?" Ancam Ling.


"Lepas," ucap Ailee. Ia berusaha melepaskan pelukan pria itu namun susah.


"Gue cuma nempel ke lo, gak ganggu. Lanjutin kegiatan lo."


Tbc.

__ADS_1


Darah kapin mengalir kental kayaknya di tubuh lingaa🥸🥹👍


__ADS_2