Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
44. Boneka Kalingga


__ADS_3

***


Kalingga tersenyum miring saat melihat gerakan kaku dan rona merah di wajah Ailee. Seharusnya tanpa bertanya pun dia sudah mengerti kenapa gadis di depannya ini menjadi kaku seperti ini. Kalingga memang sengaja memakai celana berenang yang cukup ketat sehingga area miliknya tercetak jelas. Ia hanya ingin melihat seperti apa reaksi Ailee, ternyata diluar ekspektasi. Gadis ini sangat menggemaskan.


"Udah beres," ucap Ailee. Ia pun bangun dari duduknya di depan Kalingga dan pergi dari sana untuk berenang lagi. Namun sayangnya, pria itu menarik tangan Ailee sehingga bokongnya terjatuh tepat di pangkuan Kalingga. Ailee duduk di paha sebelah kiri Kalingga.


"Lepas Ling," ucap Ailee.


"Kenapa? Bukannya lo selalu mau kayak gini? Deketan sama gue? Kayak cewek murahan," ucap Kalingga. Ailee melihat ke arah pria itu.


"Ngomongnya pedes banget. Bisa kurangin dikit gak pedesnya? Kan udah Ailee bilang Ailee murah cuma sama kamu," ucap Ailee.


"Oh ya?" Ucap Kalingga.


"Iya, kayak gini," ucap Ailee. Gadis itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Kalingga dan menempelkan area dadanya yang tercetak jelas. Sebelum kena air saja sudah tercetak jelas apalagi ini setelah terkena air, kedua squishy itu semakin tercetak jelas. Sejak tadi Kalingga sangat gemas sekali dan ingin merem*snya lagi. Ia ketagihan.


"Biar apa kayak gini? Lo gak takut kalo gue bereaksi?" Tanya Kalingga.


"Enggak. Meskipun kamu ngac*ng pun, kamu gak mungkin berani melakukan hal itu, ayang," ucap Ailee tersenyum jahil.


Sial!!! Niat Kalingga ingin membuat gadis ini menegang malah dia sendiri yang tegang!


"Seyakin itu? Gue cowok normal kalo lo lupa. Gue bisa aja renggut mahkota lo saat ini juga. Apalagi..," ucap Kalingga menggantung. Ia merapatkan kakinya sehingga menjepit sebelah paha Ailee. Ia sedikit menggerakan pantatnya sehingga bergesekan dengan paha Ailee.

__ADS_1


"Lo merasakan itu? Di mini market tadi, gue bilang gue bisa kasih lo es krim vanilla kan? Produksinya disini, tapi harus ada bantuan tangan atau mulut lo," ucap Kalingga serak.


Tubuh Ailee sudah menegang sejak duduk di paha Kalingga. Apalagi saat ini pahanya merasakan benda keras menonjol itu. Jantumg Ailee rasanya ingin meloncat dari tempatnya saat ini juga. Tubuhnya tiba tiba memanas.


"Noo, aku gak mau di kiss sama kamu," ucap Ailee saat Kalingga memajukan tubuhnya. Kedua tangannya yang tadi memeluk leher pria ini beralih pada dada bidang polos Kalingga.


"Apa gue perlu persetujuan dari lo? Sama sekali enggak. Gue lakuin apa yang gue mau, paham?" Ucap Kalingga. Pria itu pun berdiri dan berjalan menuju ke dalam air. Ia menggendong Ailee seperti koala. Kedua kaki gadis itu melingkar di pinggangnya pun dengan kedua tangannya yang kembali melingkar di lehernya.


"Mau ngapain?" Tanya Ailee was was. Kalingga hanya tersenyum smirk dan menenggelamkan dirinya ke dalam air. Ailee tentu saja terkejut. Ia tidak persiapan mengambil nafas dulu. Ia berontak meminta dilepaskan namun Kalingga malah menciumnya di dalam air. Ia sengaja melakukan hal ini karena sudah pasti apartementnya ini memiliki cctv tersembunyi dimana mana. Papinya itu sangat protektif sekali.


Cukup lama Lingga mencium Ailee sampai sampai gadis di pangkuannya itu tidak lagi berontak. Ailee tidak membalas ciumannya, sepertinya gadis ini kehabisan nafas. Ling pun kembali menaikan tubuh mereka ke atas permukaan air. Ailee menghirup nafas panjang saat sudah berada diatas air. Ia masih memeluk leher Kalingga. Jidat mereka saling beradu, bahkan hidung mereka beradu. Nafas keduanya bertabrakan. Ling tersenyum miring saat melihat dada Ailee naik turun. Pemandangan yang sangat indah.


Pria itu pun memajukan wajahnya menghadap ke leher Ailee. Begitu juga dengan Ailee. Gadis itu tidak banyak bergerak karena tubuhnya lemas.


"Udah, Ling. Sakit," ucap Ailee. Kalingga pun melepaskan mulutnya dari bibir Ailee. Senyumnya terbit tatkala melihat bercak merah keunguan disana. Ukurannga sedang. Untungnya Kalingga membuatnya tidak di leher bagian atas yang terekspos. Melainkan di bagian leher yang dekat ke pundak.


Kalingga membawa Ailee ke dekat tepian kolam. Kemudian ia mendudukan Ailee disana dan menatapnya.


"Sakit?" Tanya Kalingga.


"Pake nanya lagi. Ya iyalah sakit," gerutu Ailee. Ie mengusap lehernya yang dihis*p Ling tadi.


"Mampus," ucap Kalingga membuat kedua bola mata Ailee melotot. Ia pun hendak mengomeli Kalingga namun terlambat. Karena bibirnya lebih dulu dibungkam oleh pria itu.

__ADS_1


Jujur, sejujur jujurnya, Ailee sangat terkejut. Dalam waktu beberapa jam ini, Kalingga terus menciumnya tanpa diminta. Biasanya Ailee yang selalu menciumnya. Namun kini pria itu yang lebih dulu berinisiatif menciumnya.


"Kalo Ailee makin baper sama ayang gimana? Emang mau tanggung jawab?" Tanya Ailee saat ciuman mereka terlepas.


"Enggak, karena gue gak suka sama lo. Gue ngelakuin hal kayak gini cuma latihan secara nyata aja. Biar nanti bisa gue praktekin ke cewek gue," ucap Kalingga.


Jadi, Ailee hanya dijadikan boneka saja oleh pria ini? Miris sekali nasib Ailee. Di dekati hanya karena akan dijadikan boneka percobaan oleh pria yang ia cintai.


"Sakit banget ya, padahal itu hak kamu. Ailee gak ada hak buat ngelarang apalagi cemburu," ucap Ailee setelah mengehela nafasnya. Dadanya benar benar sesak.


"Bagus kalo lo tahu diri," ucap Kalingga. Ia pun naik dari permukaan air, namun sebelum itu ia kembali mengecup bibir Ailee lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti baju.


Lagi dan lagi Ailee hanya mampu memukul mukul dadanya yang sesak. Ternyata sesakit ini jika terlalu berharap pada ekspektasi yang belum tentu terjadi. Ailee terlalu cepat menyimpulkan sampai ia lupa jika Kalingga tidak pernah menyukainya.


"Sakit banget tuhan," gumamnya. Gadis itu pun kembali menenggelamkan dirinya ke dalam air kolam. Ia menangis. Tentu saja. Wanita mana yang tidak akan sakit hati jika diperlakukan seperti ini. Bodohnya Ailee masih saja terus menyukai pria itu.


Sementara Kalingga, ia belum benar benar pergi ke kamar mandi. Di balik jendela kamarnya, ia menatap ke arah kolam. Disana Ailee menenggelamkan dirinya. Namun Ling tidak peduli dan bergegas ke kamar mandi.


Terlalu berekspektasi tinggi pada sesuatu hal yang belum pasti memang tidak boleh. Karena jatuhnya akan sakit sekali jika ekspektasi itu tidak sesuai dengan kenyataan.


Namun, Ailee masih tetap mencintai Kalingga.


Tbc.

__ADS_1


Silahkan komenannya untuk aa lingga


__ADS_2