
***
Ailee benar benar speechless mendengar perkataan dari Rici, dia langsung membalikan tubuhnya untuk segera pergi dari apartement ini, namun Kalingga tiba tiba berada di belakangnya. Berdiri sembari bersidekap dada.
"Kenapa?" Tanya Ailee sembari menatap ke arah Kalingga.
"Siapa?" Tanya Kalingga.
"Temen. Kan dibilang temen dari semalam. Gara gara kamu aku bakalan kena masalah. Ayo anterin pulang," ucap Ailee.
"Lo siapa gue kok berani nyuruh?" Tanya Ling.
"Ck. Katanya aku milik kamu, gimana sih," geruth Ailee. Gadis itu menubruk dan mendorong Kalingga agar menyingkir dari depannya. Ailee hendak masuk ke dalam kamar lagi. Ia harus segera bersiap, papinya sudah ada di mansionnya ini.
Sementara Kalingga terdiam sembari menahan senyumnya. Senang juga ternyata mendengar ucapan Ailee yang mengatakan hal itu. Baiklah, dia akan menuruti kemauan Ailee. Kalingga masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon. Ia mengambil hoddie semalam dan menarik tangan Ailee keluar dari dalam kamar apartementnya.
Ailee sedikit mengernyit karena keheranan. Ini Kalingga tumben sekali langsung menurut. Semalam saja Ailee bahkan benar benar bosan karena terus memaksa pria ini untuk memberikan ponselnya. Tapi pagi ini, dia dengan sendirinya membawa Ailee ke parkiran apartement. Ailee tidak banyak bertanya. Dari pada nanti Kalingga berubah pikiran urusannya akan panjang.
Yang jelas dia harus menyelamatkan nyawanya dulu, istilahnya.
Kekacauan di sirkuit memang bukan kesalahan Ailee. Tetapi dia pasti akan dicari oleh papinya, ia bahkan lupa tidak bertanya pada Magi, kapan papinya pulang. Ailee benar benar sedang dalam masalah saat ini.
"Kamu mau nganterin Ailee?" Tanya Ailee.
"Terus nganterin siapa? Vanesha gak ada," ucap Ling.
"Ih, jangan sebut nama itu lah. Ailee gak suka, bener bener gak suka. Manusia paling gak tahu diri yang pernah Ailee temui," ucap Ailee kesal.
Kalingga tidak menimpali ucapan Ailee. Pria itu malah terus berjalan sampai masuk ke dalam mobilnya begitu juga dengan Ailee. Setelah dia dan Ailee memasang seat belt, Kalingga pun langsung melajukan mobilnya menuju ke kediaman Ailee.
Ailee sendiri diam diam menahan senyumnya, melihat Kalingga dengan wajah cerahnya. Ailee merasa sepertinya pria ini sedang bahagia. Tetapi, apa hal yang membuatnya bahagia? Apa dia mendapatkan voucher belanja sepuasnya? Biasanya Ailee selalu senang jika mendapatkan voucher seperti itu. Tapi tidak mungkin juga, setahu Ailee pria ini tidak suka belanja.
__ADS_1
"Ling," panggil Ailee.
"Hm?"
Astaga. Suara berat dan lembut itu benar benar membuat jantung Ailee berdetak lebih kencang dari biasanya. Padahal hanya satu kata, tapi mampu membuat Ailee meleyot saat ini juga. Benar benar baperan sekali.
"Kenapa Ailee?" Tanya Ling.
"Gak papa, tapi kamu kelihatan kayak bahagia gitu. Ada apa?" Tanya Ailee.
"Emang gue gak berhak bahagia ya?" Ucap Ling.
"Ish bukan Ling, aneh aja. Gak biasanya kamu se-ekspresif kali ini. Biasanya wajah kamu datar kayak jalan tol," ucap Ailee.
"Gue lagi bahagia, karena lo," ucap Kalingga.
Blushh...
"Kenapa gitu?" Tanya Ailee. Gadis ini menyembunyikan wajahnya dibalik rambutnya yang tergerai bebas.
"Kenapa apanya?" Tanya Ling.
"Ya kenapa kamu bahagia karena Ailee," ucap Ailee.
"Kalo ngomong tatap orangnya, jangan nunduk mulu. Nanti kejedot baru nyalahin gue, lo kan suka gitu," ucap Ling.
"Gak mau, nanti makin suka kalo lihatin kamu terus," ucap Ailee.
"Makin suka atau pipi lo merah?"
What the f*ckk.. kenapa pria ini tahu?! Sialan, Ailee jadi malu karena tertangkap basah seperti ini. Seharusnya dia tidak menyalahkan pipinya yang memerah, seharusnya dia menyalahkan Kalingga yang sudah membuat pipinya memerah karena blushing seperti ini.
__ADS_1
"Diem," ucap Ailee. Hanya kata itu yang keluar dari dalam mulutnya. Wanita ini pun menyandarkan bahunya pada kursi mobil lalu menatap ke arah samping. Sengaja untuk menghindari kontak mata dengan Kalingga.
Sedangkan Kalingga hanya tersenyum kecil. Sangat menyenangkan sekali rasanya melihat tingkah Ailee yang sedang salah tingkah itu. Gadis ini benar benar membuatnya gemas.
Selama ini memang banyak yang mendekatinya, bahkan sebelum dan sesudah bersama Ailee juga selalu ada yang mendekatinya. Namun Kalingga tidak pernah menanggapi mereka. Tidak jarang juga dia mendapatkan bantuan dari Ailee ketika sedang dihadang beberapa siswi yang ingin berkenalan dengannya. Ailee dengan tingkah centilnya yang berubah jadi galak ketika berhadapan dengan wanita wanita yang mendekatinya benar benar membuatnya gemas. Cara marah Ailee memang terkesan biasa saja namun tegas sehingga beberapa dari mereka ada yang memilih mundur. Namun tak jarang ada juga yang terus mendekati Kalingga.
Ia bisa merasakan jika dia memang tidak menyukai wanita wanita yang mendekatinya. Namun dengan Ailee, dia tidak merasakan hal yang sama. Berbeda namun entah apa. Kalingga masih tidak terlalu paham. Dia selalu mengabaikan perasaan Ailee. Bahkan dia juga sering tidak peduli.
Jujur dia bahagia dan nyaman berdekatan dengan Ailee. Bahkan dia selalu merasa aneh ketika tidak ada Ailee yang mengacaukan kesehariannya. Makanya itu kemarin dia berani mengambil tindakan seperti ini karena dia memang tidak mau Ailee jauh seperti kemarin. Tetapi jika di pikir pikir, Ailee begitu karena dirinya juga kan?
"Ail," panggil Ling.
"Apa?" Jawab Ailee.
"Cinta itu apa sih?" Tanya Ling.
"Maksudnya?"
"Lo bilang lo suka sama gue, lo cinta sama gue. Terus cinta itu apa?" Tanya Ling.
Ailee menolehkan kepalanya ke arah Kalingga. Ia cukup heran dengan pertanyaan Kalingga, apa jangan jangan dia...
"Gue gak suka batang. Bersihin pikiran kotor lo," ucap Ling ketus.
"Hehe, kan cuma berpikir aja. Aneh sih kok kamu nanya gitu, masa gak tahu cinta itu apa," ucap Ailee.
"Ya apa?"
"Menurut Ailee pribadi, cinta itu perasaan murni. Cinta memang bisa datang kapan aja, bahkan cinta juga bisa berlaku pada siapa saja. Tetapi cinta yang Ailee rasakan sama kamu itu berbeda. Entah ini karena kita terlalu lama bersama, entah perasaan murni, atau karena kamu tampan. Tapi jujur aja Ling, Ailee bener bener sayang sama kamu. Rasa saya dan cinta itu berbeda. Cinta akan hilang ketila kamu sudah berusaha melupakan orang tersebut, tetapi sayang akan terus ada di hati kamu. Tidak peduli orang yang kamu sayangi itu menyakiti kamu seperti apapun. Dan yang Ailee rasakan seperti itu. Gak perlu Ailee tanya juga kamu tahu kelakuan kamu sama Ailee sejak dulu kayak gimana. Tetapi sayangnya Ailee ke kamu gak pernah berubah. Ailee pernah mencoba untuk melupakan kamu, tapi justru itu kayak boomerang. Bukannya melupakan justru malah makin memikirkan," jelas Ailee.
Tbc.
__ADS_1