Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
224. Pendendam


__ADS_3

***


Menghirup dalam udara segar dan bebas ini. Rasanya sudah lama sekali tidak dirasakan oleh Briella. Dia dan keluarganya sudah sampai di kediaman Natapraja. Tentu saja Sarah, Faraz, Nata dan Praja menyambut kedatangan anak dan cucu cucu mereka. Senang sekali karena destinasi liburan yang dipilih adalah Indonesia. Bukan negara lain.


"Biasa aja kali dek. Kayak gak pernah hirup oksigen aja," ucap Kairav.


"Diem deh bang. Lo gak tahu, oksigen Indo sama Boston itu beda," ucap Briella. Gadis itu memejamkan matanya dan terus menarik nafas lalu menghembuskannya.


"Sama aja kali. Sama sama satu dunia. Gak ada bedanya," ucap Kairav.


"Beda bang! Diem deh, ganggu aja," ucap Briella ngegas.


Ashel hanya menghela nafasnya. Mereka baru sampai dan tentu saja lelah. Tapi kedua anak kembarnya itu tidak henti hentinya berdebat. Sedikit pusing juga karena terus mendengar perdebatan keduanya. Tapi sudahlah.


"Lingga mana? Kok gak ada?" Tanya Nata.


"Lagi ngebucin oma," ucap Kavin.


Nata mengernyit. Bucin? Apa itu?


"Kakak paling lagi sama Ailee oma. Ailee itu loh, cucunya kakek Atma," ucap Briella.


"Ah iya, anak bule cantik itu. Jadi dia pacarnya kakak kamu?" Tanya Nata. Briella mengangguk.


"Anak kamu udah gede aja Kav, berarti kamu udah tua. Buktinya anak kamu udah punya pacar," ucap Sarah.


"Kalo Kavin tua, mama apa dong?" Tanya Kavin.


"Mas," ucap Ashel. Suaminya ini benar benar tidak pernah bisa jaga ucapan.


"Lihat, dia tetap seperti itu," ucap Sarah terkekeh.


"Mama mu selalu muda, ingat itu," ucap Faraz membela. Kavin menghiraukannya dan membawa istrinya masuk ke dalam kamar. Tentu saja berpamitan. Dia duluan beristirahat sebab Ashel kurang sehat.


"Jadi kalian enggak bareng?" Tanya Praja.


"Enggak. Kakak pergi duluan. Tiga jam lebih dulu sebelum kami berangkat. Dia naik pesawat umum. Tadi sih Ailee chat katanya mau jemput kakak di bandara," ucap Briella.


"Kalian sendiri kapan punya pacar?" Tanya Sarah.

__ADS_1


"Kami masih kecil oma. Biarkan Kalingga saja yang berpacaran, kami berdua kapan kapan saja. Lagi pula lebih menyenangkan seperti ini," ucap Kairav.


Sarah tersenyum dan mengangguk. Meskipun kembar ternyata ketiganya berbeda.


"Peluk oma, oma sangat merindukan kalian," ucap Sarah. Briella dan Kairav pun melakukan apa yang diinginkan omanya.


"Cucu cucu oma udah gede ya? Sekarang udah remaja. Dulu waktu kalian meninggalkan rumah ini, kalian masih sangat kecil. Oma merindukan kalian," ucap Sarah.


"Kami juga oma," ucap Kairav dan Briella.


Nata, Praja dan Faraz tersenyum melihat adegan di depannya. Senang sekali melihatnya.


***


Sementara itu di hotel, Kalingga masih dengan perasaan syoknya. Bagaimana tidak syok, secara Ailee menangkup dadanya dan sedikit merem*snya. Meskipun tidak timbul seperti milik Ailee, namun tetap saja aneh rasanya. Merinding dan entahlah, Kalingga tidak bisa mendeskripsikannya. Parahnya lagi dia kan tidak memakai baju. Tentu saja mudah bagi Ailee untuk melakukan itu.


Kalingga langsung menahan tangan Ailee yang sedang merem*s area dadanya.


"Tukeran gimana? Biar sama sama tahu rasanya," ucap Kalingga.


"Gak mau!" Ucap Ailee. Gadis itu bangkit seketika dari atas tubuh Kalingga dan melepaksan celakan tangan Kalingga. Namun kalian tahu sendiri, Kalingga tidak pernah dengan mudah untuk melepaskan Ailee. Saat Ailee bangkit, Kalingga juga ikut bangkit dengan keadaan tangannya masih mencekal tangan Ailee.


"Gak, cuma ngeri," ucap Ailee. Kalingga terkekeh pelan mendengarnya. Apa bedanya. Dasar Ailee.


"Gantian Ail, giliran gue yang rem*s punya lo," ucap Kalingga.


"Gak mau Lingga. Kamu gila?! Punya kamu sama punya aku beda," ucap Ailee.


"Emang siapa yang bilang sama hm? Gue kan cuma mau melakukan apa yang tadi lo lakukan," ucap Kalingga.


Ailee mencebikan bibirnya ke bawah. Kalingga melihatnya, jurus andalan Ailee sudah tidak mempan lagi.


"Nangis aja. Nanti sekalian gue bikin menjerit terus mendes*h," ucap Kalingga.


"Ih kamu," ucap Ailee sembari memukul pelan dada Kalingga.


Entah harus berkata seperti apa lagi. Kalingga benar benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Mesumnya sudah benar benar akut. Dan mesum itu hanya ditunjukan pria ini pada Ailee.


"Lepasin dong," ucap Ailee. Tangannya terus dicekal seolah tidak mau Kalingga lepaskan.

__ADS_1


"Gak mau. Gue mau kayak lo tadi," ucap Kalingga kekeuh.


"Mas Lingga insaf!"ucap Ailee.


"Why not? Kan lo juga tadi gituin punya gue. Kenapa gue gak boleh," ucap Kalingga.


"Gak boleh lah, punya kamu kan rata beda sama punya Ailee. Udah lepas, pake baju sana. Kita pulang," ucap Ailee.


"Gue masih mau sama lo," ucap Kalingga. Pria itu menarik Ailee ke dalam pelukannya. Dia tidak lagi mengatakan hal balas dendamnya. Ternyata pria ini pendendam juga. Bayangkan jika Kalingga benar benar melalukan apa yang tadi Ailee lakukan pada pria ini. Membayangkannya saja sudah membuat Ailee ketar ketir.


"Kasihan loh oma kamu, beliau udah nunggu kamu pasti. Kayaknya Briella sama yang lainnya juga udah sampe rumah," ucap Ailee.


Terhitung dari mereka datang ke hotel dan tidur, mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam lamanya. Bahkan hampir tiga jam. Keduanya memang sama sama kebo.


"Iya juga sih kayaknya," ucap Kalingga.


"Ya udah ayo pulang," ucap Ailee.


"Bentar sayang," ucap Kalingga rendah.


Aih, entah kenapa Ailee tersenyum diam diam saat mendengar ucapan dengan nada rendah itu. Rasanya cukup menenangkan sekaligus membuatnya salah tingkah. Ailee juga terdiam sama seperti Kalingga. Saat terdiam seperti ini rasanya memang benar benar memenangkan. Hanya suara helaan nafas keduanya saja yang terdengar.


Ailee dan Kalingga memang sering sekali seperti ini ketika sedang berdua. Berpelukan lalu terdiam cukup lama seolah sedang berperang dengan pikiran mereka masing masing. Nyatanya tidak. Mereka terdiam hanya untuk menikmati ketenangan yang tercipta.


"Nanti ikut gue ketemu seseorang. Gue mau kenalin lo sama dia," ucap Kalingga.


"Siapa? Cewek?" Tanga Ailee.


"Iya."


"Siapa lagi? Kamu gak sel-,"


"Stop overthinking. Gue gak mungkin selingkuh, secantik apapun cewek diluaran sana, cuma lo yang bisa bikin gue kepanasan gak jelas. Lo tahu dan lo udah denger sendiri kan kalo gue lagi solo, nama siapa yang gue sebut?" Tanya Kalingga.


"Kamu jangan keseringan solo mas! Apalagi kamu jadiin Ailee objek fantasi kamu. Gila ih, Ailee gak terima ya," ucap Ailee.


"Gak sering. Bahkan akhir akhir ini udah enggak, gue udah bisa kendaliin nafsu gue. Dan kenapa gue jadiin lo objeknya, you know that dear," ucap Kalingga.


Ailee menghela nafasnya, kenapa harus dia? Bahkan sepertinya sebelum berpacaran juga objek fantasinya tetap Ailee. Kenapa tidak Vanesha? Bukannya anak itu sering mengirimkan video tak senonoh tentang dirinya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2