Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
211. The Real Gibah Online


__ADS_3

***


Sendirian di rumah sangatlah menyenangkan, namun sebenarnya tidak semerta merta benar benar sendirian. Sebab di rumahnya yang besar ini ada beberapa orang maid dan banyak bodyguard yang menjaga. Alasannya demi keamanan. Papinya rela mengeluarkan uang banyak demi keamanan keluarganya dimana pun.


Yap dimana pun, sebab setidaknya ada dua sampai tiga orang yang selalu mengikuti kemana pun anggota keluarganya pergi. Hanya saja mereka tidak pernah menampakan dirinya di depan orang yang di jaganya. Sebab hampir semuanya tidak suka diikuti. Namun Kavin dengan keras kepalanya tetap meminta para bodyguard itu untuk mengikutinya.


Kavin hanya berjaga jaga. Sebab dia takut jika suatu saat nanti terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Lebih baik meminimalisir kejadian yang belum tentu terjadi bukan?


Briella merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya setelah kedua orang tuanya pergi keluar. Dia hanya sendirian di kamarnya yang luas ini. Sementara di samping kanan kamarnya ada Kairav yang sepertinya sedang bermain game dengan Rixel. Abangnya itu memang pecinta game, tapi untunglah tidak sampai kecanduan.


"Gabut banget. Ailee di monopoli kak Lingga. Kan gue gak bisa main sama Ailee," ucap Briella.


Sesekali memang Ailee selalu bermain dengan Briella, namun Kalingga selalu saja mengganggu dan meminta Ailee untum berduaan menemaninya. Tapi untungnya Ailee masih memiliki hati dan perasaan. Jadinya ketika Ailee sedang bersama dengan Briella dan Kalingga datang lalu mengajaknya pergi, maka Ailee selalu menolaknya. Sebab dia juga sedang bermain dengan Briella.


Main disini, bukanlah main barbie atau boneka. Melainkan main sosial media. Seperti scroll instagram lalu menggibahkan orang tersebut. Kebanyakan sih artis.


"Ini gue tidur aja kali ya? Gak ada agenda juga hari ini," ucap Briella. Gadis itu pun mengatur posisinya sebelum benar benar tidur. Setelah pas dan sesuai, dia kembali merebahkan tubuhnya.


"Hidup gue kayaknya gak jauh jauh dari makan, tidur, main. Udah kayak gitu aja terus," gumamnya. Briella pun memeluk bantal guling kesayangannya dan mulai memejamkan matanya. Namun tak berselang lama, ponselnya berbunyi.


Aish, mengganggu sekali. Padahal Briella hanya ingin tidur dengan nyaman dan tenang. Tapi ada saja yang mengganggunya. Jika bukan Kairav, ya ponselnya.


"Apa?" Sarkas Briella saat ia mengangkat teleponnya.


"Really little girl? Kamu marah karena saya menelepon kamu?"


What the f*ck!!!


Briella seketika membuka kedua matanya lebar dan langsung terduduk diatas kasurnya. Briella mengecek id nomornya. Nomor itu tidak terdaftar di kontaknya. Berarti dia siapa?


"Ini siapa?" Tanya Briella. Gadis itu menyalakan loudspeakernya dan memegang ponselnya.


"Astaga, beberapa hari tidak bertemu kamu jadi lupa dengan saya? Are you serious little girl?" Tanyanya.


"Ini siapa sih? Nomornya gak terdaftar loh," ucap Briella sedikit kesal.

__ADS_1


"Klein, remember me?" Tanyanya.


"WOILAH OM, NGAGETIN AJA TAHU GAK?! BRI KIRA SIAPA," ucap Briella ngegas.


Padahal Briella sudah menduga duga jika itu orang iseng. Sebab sebelumnya dia tidak menyimpan nomor Klein. Dasar pria tua ini, selalu saja membuatnya terkejut.


"Wait, wait. Jangan marah, apa kamu tidak menyimpan nomor saya? Bahkan selama berhari hari kamu tidak membalas pesan yang saya kirimkan. Apa gadis kecil seperti kamu ini memang sangat sibuk atau so sibuk?" Tanya Klein.


"Iya sibuk. Sibuk rebahan, makan, terus tidur. Gak ada kegiatan lain selain itu. Mageran soalnya," ucap Briella. Gadis itu kembali merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Sedangkan ponselnya ia simpan di sampingnya.


"Remaja sekarang memang seperti itu. Saya hanya ingin menelepon kamu untuk meminta kamu bertemu, bisa?" Tanya Klein tanpa basa basi.


"Kenapa ketemu? Mau ngapain?" Tanya Briella.


"Nanti kamu akan tahu setelah bertemu. Di mini market biasa, di gudangnya. Saya tunggu kamu sekarang disana" ucap Klein.


"Hah? Apa? Kok-,"


Tut... tutt..


"Tapi kasihan sih kalo enggak ditemuin. Ya udah lah dari pada gabut juga," sambungnya. Gadis itu pun bangkit dari atas tempat tidurnya dan berjalan mengambil sweater. Kebetulan dia sudah ganti baju. Hanya baju rumahan saja. Jadi sudahlah tidak apa apa. Toh Klein hanya mengajaknya bertemu di mini market.


***


Selesai bersiap, Briella berpamitan pada abangnya yaitu Kairav. Seperti biasa jika tidak ribut dulu rasanya tidak apdol. Sebelum Briella pergi, dia diajak adu jotos dulu dengan Kairav. Memang lebih baik ijin pada kakaknya saja, bukan abangnya. Kakaknya pasti akan mengijinkannya cepat, berbeda dengan abang bahlulnya ini.


"KALO LO BALIK GAK BAWA MAKAN JANGAN HARAP BISA MASUK," teriak Kairav.


"DIEM DEH. KELUAR SENDIRI JANGAN MANJA, KAYAK ANAK CEWEK AJA," teriak Briella tidak mau kalah.


"KUALAT LO GAK NURUT SAMA ABANG," ucap Kairav.


"Bodo amat lah," ucap Briella cuek.


Kairav mendengus kesal mendengarnya. Pria itu kembali fokus pada layar komputernya. Disana dia sedang bermain game seperti biasa.

__ADS_1


"Adek lo mau kemana?" Tanya Rixel melalui game yang sedang berlangsung.


"Jajan lah, ngapain lagi. Dia kan duta jajan," ucap Kairav.


"Oh. Ngomong ngomong Kalingga kok jarang log in buat main, dia kemana?" Tanya Rixel.


"Sibuk negbucin dia," ucap Kairav.


"Wait, ngebucin? Dia udah punya cewek? Siapa? Gak mungkin Ailee kan? Dia kan udah jadi incaran gue sejak kecil," ucap Rixel.


Kairav tersenyum sinis, incaran sejak kecil? Bahkan sebelum Ailee bertemu dengan Rixel saja Kalingga lah yang lebih dulu bertemu. Kairav memang terlihat baik di depan Rixel, namun untuk soal hubungan dengan Ailee, jelas saja dia akan memilih adiknya.


"Nanti juga lo tahu. Bokap gue mau adain pesta perusahaan di Indonesia, gak mungkin kalo keluarga lo gak hadir Xel. Nanti disana, lo akan tahu siapa ceweknya Kalingga," ucap Kairav.


"Palingan juga Vanesha. Soalnya dia lebih cocok sama Vanesh menurut gue," ucap Rixel.


"Lo gak usah bawa bawa adek gue deh. Fokus main aja," seloroh Virendra.


"Lo gak dukung adek lo sama Kalingga?" Tanya Rixel.


"Gak akan. Kalingga kakaknya dia sekaligus sodara gue. Gak ada sejarahnya sesama sodara pacaran," ucap Viren.


"Lo gak suka Kalingga?" Tanya Rixel.


"Bukan. Gak ada alasan gue buat gak suka kakak gue sendiri. Tapi kalo dia maksa nerima obsesinya adek gue, baru gue benci dia," ucap Virendra.


Virendra memang berbeda dua tahun dengan Kalingga dan Kairav. Dia baru kelas sepuluh SMA.


"Udah cukup, gak usah gosip lo berdua bukan cewek. Lanjut main gak? Kalo enggak gue out," ucap Kalingga.


"Janganlah bang," ucap Viren.


"Ya udah ayo lanjutin," ucap Kairav.


Mereka pun berhenti berbicara soal Ailee, Kalingga dan Vanesha. Dan melanjutkan bermain gamenya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2