Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
234. Pacar Aku Ya Kamu!!!


__ADS_3

***


Sementara itu di rumah sakit, Ailee benar benar menangis. Tidak menangis meraung raung memang, sebab dia masih punya malu. Dia hanya mengeluarkan air mata dan suara tarikan ingusnya saja. Ingus sialan ini benar benar tidak bisa diajak kompromi. Seharusnya tidak ikut ikutan keluar.


Matanya memerah begitu juga hidungnya. Ailee duduk membelakangi Kalingga. Tidak ada pergerakan sama sekali dari Kalingga. Pria itu sepertinya benar benar kehilangan akal sehatnya. Selain menangis karena sakit hati dengan kenyataan hari ini, Ailee juga menangis karena kakinya yang sakit. Kakinya lecet bahkan sudah mengeluarkan sedikit darah.


Kenyataan hari ini benar benar menamparnya. Ailee tidak tahu lagi harus berperilaku seperti apa lagi. Kalingga sudah mengatakannya wanita gila bahkan dia mengusirnya.


"Hiks.. k-kal-lo kamu bener bener gak inget siapa aku, a-aku bisa apa. Aku cuma berharap kalo kamu gak hilang ingatan selamanya," ucap Ailee. Gadis itu pun bangkit dari atas brankar tempat Kalingga tiduran setelah melepaskan pantofel shoes yang ia pakai. Kakinya sangat memerah sekali.


"A-ailee pergi dulu," ucap Ailee.


"Siapa yang nyuruh lo pergi?"


Pergerakan kaki Ailee saat akan melangkah terhenti. Ia pun menoleh ke arah belakangnya, menatap Kalingga yang sedang menatapnya.


"Maksud kamu apa? Bukannya kamu yang minta aku pergi?" Tanya Ailee.


"Iya, tapi setelah lo bantu gue ke kamar mandi. Gue pengen mandi," ucap Kalingga.


Ingin menolak namun ia kasihan juga melihat keadaan Kalingga yang terlihat lemah itu. Ailee akan tetap membantunya meskipun Kalingga sudah menyakitinya lagi. Entah kenapa ketika berhadapan dengan pria ini sosok kuat dan tangguhnya lenyap begitu saja. Malah digantikan dengan sikap childish. Ailee benar benar tidak paham dengan sikapnya sendiri.


"Ya udah," ucap Ailee. Gadis itu pun menghapus ingus dan air matanya lalu meletakan sepatunya dan membantu Kalingga. Memapahnya sampai ke kamar mandi.


Butuh effort dan tenaga untuk membawa Kalingga ke kamar mandi. Seharusnya Ailee menolaknya saja tadi. Kakinya benar benar sakit sekali karena ditekan cukup kuat ketika berjalan.

__ADS_1


Ailee membuka pintu kamar mandi dan memapah Kalingga sampai ke dekat bak mandi. Posisinya tangan kanan Kalingga di kalungkan pada bahu Ailee dengan tangan kiri Ailee yang memeluk pinggang pria ini.


Harum di tubuh Kalingga benar benar memabukan. Dia sangat suka dengan harum ini. Bahkan ketika mereka bobo bersama pun, Ailee selalu dengan nyaman bersandar di dada bidang ini. Namun kini mungkin semua kejadian itu tidak akan terulang lagi. Kalingga tidak mengingat siapa Ailee.


"Ailee panggilin suster buat bantu kamu. Ailee pulang," pamitnya. Gadis itu berbalik dan berjalan tertatih keluar dari dalam kamar mandi. Namun tiba tiba pinggangnya ditarik, seketika tubuhnya berputar dan jadi berhadapan dengan Kalingga.


Ailee tentu saja tersentak kaget, namun kagetnya tidak berlangsung lama saat Kalingga memepetkan tubuhnya pada tubuh depan Ailee. Bukan lagi kaget yang ia rasakan, namun takut sekaligus bingung.


Tatapan Kalingga sangat rendah sekali ketika menatapnya. Ailee tidak asing dengan tatapan ini. Kalingga memang selalu menampilkan tatapan rendah ini ketika libidonya naik atau ketika dia sedang bernafsu padanya.


Ujung hidung keduanya beradu. Sesaat Ailee menahan nafasnya. Dia benar benar tidak mengerti dengan situasi saat ini. Bukannya Kalingga lupa siapa dia?


"Lo cantik juga, kayaknya gak papa kalo gue main main dulu sama lo. Cowok lo gak mungkin marah kan," gumam Kalingga serak.


Gila!! Cowoknya Ailee adalah Kalingga. Pria ini sendiri. Benar benar gila. Sudah tidak mengingatnya dan sekarang malah memanfaatkan keadaan. Haruskah Ailee menyesal karena sudah berlarian jauh tadi? Bahkan kakinya sangat lecet akibat gesekan dengan sepatu pantofel yang ia pakai. Ditambah lagi ia juga menaningis pria ini. Dan sekarang pria ini malah kurang ajar padanya?


Kalingga menggelengkan kepalanya, "Siapa pacar lo? Kenapa dia ninggalin lo sendirian disini?"


Ailee menghembuskan nafas kesalnya lalu mendorong tubug Kalingga agar sedikit menjauh dari hidungnya. Ailee benar benar tidak bisa dengan posisi sedekat ini. Namun Kalingga dengan tidak maunya menjauh. Dia hanya menarik kepalanya sehingga hidung keduanya tidak bersentuhan lagi.


"PACAR AKU YA KAMU KALINGGA ALISTER! So soan nanya. Gak usah belaga hilang ingatan kalo kamu masih mesum sama Ailee. Nyesel Ailee nangis nangis gak jelas kayak tadi," ucap Ailee kesal. Bahkan wanita itu menarik kerah kemeja hitam yang dipakai pria ini. Kalingga sendiri hanya terkekeh pelan, tak lama bibir keduanya pun bertemu.


Yah, gila memang. Kalian masih tidak mengerti bukan? Hilang ingatan namun sikapnya tidak menunjukan jika pria ini hilang ingatan. Apa ini semua hanya permainan dan tak tik Kalingga?


Keduanya sangat rakus ketika berciuman. Seolah itu adalah ciuman terakhir mereka. Ailee dengan liarnya membalas ciuman Kalingga. Dia mengimbangi permainan lidah pria ini. Saliva keduanya sudah saling bertukar satu sama lain. Kedua tangan Kalingga menarik pinggang Ailee sementara kedua tangan Ailee mengalung pada leher pria ini.

__ADS_1


Decapan keduanya benar benar terdengar sangat jelas. Yup, mereka melakukan friench kiss. Sebuah ciuman yang sering keduanya lakukan ketika nafsu Kalingga meninggi.


Cup...


"So?" Tanya Kalingga.


Ailee hanya menatap Kalingga yang juga sedang menatapnya. Tatapan keduanya sama sama rendah, nafas Ailee tersenggal senggal. Berbeda dengan nafas Kalingga yang sudah kembali teratur. Kalingga memang sangat pro sekali. Tidak perlu diragukan.


Bugh... bugh... bugh..


Tinjuan demi tinjuan bahkan pukulan mendarat mulus di dada bidang Kalingga. Ailee sepertinya sangat kesetanan sekali ketika menggebuki Kalingga. Bukan apa apa, dia hanya kesal dengan Kalingga.


JADI PRIA INI HANYA PURA PURA HILANG INGATAN?!


"KESEL, KESEL, KESEL. AILEE KESEL BANGET SAMA KAMU. AILEE KESELLLL," teriak Ailee tak tertahanaa bahkan dia melupakan Kalingga yang sedang kesakitan. Bodo amat, biarlah laki laki ini kesakitan. Siapa suruh belaga hilang ingatan hanya untuk membuatnya menangis seperti tadi.


"Stop it sayang, sakit," ucap Kalingga. Pria itu menahan kedua tangan Ailee di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Nafas Ailee naik turun tidak beratur. Itu membuat dadanya ikutan naik turun juga. Kalingga tidak menyia nyiakan hal itu. Dengan segarnya matanya itu menatap ke arah dada Ailee.


Cocktail dress hitam yang dipakai oleh Ailee memiliki bagian dada yang rendah, namun tidak sampai memperlihatkan sembulan dadanya. Tetapi ini Kalingga, mata pria itu akan sangat jeli melihat dan merekamnya di otaknya. Lumayan juga untuk bahan halu kan?


"Indah," komentarnya.


Ailee memejamkan matanya dan menolehkan kepalanya ke samping. Emosinya benar benar tidak stabil. Dia harus menstabilkan dulu emosinya baru berbicara. Namun belum juga menetralkan emosinya, dia sudah dibuat emosi lagi oleh Kalingga.


Tbc.

__ADS_1


Gimana gimana...


__ADS_2