
***
Tatapan lurus ke arah depan, kedua tangannya dilipat. Ailee terus diam sejak tadi. Entah mengapa dia merasa sangat terguncang dengan pernyataan Vanesha tadi. Bukan apa apa, dia memang percaya pada Kalingga. Hanya saja mendengar pernyataan barusan membuatnya jadi sedikit goyah akan kepercayaan itu. Apalagi Kalingga menyembunyikannya.
Jika saja malam ini dia tidak datang ke kediaman Natapraja, mungkin selamanya dia tidak akan pernah tahu tentang hal itu. Apa benar Kalingga tidur dengan Vanesha? Lalu jika itu benar apa mereka melakukan hal itu?
Jika iya, Ailee tentu saja kecewa dengan Kalingga. Kenapa pria itu tidak jujur padanya? Padahal hubungan mereka memang sudah cukup dekat meskipun belum cukup lama. Apa selama ini Kalingga tidak pernah menganggap hubungannya dengan Ailee? Apa pernyataan cinta yang beberapa waktu lalu di ucapkan pria itu hanya sebuah penenang saja agar Ailee tidak bersama dengan pria lain?
Tapi kenapa? Kenapa Kalingga sepicik itu? Tidak membiarkan Ailee bahagia dengan yang lain jika dengan dirinya sendiri Ailee selalu dibuat terluka.
"Lee, jangan bengong kayak gitu dong. Nanti lo kerasukan gimana? Ini udah malem juga mana kita di luar," ucap Briella.
"Kalo iya, mungkin lo orang pertama yang gue cakar Bri," ucap Ailee.
"Hush, mulut lo emang minta di sleding bibirnya kak Lingga deh Lee. Ngawur banget kalo berbicara. Itu tidak sopan sahabat," ucap Briella sembari menggerakan jarinya ke arah Ailee.
Terlihat bodoh namun Ailee terkekeh pelan melihatnya. Briella memang mahluk tuhan yang paling random. Beruntunglah Ailee bertemu dan berteman dengannya. Setidaknya gurauan gadis ini mampu menghiburnya. Padahal sejujurnya hati Ailee sedang gelisah saat ini.
"Ngomong ngomong, rencana lo mau kemana aja?" Tanya Ailee.
"Ke semua daerah kalo bisa. Gue sih pengen ke Bali, pengen gitu gue pake biki*i," ucap Briella.
"Udah bosen ya lo jadi anaknya om Kavin?" Tanya Ailee.
"Hehe, becanda sahabat. Saya tidak mau seperti itu, saya masih suka uang papi saya apalagi uang kakak dan abang saya. Meskipun mereka masih kere karena belum bekerja, tapi nominal kartu debitnya gak kalah sama karyawan karyawan di perusahaan papi," ucap Briella cengengesan.
Ailee hanya menggelengkan kepalanya. Benar kan? Briella adalah manusia paling random yang pernah Ailee temui. Selama ini Ailee tidak pernah berteman dengan selain dengan Briella dan anak anak SBA. Dan diantara mereka semua hanya Briella yang paling random.
"Menurut lo, Lingga kenapa bohong sama gue soal Vanesha?" Tanya Ailee.
__ADS_1
"Lee, kak Lingga gak mungkin kayak gitu sama lo. Gue yakin ada alasan kenapa dia gak jujur sama lo," ucap Briella.
"So, lo juga tahu soal ini?" Tanya Ailee sembari menolehkan kepalanya menatap ke arah Briella.
"Lee..," ucap Briella tertahan.
Ailee terkekeh pelan. Ternyata Briella juga tahu atau mungkin memang semuanya tahu namun mereka sengaja menyembunyikannya?
"Santai aja, lagian Kalingga sama keluarga lo pastinya punya privasi. Gue masih terbilang orang luar, gue ngerti kok," ucap Ailee.
"Gak gitu Lee, gue gak kasih tahu lo karena gue gak mau ikut campur. Lo emang sahabat gue, tapi bukannya lebih baik kalo lo tahu dari kak Lingga langsung?" Tanya Briella.
"Harusnya emang kayak gitu Bri, sayangnya gue malah tahu hal itu dari cewek yang suka sama kakak lo. Parahnya lagi cewek itu adalah cewek yang ada di kejadian masa lalu kakak lo," ucap Ailee.
"Lee, please jangan kayak gini. Lo gak boleh kecewa sama kak Lingga. Bukannya lo bilang kalo lo percaya sama kak Lingga?" Tanya Briella. Dia tahu saat ini Ailee sedang kecewa. Briella jelas saja tidak mau memberitahu Ailee kronologi kejadiannya. Briella ingin kakaknya sendiri yang memberitahunya. Sebab jika dia yang memberitahunya, sudah pasti masalahnya akan semakin runyam dan tidak akan terkendali.
"Gue emang percaya sama dia Bri. Tapi setelah kejadian ini, apa gue masih bisa percaya sama dia?" Tanya Ailee balik.
Ailee tidak menjawabnya lagi. Gadis itu memilih menyandarkan bahunya pada sofa yang ia duduki bersama dengan Briella. Matanya terpejam. Ailee seperti sedang menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Anak rambutnya berantakan, bertebangan tertiup angin. Dingin memang, namun rasanya menenangkan.
Sudah lama juga kan Ailee tidak menyiksa dirinya sendiri? Tanpa sadar, setelah bersama dengan Kalingga, kebiasaannya merusak serta menyiksa dirinya sendiri sudah lama tidak ia lakukan. Lalu, apa sekarang dia akan melakukan itu lagi? Kalingga adalah obat sekaligus rasa sakitnya.
Cup..
Ailee membuka kedua matanua lalu menatap ke arah sampingnya. Disana ada Kalingga yang sedang duduk dan juga menatap ke arahnya. Tunggu dulu, bukannya tadi Briella duduk disana? Lalu dimana anak itu sekarang jika Kalingga yang duduk disana?
"Adek masuk ke dalam rumah," ucap Kalingga menahan tangan Ailee saat gadis itu bergerak untuk mencari keberadaan adiknya. Dia memang datang kesini tanpa suara. Bahkan dia memberi isyarat pada adiknya untuk tidak mengeluarkan suara.
"Marah?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Kecewa, dikit."
"Sini peluk," ucap Kalingga.
"Males, peluk aja sepupu kamu itu," ucap Ailee.
"Yakin? Gak nangis kalo gue balik lagi ke dalem rumah terus peluk cewek itu di depan lo?" Tanya Kalingga.
Ailee terdiam dan melipat kedua tangannya di depan dadanya. Hei, jelas saja Ailee tidak akan pernah sudi melihatnya. Bahkan mungkin dia akan menghancurkan kediaman Natapraja jika itu terjadi. Statusnya dengan Kalingga masih pacaran, jika bukan beda cerita lagi.
"Jangan marah sayang," ucap Kalingga pelan. Pria itu menarik Ailee agar mendekat lalu memeluknya. Ailee tidak melawan, namun tidak juga menerima pelukan Kalingga seperti biasanya. Dia hanya diam.
"Dulu, gue emang ke gap tidur sama cewek itu. Gue gak ngapa ngapain dia, justru dia yang hampir perkosa gue. Untungnya ada Virendra sama bang Kai, mereka langsung bertindak saat itu," ucap Kalingga.
"Udah gak perjaka?" Tanya Ailee.
"Masih, mau nyoba?" Tanya Kalingga.
Buk.. buk..
"Ngawur. Dipikir bakso," gerutu Ailee.
"Cewek itu bilang kayak gitu cuma buat provokasi hubungan kita. Kenyataan sebenarnya gak kayak gitu, bang Kai sama Viren yang jadi saksinya. Malam itu gue pingsan gara gara minuman yang dikasih obat sama cewek itu," ucap Kalingga.
"Gak ngapa ngapain? Beneran?" Tanya Ailee.
Kalingga menggelengkan kepalanya, "Enggak. Gue masih perjaka, darj ujung rambut sampe ujung kaki masih ori. Cuma bibir yang udah gak ori. Perut eight pack gue sama dada juga kayaknya."
"Ih, kamu ngomong kayak gitu kesannya kayak aku udah perjakain kamu aja!!"
__ADS_1
Tbc.
Guys, aku lagi galow😔👍