Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
151. Memperingati


__ADS_3

***


Briella menatap datar ke arah abangnya yang sangat rakus makan. Kairav terlihat seperti seseorang yang sudah lama tidak makan saja. Padahal pria itu selalu membawa semua jajanan milik Briella ke kamarnya.


Saat ini keluarga Briella sedang berkumpul namun tanpa Kalingga. Pria itu mengatakan jika dia masih berada di luar bersama Ailee. Jadilah keluarganya yang lain makan duluan.


Briella dan Kairav benar benar tidak keluar kamar seharian ini. Mereka hanya diam di kamar, bedanya Briella tidur sepanjang hari sedangkan Kairav bermain game sampai ketiduran. Akibat Kairav yang ketiduran, menyebabkan Rixel dan Viren kalah dalam game itu. Tentu saja mereka berdua menyalahkan Kairav. Namun Kairav tidak ambil pusing. Itu semua bukan kesalahannya, jika saja kedua pemuda itu bisa menanganinya dan pandai bermain game, mungkin mereka tidak akan kalah.


"Abang, pelan pelan nak. Gak ada yang akan ambil makanan kamu," ucap Ashel.


"Dia lagi cosplay orang kelaparan yang enggak makan bertahun tahun mi. Udah biarin aja, keselek tahu rasa lo bang," ucap Briella.


"Kualat lo nyumpahin orang yang lebih tua," ucap Kairav.


"Iya si paling tua," jawab Briella. Kairav hanya mendengus kesal mendengarnya. Ia ingin menyela kembali namun ia memilih makan saja. Dia sangat lapar sekali. Gara gara Rixel dan Viren dia jadi bablas ketiduran dan lupa untuk makan.


Sementara Kavin dan Ashel hanya menghela nafasnya. Mereka sudah terbiasa dengan perilaku kedua anaknya itu. Rasanya sudah tidak asing lagi, untungnya Kalingga tidak ikut ikutan untuk rusuh. Karena diantara ketiga kembar hanya Kairav dan Briella saja yang rusuh. Kalingga yang paling kalem dan irit bicara.


"Ngomong ngomong mi, Kak Ling dimana?" Tanya Briella.


"Kudet, lihat story-nya Ailee. Mereka lagi ngedate tadi sampe sekarang belum balik," ucap Kairav.


"Ha? Yang bener ah," ucap Briella. Gadis itu lantas mengecek ponselnya dan membuka aplikasi whatsapp-nya. Dia langsung mengetikan nama Ailee agar lebih mudah mencarinya. Namun Ailee tidak membuat story sama sekali di whatsapp, apa mungkin di instagram? Briella pun mengeceknya. Sama, disana tidak ada story apapun.


"Dia gak ada bikin story bang. Whatsapp sama instagramnya juga gak ada story-nya, kosong. Setahu Bri, Ailee kan jarang banget up story. Apalagi di whatsapp," ucap Briella.


"Yang bilang dia bikin story siapa? Gue cuma nyuruh lo lihat story-nya, tapi bukan berarti Ailee bikin story," ucap Kairav.


Bangs*t!! Rasanya Briella ingin sekali mengumpati abangnya ini tepat di depan wajahnya. Namun dia takut kualat dan itu tidak sopan juga. Yang ada dia akan diceramahi dari pagi sampai ketemu pagi lagi. Dia hanya bisa diam sembari menahan kekesalannya.


Tiba tiba terdengar suara lift yang terbuka, semuanya kompak menoleh ke arah lift. Disana ada Kalingga yang baru saja pulang, sendirian. Apa anak itu sudah mengantarkan Ailee pulang? Pikir Ashel.

__ADS_1


"Ailee udah aku anter pulang mami," ucap Kalingga saat sudah dekat dengan meja makan dan mencium tangan mami beserta papinya.


"Nice boy. Kamu gak bikin Ailee kesel kan hari ini?" Tanya Ashel.


Kalingga menggelengkan kepalanya. "Justru dia yang bikin kesel. Ngajak beli es krim mulu."


"Napa? Gak mampu beli es krim?" Tanya Kairav.


"Bukan gitu, kalo kebanyakan makan es krim bisa bisa dia sakit. Briella contohnya," ucap Kalingga.


"Lah kok saya," ucap Briella so polos.


"Kan bener elo dek, gak inget tahun lalu lo bolak balik rumah sakit karena sakit gigi gara gara makan es kebanyakan?" Tanya Kairav.


Biarkan Briella menjitak kepala abangnya ini. Masalah itu terus saja diungkit olehnya. Sepertinya Kairav memiliki dendam pribadi pada Ailee.


"Udah, udah. Sekarang kan anak gadisnya mami yang paling cantik ini udah gak makan es krim banyak lagi. Jangan di ungkit lagi ya bang," ucap Ashel. Wanita yang paling Briella sayangi itu sangat peka sekali padanya. Briella benar benar sangat senang menyukai tipe sweet mother seperti maminya itu.


"Lingga, masuk ke ruang kerja papi. Sekarang," ucap Kavin.


"Loh, kok..," ucap Kairav menggantung.


"Iya pi," ucap Kalingga. Dia menepuk pelan bahu abangnya dan pergi dari sana mengikuti papinya menuju ke ruang kerjanya.


"Mi, kakak mau diapain sama papi?" Tanya Briella.


"Hussh, kamu ini ngomongnya kayak kakak kamu mau di eksekusi aja sama papi. Masa iya papi tega sama anaknya sendiri," ucap Ashel.


"Ya abisnya kok cuma kakak, abang enggak sekalian?" Tanya Briella.


"Enggak. Papi ada perlu sama kakak soal hubungannya sama Ailee, kalian kan tahu sendiri, Kalingga tiba tiba pacaran sama Ailee," ucap Ashel.

__ADS_1


"Jadi, mami papi gak setuju?" Tanya Briella.


"Bukan Bri sayang, yang aneh disini kakak kamu yang tiba tiba menyatakan perasaanya pada Ailee. Kalian berdua tahu jelas kan seperti apa sikap Kalingga pada Ailee. Tentu saja itu aneh dan papi mungkin akan bertanya soal itu," ucap Ashel.


Briella dan Kairav hanya mengangguk paham. Benar juga, tapi meskipun begitu mereka tentu saja senang karena akhirnya Ailee bersama dengan cintanya.


***


Kalingga duduk di kursi depan yang ada di depan meja kerja papinya. Sedangkan papinya duduk di kursi kerjanya. Pria itu menatap ke arah anaknya, begitu juga Kalingga. Aura keduanya benar benar dominan. Bahkan dengan seperti ini saja, Kavin sudah merasa jika dia sedang berhadapan dengan rekan bisnisnya. Aura Kalingga benar benar berbeda.


"Kenapa pi?" Tanya Kalingga.


Kavin mengeluarkan sebuah map dan menyodorkannya pada Kalingga. Kalingga menerimanya dan membukanya. Di map itu ada beberapa fotonya dengan Ailee. Namun di foto itu ketika Kalingga dan Ailee berciuman.


"Why?" Tanya Kalingga.


"Sejauh apa hubungan kamu bersama Ailee?" Tanya Kavin.


"Sebatas pacaran, tidak lebih. Kiss ini, hanya pemanis saja. Kami sama sama mau," ucap Kalingga.


"Tapi papi dan mami pernah memergoki kamu yang memaksa Ailee sampai Ailee ketakutan dan menuruti kamu," ucap Kavin.


"Tentu saja dia harus menurut pi, dia kekasih Kalingga saat ini," ucap Kalingga.


"Kamu masih tahu batasan kamu kan? Papi tidak akan menagih konsekuensi janji yang kamu langgar. Papi tidak menganggap itu lagi. Tapi, kedekatan kamu dan Ailee," ucap Kavin.


"Pi, kedekatan Kalingga dan Ailee masih dibatas wajar. Kami masih sama sama menggunakana pikiran dan akal sehat kami. Papi dan mami jangan khawatir soal itu, Kalingga tidak akan mengecewakan mami dan papi," ucap Ling.


"Bagus kalau kamu mengerti. Kamu sudah punya pacar dan kamu sudah harus berpenghasilan untuk menanggung biaya kalian ngedate atau pun yang lainnya. Kamu harus mulai belajar bisnis bersama Kairav."


Sudah Kalingga duga.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2