Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
168. Teman Jadi Pacar


__ADS_3

***


Setelah perdebatan kecil antara yang ingin nen dengan yang tidak mau memberi pun akhirnya selesai. Kalingga yang mengalah, bagaimana pun dia tidak bisa terus terusan beradu argumen dan saling keras kepala. Lagi pula kemauannya itu sudah diluar batas. Dia memang sengaja melakukan itu, dia ingin mengetes sejauh mana iman Ailee. Ia pikir Ailee cewek yang gampangan, ternyata tidak. Dia wanita keras kepala yang sangat sangat tidak mau melakukan sesuatu hal yang dianggap tabu.


Tentu saja hal itu dianggap tabu. Meskipun iya, teman sebaya mereka memang sudah sering melakukaan itu dengan pacar atau dengan simpanan. Hidup di negeri ini memang berbeda. Bedanya memang sangat jauh, waktu itu tante Ashel memberitahunya tentang kehidupan sekolah di Indonesia. Memang disana sangat ketat dan pergaulan pun tidak terlalu bebas. Berbeda disini, setiap harinya mungkin saja Ailee selalu melihat cewek cowok yang ketahuan mojok. Ketahuan olehnya bukan oleh guru.


Dan anehnya, hal seperti itu disini sepertinya sudah sangat biasa sekali. Biasa terjadi. Ailee sedikit tidak habis pikir tapi ya sudahlah, itu hidup mereka dan mereka yang menjalaninya.


Beberapa menit berlalu, keduanya masih anteng berada di dalam mobil. Ailee juga masih duduk di pangkuan Kalingga. Entah kenapa rasanya sangat nyaman sekali. Gadis itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kalingga, sementara Kalingga diam memeluk Ailee. Keduanya larut dalam kesunyian. Sebab sekolah masih sepi, hanya ada beberapa murid rajin saja yang sudah datang.


"Yang," panggil Ailee.


"Kenapa?" Tanya Kalingga.


"Aku takut," ucap Ailee.


Kalingga mengernyit mendengar ucapan Ailee. Gadis ini takut kenapa?


"Takut kenapa?" Tanya Kalingga.


"Takut kalo suatu hari nanti kamu pergi ninggalin aku, aku gak siap," ucap Ailee.


"Otak lo harus dibersihin dari overthinking kayaknya. Berhenti overthinking gak jelas, gue gak akan pernah ninggalin lo," ucap Kalingga.


"Ciee bucin," ucap Ailee meledek.


"Ck. Nyebelinnya kumat kan. Udah awas minggir, masuk ke kelas ayo," ucap Kalingga.


"Gak mau," ucap Ailee manja.


"Terus mau disini terus? Ujian gimana?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Ih, ya udah kalo gitu," ucap Ailee. Gadis itu bangun dari atas pangkuan Kalingga dan berjalan keluar diikuti Kalingga. Keduanya sama sama bergandengan tangan menuju ke ruangan ujian masing masing. Tenang saja, meskipun berbeda ruangan, namun ruangan mereka masih bersebelahan.


Beberapa siswa siswi yang dilewati oleh Kalingga dan Ailee sedikit terkejut. Banyak yang menatap Ailee sinis namun Ailee menghiraukannya, toh dia yang memenangkan Kalingga. Artinya dia sudah menang di medan pertempuran ini. Ailee memang bangga karena akhirnya dia bersama dengan Kalingga. Statusnya pun sudah berubah, dari teman menjadi pacar.


***


Beberapa jam berlalu, Ailee dan murid lainnya sedang fokus mengerjakan ujian. Ini adalah ujian terakhir di hari ini. Namun sejak lima menit yang lalu Ailee sudah selesai mengerjakan ujiannya. Ini ujian yang sangat mudah menurutnya. Ailee menyukai pelajaran ini dan semua kategori pelajaran ini sudah Ailee kuasai.


Tiba tiba ia ingin buang air kecil, ia pun ijin pada guru pengawas. Setelah diijinkan dia pun langsung ngibrit ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ailee cukup lama buang air kecil, sebab tadi dia menahannya. Setelah selesai ia pun cuci tangan dan menatap dirinya di depan cermin, masih tetap sama. Dandanannya tidak berubah.


"Ngapain ngaca ya anjir? Kan gue cuma pake sunscreen doang. Ya gak ngaruh lah, beda lagi kalo dempul," ucap Ailee pada dirinya sendiri. Ia pun segera keluar dari dalam kamar mandi. Namun baru beberapa langkah berjalan, dia dihadang seorang pria.


Pria itu adalah Fade.


Astaga, baru saja beberapa hari ini dia merasa tenang karena tidak diganggu Fade lagi, tapi lihatlah sekarang. Fade kembali mengganggunya lagi. Cape sekali rasanya.


"Hai manis," ucap Fade tersenyum.


Fade terkekeh mendengarnya. Ailee memang selalu berbicara dengan nada sinis padanya. Entah kenapa tapi memang Ailee selalu seperti itu.


"Ya tapi lo manis, apalagi bibir lo ini. Menggoda banget," ucap Fade.


"Bangs*t," umpat Ailee kesal.


"Sttt, jangan ngumpat sayang. Itu gak baik loh," ucap Fade.


"Bajing*n!!! Minggir lo," ucap Ailee. Gadis itu sudah tersulut emosi. Ailee memang tidak akan ramah pada Fade atau pun orang yang sudah mengusik hidupnya. Dia mendorong tubuh Fade agar pria itu menyingkir dari depannya. Namun bukannya menyingkir, Fade malah menahan tubuh Ailee dan memojokannya ke tembok.


Ailee meringis kesakitan saat tubuhnya di dorong dengan cukup kuat ke tembok. Dia memejamkan matanya saking kesakitan. Bahkan Ailee tidak menyadari jika Fade sudah mencondongkan kepalanya hendak mengecup bibir Ailee. Namun dengan cepat Ailee menendang ******** pria itu. Ailee memang memejamkan matanya, namun dia tidak lengah.


Fade meringis kesakitan memegangi area *********** sedangkan Ailee memegangi bahunya yang kesakitan.

__ADS_1


"Anj- lo, bangs*t!!!" Umpat Fade.


"Anj- teriak anj-. Ngaca nyet," ucap Ailee kasar. Gadis itu pun segera pergi dari sana. Sialnya lagi area toilet saat sepi, mungkin karena memang belum waktunya keluar kelas. Ailee benar benar sedang sial, seharusnya tadi dia menahan saja sampai bel baru dia pipis. Jika saja dia tahu.


"Sini lo anj-," ucap Fade. Pria itu mengejar Ailee dan menarik tangan Ailee. Ailee yang sedang kesakitan pun tidak mampu melawan sebab gerakan Fade cukup cepat. Fade mengangkat tangannya hendak menampar Ailee. Namun...


Bugh...


Tinjuan mulus melayang ke arah kepala Fade. Pria itu terhuyung karena mungkin rasa sakit dan juga kepalanya yang pusing.


"Ling," ucap Ailee ketakutan. Gadis itu langsung memeluk prianya dengan erat. Untunglah ada Kalingga, bayangkan saja jika tidak ada. Mungkin Ailee sudah tamat karena amarah pria gila itu.


"Don't touch him. He is mine," ucap Kalingga. Pria itu mengeraskam rahangnya. Wajahnya terlihat sangat emosi sekali. Jika saja Ailee tidak ketakutan, mungkin dia akan baku hantam dengan Fade.


"Pulang," ucap Ailee lirih.


"BANGS*T. EMANG LO SIAPA HAH?! LO CUMA MANFAATIN DIA KAN?" Teriak Fade.


"LO HARUSNYA SADAR AIL, GAK MUNGKIM DIA TIBA TIBA SUKA SAMA LO KALO GAK ADA NIAT LAIN. LO BODOH, MAUNYA DI BODOHIN PRIA BAJING*N INI," teriak Fade.


Kalingga tidak bisa menahan emosinya lagi. Pria itu pun melepaskan pelukan Ailee di tubuhnya dan berjalan ke arah Fade yang masih tersungkur diatas tanah.


Sedangkan Fade tersenyum miring melihatnya, dia berhasil menyulut emosi Kalingga.


Kalingga langsung menendang tubuh Fade sekuat tenaga sampai pria itu berguling ke belakang. Bahkan Kalingga juga menginjak perut Fade.


Uhukk..


"L-lo, gak akan bisa dapetin Ailee. Ailee milik gue," ucap Fade sengaja.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2