
***
"AAAAAAA, AILEE GILA LO YA?! NAMPAR CALON SUAMI LO!!"
Sejak tadi, gadis bernama Ailee bermarga Fox itu terus berteriak tidak jelas. Sesampainya dia di rumah setelah diantar oleh om Kavin dan tante Ashel, Ailee langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan tidak menentu. Tadi saat ia mengetahui apa yang terjadi dengan tubuhnya, ia langsung memarahi Kalingga. Selain memarahi, dia juga menampar Kalingga cukup keras sampai pemuda itu sedikit terhuyung. Itu gerakan spontan Ailee, ia tidak bisa memprediksinya. Kejadian itu terjadi begitu saja. Setelah menampar Kalingga, Ailee hendak minta maaf namun om Kavin dan tante Ashel masuk lebih dulu. Sehingga Ailee tidak bisa meminta maaf. Apalagi melihat raut Kalingga yang berubah drastis. Raut wajah itu berubah seperti awal, dimana Kalingga sangat tidak menyukai Ailee.
Ailee terus menggulingkan tubuhnya ke kiri dan kanan diatas kasurnya. Ia masih teringat sekeras apa ia menampar pipi Kalingga. Ailee benar benar bersalah pada Kalingga. Namun Kalingga juga bersalah padanya. Seharusnya kan pria itu tidak melakukan hal itu, Ailee yakin sekali jika Kalingga memang melakukan hal hal lain pada anggota tubuh atasnya. Bibir bengkak, kissmark, dan put*ng yang terasa kebas itu sudah jadi bukti. Kalingga sepertinya bernafsu semalam padanya.
"Kenapa Lingga kayak gitu ya? Apa dia bener bener horn- sama gue?" Tanya Ailee.
"AFAH IYAH? ANJIR LAH GUE FRUSTASI. INI GIMANA GUE MINTA MAAF SAMA KALINGGA? MINTA DICINTAI BALIK AJA SUSAH," teriaknya tak tahu diri. Untungnya kamarnya ini kedap suara jadi tidak ada yang bisa mendengarnya. Namun sialnya, Ailee tidak menutup rapat pintu kamarnya sebab disana sudah ada Kalingga. Pria itu masih berdiri dan belum masuk. Kalingga bisa mudah masuk ke rumah ini sebab ia mengenal Magi, dan lagi yang Magi tahu Kalingga adalah pria yang disukai oleh nonanya. Sudah seharusnya bukan dia memberikan akses masuk?
Ailee berdiri lalu berjalan mondar mandir tidak jelas. Gadis itu sedang kebingungan seperti apa caranya meminta maaf pada Kalingga, pria nomor satu di hatinya.
"Ini gue kudu gimana? Gue harus datang aja ke rumah dia gitu? Tapi alesannya apa? Masa iya waktu tante Ashel nanya 'Ailee ada apa? Kenapa gak istirahat?' Gue kudu jawab apa? Masa iya gue jawab mau minta maaf soalnya udah nampar anak tante. Kan gak elite banget," erangnya. Ailee mengacak acak rambutnya frustasi. Entah kenapa jika berurusan dengan Kalingga atau sampai menyinggung pria itu, Ailee akan sefrustasi ini. Apalagi ini, Kalingga menamparnya.
"Tapi kan Lingga juga salah, grep* grep* Ailee waktu Ailee gak sadar. Jadi kalo Ailee nampar dia, impas kan?" Tanyanya. Gadis itu terdiam sembari melipat tangannya. Satu tangannya naik dan ia gigiti kukunya. Matanya menatap ke arah ubin lantai, dia berhadapan dengan cermin tinggi yang ada di kamarnya.
"AAAAA," teriak Ailee terkejut saat Kalingga tiba tiba memeluknya. Ailee tahu dari pantulan cermin yang ada di depannya.
"Ling," panggil Ailee pelan.
__ADS_1
"Hm," gumam Ling. Pria itu menyembunyikan wajahnya di bahu pendek Ailee. Tangannya melingkar di perut Ailee. Tanpa malu dan tanpa segan, Kalingga memang selalu memeluknya tiba tiba di waktu tertentu saja.
"Ling, maafin Ailee karena udah nampar kamu. Tapi itu semua kan salah kamu," ucap Ailee. Kalingga tidak menjawabnya dan masih tetap mempertahankan posisinya. Memeluk Ailee dengan nyamannya.
"Ling ih, ngomong dong. Kok suka mendadak bisu kalo Ailee ngajak ngomong," ucap Ailee.
"Apa yang harus di omongin? Gue emang melakukan apa yang lo pikirkan, tapi sesuai dengan ucapan lo kan? Lo udah nampar gue jadi impas," ucap Ling.
Ailee terdiam. Sebenarnya tidak bisa semudah itu, Ailee sudah dirugikan secara fisik oleh Kalingga. Sedangkan Ailee hanya menamparnya saja. Itu tidak fair!
"Seharusnya gak nampar," ucap Ailee.
"Ya Ailee lakukan hal yang sama ke kamu. Apa yang kamu lakuin semalam ke Ailee," ucap Ailee.
"Yakin? Kalo gue terjang dengan alasan lo balas dendam kayaknya yang salah juga bukan cuma gue, tapi lo. Secara gak langsung lo udah goda gue," ucap Ling.
"Emang semalam Ling ngapain Ailee?" Tanya Ailee dengan polosnya. Gadis ini memang tidak tahu apa yang terjadi semalam padanya. Ia hanya menerima efeknya di pagi hari.
"Mau sekalian contoh?" Tanya Ling. Ailee mengernyit. Tanpa aba aba Kalingga mencium bibir Ailee. Selain mengernyit Ailee juga melotot, pasalnya pintu kamarnya sudah pasti tidak di kunci. Ailee mencoba melepaskan ciuman Kalingga, namun Kalingga tidak mau melepaskannya. Ailee mencoba memikirkan cara, bagaimana dia bisa menutup pintu kamarnya. Hari ini kedua orang tuanya akan pulang. Takutnya dia terciduk sedang berciuman dengan pria yang ia cintai.
Terbersit sebuah ide di otaknya. Ailee pun membalas ciuman Kalingga, mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu dan sedikit menekannya. Sedangkan Kalinggga, saat mendapatkan lampu hijau pria itu menarik pinggang Ailee agar semakin menempel dengannya. Perlahan Ailee mulai bergerak. Mendorong tubuh Kalingga ketika sedang berciuman. Sampai akhirnya Ailee sampai di dekat pintu, gadis itu pun melepaskan ciumannya dengan cara mendorong Kalingga sekaligus sehingga ciumannya terlepas.
__ADS_1
"F*ck!! Kenapa di lepas?!" Tanya Kalingga geram. Sedangkan Aileee tidak berhadapan dengannya sebab Ailee langsung mendorong pintu kamarnya.
"Ih, main sosor aja kayak soang," gerutu Ailee.
"Lo juga balas ciuman gue, berarti lo juga soang," ucap Ling. Pria itu berjalan mendekat ke arah Ailee sehingga Ailee berjalan mundur sampai punggungnya menabrak pintu di belakangnya.
"Mau apa?" Tanya Ailee takut takut. Pasalnya Kalingga adalah pria yang nekat, dia hanya takut saja pria ini macam macam.
"Bukannya tadi lo nanya, gue ngapain aja ke lo semalam. Kenapa masih nanya. Kan gue bilang, gue bakalan sekalian contohin," ucap Ling tersenyum miring. Pria itu kembali merendahkan kepalanya dan hendak kembali menyambar bibir Ailee, namun dengan cepat Ailee menahan dada pria itu.
"No, Ling. Udah cukup kamu sosor bibir Ailee. Ailee udah eneg sama bibir kamu," ucap Ailee.
"Eneg? Lo gak boleh eneg, karena setiap saat lo bakalan terus rasain bibir gue. Suka atau enggak, gue gak peduli," ucap Ling.
"Sembarangan. Ailee cuma mau kiss sama calon suami Ailee nanti, bahkan Ailee bakalan bertindak liar lebih dari pada liarnya Ailee ke kamu," ucap Ailee.
Kalingga menaikan sebelah alisnya, "Emang siapa yang mau jadi suami lo? Ingat video kita dan ingat apa yang udah kita lakukan selama ini. Lo yakin bakalan ada cowok yang mau nerima lo?"
"Ada. Gak mungkin gak ada, yang penting Ailee masih virgin."
Tbc.
__ADS_1