Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
284. Tuntutan Di Usia Muda


__ADS_3

***


Masih muda, namun sudah harus menghadapi masalah sebesar ini. Memang apa yang pernah dikatakan mamanya dulu benar adanya dan sudah terjadi saat ini. Ia masih SMA, tapi tanggung jawabnya tidak hanya fokus belajar. Ada satu beban berat yang sangat penting yang sedang menunggunya.


Sudah terlalu lama Ailee mengabaikan kewajibannya. Karena sebenarnya yang ia mau bukanlah yang seperti ini. Ailee bahkan tidak pernah berminat pada bisnis. Namun mau dikata apa, hanya dia satu satunya ahli waris yang tentunya akan melanjutkan bisnis ini.


Dulu, Ailee bercita cita ingin menjadi Dokter. Tujuannya mulia, dia ingin membantu orang yang sakit untuk kembali sehat. Bahkan sejak dulu Ailee dan Briella selalu bermain dokter dokteran saking sukanya Ailee dengan dunia kedokteran. Saat SMP juga, Ailee aktif ikut pada salah satu organisasi yang berada di bawah naungan tentang kedokteran. Namun sayangnya, saat ia mulai tumbuh dewasa, kedua orang tuanya sudah menghadapkannya pada satu pilihan. Sebenarnya ini juga tidak termasuk pilihan. Karena mau tidak mau, suka tidak suka Ailee tetap harus menjalaninya.


Perusahaan Fox mulanya hanya perusahaan biasa ketika berada di tangan Atmajaya. Namun setelah posisi direktur utama beralih pada Alexander, semuanya berubah. Perusahaan Fox semakin berkembang dan perlahan maju. Saat Ailee SMP, perusahaan tersebut sedang dalam masa jaya jaya-nya. Bahkan kejayaannya tidak pernah pudar sampai saat ini. Tentu saja bukan hal mudah bagi Alexander dan Cya untuk mengembangkan perusahaan ini. Namun berkat kerja keras keduanya, semuanya kini telah dibayar tuntas.


Alex dan Cya adalah kedua pebisnis yang sangat pintar dan handal. Sudah banyak tender yang mereka dapatkan hanya dalam waktu beberapa tahun ini. Selain itu juga, mereka berhasil menggaet banyak investor. Hal itu tentu saja mempengaruhi. Semuanya sudah terbukti saat ini. Banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Fox Enterprise.


Tanggung jawab sebesar itu harus Ailee tanggung perlahan mulai dari saat ini. Tidak ada dukungan kedua orang tuanya secara langsung. Keduanya masih dirawat secara intensif di rumah sakit. Tadi, Ailee sempat mengunjungi dokter untuk menanyakan perkembangan kesehatan mamanya. Mamanya masih belum memberikan respon. Dokter bahkan sudah memvonis jika dalam waktu dua puluh empat jam Cya tidak memberikan kemajuan pada kesehatannya, maka dengan berat hati kondisi Cya akan dinyatakan koma.


Tidak ada yang tahu tentang hal ini kecuali Ailee. Pundaknya terasa berat sekali. Apalagi saat ini dia hanya bisa berjuang sendirian saja. Menyelesaikan masalah di perusahaan papinya sembari menunggu kedua orang tuanya sadar dari tidur lamanya.


"Maaf."


Ailee menoleh saat mendengar suara seseorang dari belakangnya.


"Abang," ucap Ailee.

__ADS_1


Alvaro Lexan. Kakak sepupu dari Ailee baru datang berkunjung. Varo sebenarnya sudah tahu kabar yang memimpa keluarga dari om-nya. Namun dia belum bisa datang berkunjung sebab dia memiliki tanggung jawab pada perusahaannya sendiri.


"Maaf, abang terlambat," ucap Alvaro. Pria itu berjalan lebih dekat ke arah Ailee dan membuka kedua tangannya agar Ailee datang padanya.


"Gak papa, mama sama papi baik baik aja. Makasih udah datang," ucap Ailee.


"Di depan abang, kamu gak perlu setegar ini," ucap Alvaro.


"Udah capek nangis terus. Lagian nangis gak bikin keadaan kayak semula juga," ucap Ailee.


"Sudah lama tidak bertemu, ternyata kamu sudah tumbuh dewasa," ucap Alvaro. Ailee tidak menjawabnya lalu mengurai pelukannya.


"Jenguk semuanya, bukan hanya mama sama papi kamu. Tapi kamu juga, kamu memang tidak ikut terbaring di dalam gedung ini. Namun abang yakin kamu juga merasakan sakit," ucap Alvaro.


Mungkin selama ini hubungan Ailee dan Alvaro kurang membaik karena kesibukan Alvaro dan janji janjinya yang selalu di ingkari olehnya. Untuk kejadian satu dua kali Ailee memakluminya. Namun waktu itu tingkah Alvaro sama seperti kedua orang tua Ailee. Sampai sampai Ailee sedikit kecewa bahkan selalu menghindarinya. Tetapi ini semua terjadi saat Ailee haus akan kasih sayang. Sekarang berbeda lagi.


Seiring berjalannya waktu setiap orang akan berubah. Akan menjadi baik dan tidak baik. Namun untungnya Ailee memilih opsi pertama. Memaafkan semua orang yang telah mengecewakannya dan berdamai dengan semua masalah yang selalu datang menghampirinya. Bahkan selama beberapa bulan ini, self harm yang diderita Ailee sudah jarang sekali muncul.


"Bisa dibilang iya, tapi sekarang bukan waktunya aku menangis tersedu sedu. Aku tentu saja sedih dengan keadaan kedua orang tua ku yang seperti sekarang ini. Tapi aku harus mengesampingkan perasaan sedih ini. Aku yakin abang tahu apa yang sedang terjadi di Boston," ucap Ailee.


Alvaro tersenyum dan mengangguk, "Abang akan selalu menemani dan membantu kamu. Justru kedatangan abang kali ini kesini untuk membahas hal itu juga."

__ADS_1


***


Untuk malam ini, Alvaro menawarkan diri untuk menjaga Alexander dan Cya. Ia sengaja melakukan hal ini supaya Ailee bisa pulang dan beristirahat sebentar. Ailee akhirnya menurut dan pulang ke rumah Atmajaya.


Sore tadi tante Ashel datang beserta ketiga kembar. Hanya om Kavin yang tidak datang. Beliau sedang sibuk di kantor, katanya. Tadi sore juga Kalingga sempat salah paham karena melihat Ailee yang dipeluk oleh Alvaro. Untungnya Ailee segera menjelaskannya pada pria itu. Kalingga sudah mengerti namun masih marah sampai malam ini. Chat yang Ailee kirim tidak mendapatkan balasan satu pun.


Sesampainya di rumah tadi, Ailee langsung bersih bersih lalu berpakaian. Malam ini juga Gail datang ke rumah kakeknya karena Ailee yang memintanya. Ada beberapa hal yang harus mereka bahas.


"Tumpukan map beserta file di flas disk ini adalah proyek tuan Alex dan nyonya Cya. Jika kamu kesulitan, aku dan Han akan membantu sebisa kami. Namun tadi aku mendapat kabar jika tuan besar akan mengambil alih sementara perusahaan di Boston," ucap Gail.


"Grand?" Tanya Ailee. Gail menganggukan kepalanya.


"Aku percaya hal itu. Grand pasti akan turun tangan langsung, tapi aku juga tidak akan tinggal diam saja," ucap Ailee.


"Sudah seharusnya nona muda. Sekolah akan segera dimulai dalam waktu satu minggu ini, apa kamu sudah memikirkan tawaran pihak sekolah?" Tanya Gail.


Ailee menggelengkan kepalanya, "Akan aku pikirkan nanti. Yang jelas untuk sekarang aku akan mencoba memahami bisnis bisnis ini dulu."


"Beruntunglah karena kamu dikaruniai otak yang pintar sekaligus orang tua yang sudah mempersiapkannya. Besok tuan Levan dan tuan besar akan menjelaskannya pada kamu. Magi sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia untuk merawat kedua orang tua kamu. Beberapa bodyguard juga sudah mulai berjaga mulai malam ini di rumah sakit. Jadi kamu bisa sedikit tenang dan istirahat sejenak," jelas Gail.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2