
Ramein yaaaaa
***
Briella menepis tangan pria yang sedang ada di hadapannya. Bukan apa apa, bibirnya yang sehat dan bersih ini tidak boleh sembarangan disentuh. Yang ada uangnya untuk perawatan selama ini akan hangus begitu saja. Uangnya raip dan bibirnya tidak bagus lagi. Padahal sebenarnya bibir gadis ini sudah sangat bagus sekali.
"Gak usah dipegang. Beli perawatan buat bibirnya mahal. Aku harus malak papi sama abang sama kakak dulu baru bisa perawatan," ucap Briella pelan. Gadis itu dengan perlahan menggerakan bibirnya.
Klein sendiri mengernyit mendengarnya. Perawatan? Jadi gadis dengan wajar bare face ini perawatan? Padahal tidak perlu. Terlihat dari wajahnya yang memang sudah sehat.
"Saya bahkan bisa membiayainya. Semau yang kamu mau. Asalkan kamu jadi kekasih saya," ucap Klein.
"Hello!! Kita baru ketemu dua kali om. Apah iyah kita harus pacaran? Lagi pula aku gak diijinin buat pacaran sebelum lulus kuliah dan sukses," ucap Briella.
"Kamu wanita, Briella manis. Kodrat kamu mengikuti suami kamu. Kamu tidak perlu sukses sebenarnya, kamu hanya perlu menjadi istri dan ibu yang baik," ucap Klein.
"Iya sih om. Tapi aku mau nyoba dulu jadi wanita karir, wanita independent. Mau tahu rasanya," ucap Briella.
"Lebih baik kamu jadi wanita saya saja. Bagaimana? Saya bisa menjamin kebahagiaan kamu," ucap Klein.
Astaga, pria dewasa di depannya ini semakin ngalor ngidul saja ucapannya. Briella tentu saja tidak mau begitu saja. Dia wanita mahal, tentu saja dia tidak bisa di dapatkan dengan mudah. Dia tidak mau begitu saja jatuh ke pelukan pria ini. Meskipun sebenarnya dia memang suka dengan pria ini karena pria ini tampan. Tapi tidak untuk sekarang, jalannya masih panjang.
__ADS_1
"Om buka gak?! Briella marah bentar lagi nih," ucal Briella.
"Marah kok bilang," ucap Klein.
"Buka om, buka!" Ucap Briella.
"Mau apa yang dibuka? Tuxedo saya? Atau langsung ke kemeja? Atau mungkin ke-,"
"PINTU INI OM. BRIELLA UDAH ENGAP ADA DI RUANGAN INI. BUKA!!" Ucap Briella ngegas.
Klein sedikit terkejut mendengar ucapan cukup tinggi dan melengking gadis di hadapannya. Namun dia tetap membukanya. Sudah cukup waktu bersama dengan gadis ini.
***
Kalingga terdiam memikirkan luka itu. Luka dari mana asalnya? Selama ini Ailee tidak pernah kecelakaan atau apapun di sekitar perutnya. Luka itu seperti luka tusuk yang sudah lama.
Kalingga juga dengan tidak sopannya sedikit mengangkat rok Ailee sampai paha mulus gadis itu terlihat. Nafsu tentu saja, namun yang lebih mendominasi bukanlah rasa nafsunya. Melainkan rasa penasarannya. Di permukaan kulit paha milik Ailee terdapat beberapa sayatan yang cukup banyak. Sayatan itu hanya bekasnya. Seoalh seperti sengaja disayat. Kalingga tidak tahu sayatan itu sebab berada di paha paling atas milik Ailee.
Mungkin kalian bertanya bagaimana Kalingga bisa tahu. Dia sengaja mencarinya setelah melihat bagian luka tusuk itu. Bahkan Ailee tidak memakai baju tadi, untungnya Ailee dipasangkan selimut oleh Kalingga. Bahkan saat ini gadis itu tertidur tanpa balutan kain atas selain br*.
"Lo cukup nguji iman gue tadi," ucap Kalingga pelan. Pria ini menggunakan satu tangannya sebagai bantalan dan satu tangannya lagi memeluk pinggang Ailee.
__ADS_1
Benar, Kalingga tergoda. Sangat tergoda dengan gadis ini. Gadis ini sudah mengambil alih dunianya. Bahkan jujur, jika setiap malam Kalingga selalu bermimpi erotis bersama Ailee. Ia sedikit gila dengan mimpi itu. Mimpi yang entah kapan akan terwujud. Selama ini Ailee selaly hadir di mimpinya. Bahkan wanita itu terus memperlihatkan bentuk tubuhnya yang hanya memakai pakaian minim. Tak jarang Ailee sering jadi objek fantasi Kalingga akibat ulah mimpi sialan itu.
"Gue gak terima dengan ucapan lo yang minta putus tadi. Kayaknya gue harus buat sesuatu biar lo paham kalo lo cuma milik gue. Gue harus buat lo ketergantungan sama gue, sama halnya kayak gue," bisik Kalingga. Pria itu mencondongkan tubuhnya dan mengecup pelan bibir Ailee. Tidak ada pergerakan, hal itu membuat Kalingga tertantang tentu saja. Pria itu lantas semakin bergerak. Memagut bibir Ailee semau yang dia inginkan.
Pembalasan akibat ulah Ailee tadi. Gadis itu dengan teganya menggoda dirinya dengan berakhir Kalingga harus mengubur dalam dalam nafsunya yang sudah memuncak. Tubuh Ailee bergerak jadi terlentang karena ulah Kalingga. Gadis itu sedikit terganggu, namun dia kembali tidur saat Kalingga tidak memagut bibirnya lagi.
"Luka di bibir lo kayaknya sedikit sepadan. Sedikit sayang," bisik Kalingga. Pria itu kembali melahap bibir Ailee. Untungnya gadis ini kembali tertidur pulas. Ailee tidak akan terganggu tidurnya saat dia sudah benar benar lelap. Dia hanya akan berguman dan akan kembali tidur. Kalingga sudah tahu tabiat Ailee ini. Makanya dia selalu mencuri curi kesempatan ketika Ailee tertidur.
Tangan Kalingga sangat gatal. Dia tidak bisa menahannya lagi.
"Maaf sayang, gue bener bener gak bisa nahan gatel di tangan gue buat gak megang benda empuk ini," ucap Kalingga. Tangan pria itu menangkup squishy bagian kiri Ailee dan merem*snya pelan. Seharusnya Ailee yang mendesis, namun ini malah sebaliknya. Malah Kalingga yang mendesis sembari menggigit pelan bibir Ailee.
"Nggshh," lenguh Ailee. Gadis itu kembali bergerak menepis tangan Kalingga. Ia tidak sadar dirinya sedang diapakan oleh Kalingga. Gadis itu hanya mengira jika itu bantal atau sejenisnya yang menumpang diatas dadanya.
"F*ck. Andai nikah muda itu mudah, gue udah nikahin lo detik ini juga," gumam Kalingga.
Tanpa diminta, milik Kalingga dibawah sana bereaksi. Kalingga memejamkan matanya kuat kuat. Nafsunya yang teredam tadi kembali datang tanpa diminta. Diundang jelas saja, sebab Kalingga sendiri yang mengundangnya. Seharusnya Kalingga tidak merem*s benda empuk itu.
"Salahin diri lo yang menggoda, gue gak jamin punya lo ini kalo gak lecet," ucap Kalingga. Pria itu menaikan tangannya dan hendak menyingkap selimut yang menutupi tubuh Ailee, namun seketika ia menghentikannya. Dia tidak boleh bertindak lebih. Merem*s milik gadis ini ketika dia tertidur saja sudah salah.
"Lo akan tahu akibatnya Ailee Alister," bisik Kalingga. Pria itu bangkit dari atas tempat tidur dan berjalan pelan ke kamar mandi. Miliknya benar benar sakit karena tertutup celana dal*m. Bahkan miliknya itu meminta segera dipuaskan. Sialan, manual lagi!!
__ADS_1
Tbc.