Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
232. Lost?


__ADS_3

***


Berlari kencang seperti tak tentu arah, bahkan mengabaikan rasa sakit di kakinya akibat hells pendek yang ia pakai. Ailee sengaja turun dari mobil kakeknya dan memilih memakai kendaraan lain untuk sampai ke rumah sakit. Kakeknya sempat melarangnya dan menawarkan diri untuk mengantar cucunya itu, namun Ailee menolaknya dan meminta kakeknya untuk pulang duluan saja. Ailee hanya bilang jika dia pergi untuk menolong seseorang.


Atma sangat percaya dengan cucunya itu. Dia pun membiarkannya, namun tidak serta merta membiarkannya sendirian, Atma meminta bawahannya untuk mengikuti kemana cucunya pergi. Hanya jaga jaga saja dari beberapa hal yang akan ia sesali jika tidak membenahi sejak awal.


Ailee sudah lama sekali menunggu kendaraan lewat, namun tidak ada satu pun yang lewat. Memesan taksi online juga tidak ada yang menerimanya. Terpaksa Ailee pun bergegas lari menuju ke rumah sakit yang sebelumnya sudah ia cek di internet alamat pastinya. Jadi dia tidak mungkin akan tersasar.


Jakarta memang sudah sering Ailee tapaki beberapa daerahnya, namun karena cukup jarang juga itulah penyebab dia harus mencari dulu alamatnya di internet yang mengarahkan langsung ke rumah sakit. Yap, tujuannya rumah sakit. Tadi dia mendapatkan telepon dari suster disana dan mengatakan jika ada pasien bernama Kalingga. Nomor Ailee terletak di paling atas jadi pihak rumah sakit menghubunginya. Ailee masih belum tahu keadaan pastinya seperti apa. Yang jelas dia langsung berangkat begitu saja.


Memang jarak dari waktu perginya Kalingga dari rumahnya itu tidaklah lama setelah dia memutuskan untuk mengunjungi makan neneknya. Bisa dipastikan jika itu bukanlah telepon bohongan.


Ailee berhenti di depan lobby rumah sakit, jarak dari dia berlari tadi lumayan jauh. Keringat membanjiri dahinya. Bahkan nafas Ailee tidak teratur. Gadis itu berhenti sejenak lalu mengatur nafasnya baru dia kembali berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Di receptionist, Ailee langsung menanyakan pasien atas nama Kalingga. Tidak butuh waktu lama Ailee pun diarahkan suster ke ruangan dimana Kalingga dirawat. Ruangan Kalingga tertutup, sepertinya masih ada dokter di dalam sana. Anehnya disini juga tidak ada siapa siapa. Apa mungkin keluarga Kalingga belum mengetahui hal ini? Jika iya maka Ailee harus segera menghubungi mereka.


Namun saat Ailee akan menghubungi tante Ashel, tiba tiba pintu ruangan terbuka. Munculah seorang dokter dan satu suster.


"Dokter, bagaimana?" Tanya Ailee. Untungnya dia lancar berbahasa Indonesia.


"Keadaan pasien tidak terlalu parah. Hanya saja kepalanya mengalami sedikit pendarahan. Saat ini pasien sedang beristirahat, dia sudah siuman," ucap Dokter.


"Apa tidak ada gejala lain?" Tanya Ailee.


"Hanya memar dan lecet saja, selebihnya tidak ada apa apa," jawab Dokter.


"Lalu bagaimana dengan keadaan kepalanya? Dia tidak gegar otak kan?" Tanya Ailee.


"Hanya gegar otak ringan," jawabnya.


"Terimakasih, saya masuk ke dalam dulu," ucap Ailee.

__ADS_1


"Silahkan. Tapi jangan terlalu mengganggu pasien, dia masih butuh istirahat. Sepertinya dia syok," peringat dokter. Ailee mengangguk mengerti dan masuk ke dalam ruangan Kalingga.


Cemas, takut, khawatir semuanya bercampur aduk. Perlahan Ailee berjalan mendekat ke arah brankar yang dimana ada Kalingga disana. Kalingga masih memakai pakaian sama dengan pakaiannya yang terakhir dia pakai tadi. Kenapa tidak diganti dengan baju pasien?


Pria itu sedang tiduran sembari menatap ke arah jendela.


"Lingga," panggil Ailee lembut. Namun Kalingga tidak menoleh.


Ailee pun memberanikan diri memegang tangan Kalingga. Ada respon. Pria itu melirik ke arahnya namun tatapannya benar benar berbeda. Kenapa ini? Tatapan Kalingga sangat berbeda dengan tatapan Kalingga biasanya.


Biasanya tatapan Kalingga selalu hangat. Namun kali ini hanya terlihat tatapan kebingungan saja. Ailee tentu saja mengetahuinya, sebab tatapan kebingungan itu sangat kentara pada tatapan Kalingga.


"Lingga," panggil Ailee lagi.


"Lingga? Siapa?'" Tanyanya.


Deg...


Apa gara gara gegar otak itu otak Kalingga jadi amnesia? Tidak mungkin.


"Kamu gak mungkin hilang ingatan kan?" Tanya Ailee.


"Lo siapa?" Tanyanya.


Seketika tubuh Ailee kembali melemas. Untungnya dia memegang pinggiran brankar Kalingga sebagai tumpuan. Jika tidak mungkin dia sudah terkulai lemas ke atas lantai yang ia pijaki saat ini.


"K-kamu gak tahu siapa aku?" Tanya Ailee. Kalingga menganggukan kepalanya.


"Gak mungkin Lingga!! Kamu gak mungkin gak tahu siapa aku, aku Ailee. Pacar kamu," ucap Ailee.


"Pacar? Sejak kapan gue pacaran sama lo?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Aku getok pala kamu mau?! Biar kamu gak kayak gini?!" Tanya Ailee galak. Namun matanya sudah memerah, sepertinya akan segera menangis.


Jelas saja Ailee akan menangis, bayangkan saja. Berlarian cukup jauh bahkan dia mengabaikan rasa sakit di kakinya. Dan setelab sampai di rumah sakit lalu menemukan Kalingga, Kalingga malah tidak ingat siapa dia. Tolonglah, apa mungkin Kalingga hilang ingatan?


"Lingga jangan becanda, kamu udah merawanin bibir aku. Masa iya kamu lupa siapa aku?" Tanya Ailee. Gadis itu mengambil duduk di samping brankar Kalingga. Kakinya benar benar sakit karena sudah lecet dan dibawa berdiri.


"Cewek gila," umpat Kalingga pelan namun Ailee masih mendengarnya.


"Iya aku gila, gila karena kamu. Tapi sekarang kamu yang gila, kenapa kamu gak inget aku?" Tanya Ailee.


"Nona, lebih baik anda keluar. Anda mengganggu wakti istirahat saya. Saya tidak mengenal anda, anda salah orang," ucap Kalingga santai.


Dari tampangnya memang terlihat jika Kalingga sangat acuh seolah tidak mengenali Ailee. Tapi apa mungkin? Dokter bilang geger otak ringan. Tapi itu juga berpontensi untuk Kalingga melupakan beberapa hal.


Bagaimana jika Kalingga benar benar tidak ingat Ailee?


Mata Ailee benar benar sudah memanas saat ini. Bahkan nafasnya tersenggal senggal. Jika iya Kalingga hilang ingatan dan tidak mengingatnya, bagaimana ini?


"Kamu lihat lockscreen ponsel kamu. Itu foto aku. Dan lihat foto foto ini, apa kamu beneran lupa?" Tanya Ailee purau. Gadis itu menunjukan foto foto di ponselnya pada Kalingga. Namun Kalingga malah menjauhkan dirinya dari ponsel itu. Tidak bisa dibiarkan, Kalingga tidak boleh hilang ingatan.


"KAMU GAK BOLEH HILANG INGATAN. KALO GITH CERITANYA NASIB AILEE GIMANA?!" Teriak Ailee. Bahkan gadis itu mencengkram kerah kemeja yang dipakai Kalingga. Tidak puas sampai disitu, Ailee juga hendak memegang kepala Kalingga yang sudah di balut kain kasa, namun Kalingga menahannya.


"Lo gila? Gue lagi sakit dan lo malah bikin gue tambah sakit cewek so kenal?" Ucap Kalingga.


"Ailee gak so kenal, Ailee emang kenal kamu."


"So, gue gak inget siapa lo. Menjauh dari gue," ucap Kalingga.


Air mata Ailee benar benar tidak tertahan lagi. Ia pun menangis sejadi jadinya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2