Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
134. Ninu Ninu


__ADS_3

***


Cara menyayangi seseorang pada tiap orang pasti berbeda. Mereka memiliki caranya masing masing untuk menunjukan rasa sayangnya pada orang yang mereka sayang.


Sama halnya dengan Kalingga. Mungkin iya, caranya memang salah. Sudah tahu Ailee menderita karena keluarga malah ia tambah tambah derita itu dengan cara menyakitinya. Baik dengan kata kata atau perilakunya. Namun ternyata, dibalik derita yang Kalingga berikan untuk Ailee, pria itu menyimpan sebuah keinginan. Keinginan agar Ailee menyuarakan rasa sakitnya dan tidak melulu di pendam olehnya.


Kalingga sudah muak dengan tawa dan tingkah ceria Ailee. Muak karena kebenarannya Ailee tidaklah seperti itu. Dia kesepian, bahkan kehidupannya bertolak belakang dengan sikapnya selama ini. Entah kenapa gadis ini memilih cara seperti ini. Padahal dia bisa menolak kebaikan kedua orang tuanya. Kalingga tahu itu semua hanya cover mereka untuk menutupi kesalahan mereka dimasa lalu.


Kesalahan karena sudah menelantarkan Ailee. Bahkan dia juga tahu selama Ailee sekolah, rapot dan rapat pemanggilan orang tua tidak pernah dihadiri oleh kedua orang tua gadis ini. Hanya Magi dan beberapa orang suruhannya. Bahkan pernah beberapa kali maminya mengambilkan rapot Ailee karena hanya rapot dia yang belum diambil waktu itu.


Hidup dan tumbuh bersama dengan Ailee dari sejak ia kecil membuatnya jadi tahu seperti apa kepribadian Ailee. Selama ini gadis ini bersikap baik dan penurut hanya untuk menutupi kesalahan yang nantinya akan dilimpahkan pada kedua orang tuanya yang gagal mendidiknya, jika dia jadi gadis yang nakal. Benar benar berhati luas, namun kedua orang tuanya tidak pernah melihat hal itu.


"Tidur yang nyenyak Brixy," bisik Kalingga. Ia mengecup pelan bibir Ailee yang sedikit terbuka. Sangat besar keinginan pria ini untuk menghisap bibir yang terbuka itu, apalagi setelah menangis bibir itu terlihat sangat memerah karena Ailee mengatupkan bibirnya dan mengigitnya saat menangis tadi. Mungkin untuk menahan isakannya.


"Bibir lo manis, manis banget. Gue pengen setiap detik merasakan manisnya bibir lo," bisik Kalingga. Ailee sedikit bergerak dalam pelukan Kalingga. Usapan lembut Kalingga tadi mampu membuatnya terbuai dan terlelap. Ia bahkan melupakan rencananya untuk berkunjung ke arena sirkuit yang sedang direnovasi.


Semua gara gara Kalingga dan semua salah Kalingga.


Jika saja pria ini membiarkan Ailee pergi sejak tadi, mungkin insiden menangis dan berontak tidak akan terjadi. Namun dengan kejadian ini Ailee jadi tahu jika maksud Kalingga menyakitinya bukan karena ingin gadis ini pergi dari hidup pria itu, melainkan ingin agar gadis ini menyuarakan apa yang dia rasakan selama ini. Baik memang, namun terkadanf caranya salah dan Ailee langsung menyimpulkan jika Kalingga memang membencinya.

__ADS_1


Sampai sejauh ini, Kalingga masih belum paham seperti apa rasanya mencintai dan menyayangi seseorang. Ailee memang sudah menjelaskannya semalam, namun Kalingga masih belum paham seperti apa perasannya.


Perihal peduli, dia peduli. Buktinya dia ingin Ailee menyuarakan rasa sakitnya dan memintanya untuk berhenti menahan rasa sakit itu.


Kalingga perlahan memangku tubuh Ailee dan membawanya ke atas kasur miliknya. Dengan perlahan dan lembut dia menurunkan Ailee ke atas kasur.


"Kalo kalem kan cantik dikit. Beda kalo centil, kayak maksa gue buat unboxing lo," ucap Kalingga. Pria itu menyentil pelan bibir Ailee sampai gadis itu kembali terusik, namun tak lama dia kembali terlelap. Kalingga hanya terkekeh pelan dan mengeluarkan ponselnya. Dia membandingkan foto sexy Ailee dengan Ailee yang asli. Benar benar berbeda jauh. Ailee yang berada di foto benar benar menggodanya bahkan hampir membangunkan miliknya. Sedangkan Ailee yang asli terlihat seperti anak kecil yang takut di unboxing paksa.


"Gue sering bayangin kaki lo ada di kedua pundak gue, squishy lo ini pasti gerak gak tentu arah waktu gue gerak," ucap Kalingga.


Masih saja mesum. Sepertinya pria ini memang sudah tidak bisa diselamatkan dari sikap mesumnya. Sialnya sikap mesumnya itu hanya ia tunjukan pada Ailee.


***


“YUHUUU... SPADA. ADA ORANG KAGAK SIH? PAPI BILANG KAK LING UDAH BALIK.”


Teriakan kencang dan cempreng itu menggema memenuhi seisi rumah. Briella dan kedua orang tuanya serta abangnya baru saja kembali sekitar pukul satu siang. Mereka baru kembali dari kediaman rumah Arafi, rumah Ardian. Mereka sengaja berkunjung karena Rixel sedang sakit.


Sepertinya sudah menjadi tradisi keluarga mereka sejak lama. Setiap ada anggota keluarga yang sakit meskipun hanya demam, salah satu dari keluarga mereka memang selalu datang berkunjung umtuk menjenguk. Selain menjenguk, mereka juga sengaja datang untuk sekedar berjumpa dan bertanya kabar.

__ADS_1


Saat mengetahui jika kakaknya sudah berada di rumah, Briella memaksa Kavin untuk segera pulang. Toh mereka juga sudah lama berada di rumah Arafi. Sebenarnya Briella sudah bosan berada disana. Tidak ada teman, hanya ada abangnya dan Rixel. Dan kedua cowok itu melupakan keberadaan Briella karena sibuk dengan bermain game. Tentu saja Briella memilih akan pulang saja dari pada harus terus berada disana.


Bergabung dengan maminya dan tante Lupi bukanlah solusi, karena kedua wanita sosialita itu hanya akan membahas seputar diskon, voucher belanja, arisan dan yang lainnya. Briella tidak terlalu suka dengan topik pembicaraan para ibu ibu pemegang tahta tertinggi itu.


"Adek jangan lari lari. Nanti kamu jatoh terus nangis kan ribet," peringat Ashel. Tentu saja dia tidak akan rela anaknya jatuh dan kesakitan. Terlebih lagi jika Briella sudah menangis dia pasti akan meminta hal hal yang aneh. Suaminya memang terlalu memanjakan anak bungsunya itu.


Namun Briella tidak mendengarkannya, gadis itu terus berlari menuju ke kamar kakaknya. Briella bahkan mengabaikan peringatan maminya dan teriakan dari abangnya. Dia hanya ingin bertemu Kalingga. Kakaknya itu memang tidak banyak bicara dan lebih banyak diam, namun Briella selalu nyaman bersama kakak kulkasnya itu.


Briella terus berlari menuju ke kamar kakaknya. Bodohnya dia tidak menggunakan lift, padahal kan di rumahnya sudah dilengkapi lift. Sesampainya diatas, tepatnya di lantai dua, Briella berhenti sejenak dan mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


"Gila, gue kayak abis lari bermeter meter. Capek juga ternyata lari larian kayak gitu dari lantai satu," gumam Briella.


Tiba tiba ia terpikir oleh Ailee, sahabatnya itu tidak ada menghubunginya. Bahkan ketika Ailee chat saja baru dibalas pagi harinya. Itu pun tidak dibalas lagi, awas saja nanti.


"Awas aja ya Lee, lo sama kak Ling sama sama nyebelin banget. Tapi gue sayang kalian," ucap Briella. Gadis itu pun kembali berjalan menuju ke kamar kakaknya. Tanpa mengetuk gadis itu membuka pintu kamar begitu saja.


"ASTAGA, MAMI PAPI ADA YANG LAGI NINU NINU," teriak Briella.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2