Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
191. Pro Kalingga Sejak Dini


__ADS_3

***


Dua jam lamanya meeting di hadiri Ailee. Sedikit banyaknya dia mengerti apa yang dibahas meskipun tidak terlalu. Ia kira ia akan diberitahu soal keinginannya membangun cafe, tapi ternyata dia hanya ikut meeting siang ini.


Ailee sudah dua kali ikut meeting. Pagi dan jam satu siang tadi. Bahkan dia belum makan siang. Untungnya Ailee sudah terbiasa. Dan saat ini dia sedang makan siang terlewat dengan papi dan mamanya, di kantor papinya tepatnya di ruangannya.


Alex memesan makanan untuk keluarga kecilnya. Meskipun di kantor, dia sangat senang karena bisa makan siang dengan keluarganya meskipun terlewat.


"Apa kamu mengerti dengan apa yang dibahas tadi sayang?" Tanya Cya.


"Sedikit sedikit ma, Brix mulai mencoba memahaminya," ucap Ailee.


"Pelan pelan saja sayang, papi gak maksa kamu buat cepet cepet hafal semuanya. Perlahan yang penting pasti," ucap Alex.


"Iya papi," ucap Ailee.


"Bagaimana hubungan mu dengan Kalingga? Berjalan baik kah?" Tanya Cya.


"Baik ma. Kalingga baik sama Brixy, ya kadang juga sih nyebelin banget. Tapi Brix tetep sayang," ucap Ailee.


"Mama sama papi enggak melarang kamu berhubungan dengan Kalingga. Kami, terutama mama sangat senang karena kamu berpacaran dengan Kalingga. Mama sangat suka dengan pria itu, mama bahkan berharap kamu dan dia menikah di masa depan," ucap Cya.


Ailee tiba tiba terdiam mendengarnya. Dia speechless, mamanya ternyata berpikiran sejauh itu. Bahkan Ailee sendiri tidak berpikiran sejauh itu. Dia hanya menikmati hari harinya yang saat ini, tidak terlalu memikirkan hal sejauh itu. Karena itu semua belum tentu terjadi, jadi Ailee memilih menikmati waktunya yang saat ini.


"Ma, Brixy gak pernah berpikiran sejauh itu," ucap Ailee.


"Gimana pun pemikiran kamu, mama tetap maksa kamu harus menikah dengan Kalingga. Mama gak mau pria lain, pokoknya pendamping kamu di masa depan itu harus Kalingga," ucap Cya.


"Iya mama," ucap Ailee. Lebih baik menyetujuinya dari pada berdebat. Perutnya sudah sangat lapar sekali. Lebih baik dia makan saja, rasa laparnya sudah terlewat sebenarnya, namun Ailee tetap memaksakan untuk memakannya. Bukan apa apa, takutnya dia sakit perut dan berakhir di ceramahi Kalingga.


"Kalian berdua dulu, papi ingin keluar sebentar," ucap Alex.


"Kemana?!" Tanya Cya sinis.

__ADS_1


"Mama sayang, papi ada janji temu dengan klien jam ini. Hanya sebentar, kita bertemu di kantor papi juga. Tidak di luar," ucap Alex. Istrinya ini memang sangat posesif sekali. Tapi Alex sangat mencintainya.


"Ya sudah, mama mau interogasi dulu anak kita. Dia sering dibawa ngamar sama anaknya Ashel. Aku harus waspada," ucap Cya.


"Mama, Brix enggak ngapa ngapain," ucap Ailee.


"Sstt, mama mau anterin papa dulu sekalian bantu dia beresin tampilannya. Nanti mama kesini lagi," ucap Cya.


"Iya ma," ucap Ailee.


Cya dan Alex pun berlalu dari sana meninggalkan Ailee yang sedang memakan potongan buah melon. Ailee sedang memegang ponselnya, gadis itu sedang bertukar pesan dengan Kalingga. Sesekali Ailee terkekeh pelan membaca typing Kalingga yang sedikit alay. Ternyata apa yang pernah ia dengar benar adanya. Entah kapan namun dia pernah mendengarnya, jika pria cool dan jarang berbicara itu memang sangat unik dan sedikit alay.


Buktinya sekarang typing Kalingga. Benar benar alay, rasanya Ailee sudah sakit perut karena terus tertawa melihat dan membaca typing itu.


"Mas Ling ada ada aja. Typingnya jamet banget sumpah, kok gue bisa ya suka sama manusia jamet modelan cowok ganteng kayak mas Lingga," ucap Ailee pelan. Tiba tiba Kalingga meneleponnya, lebih tepatnya melakukan video call.


"Apa?" Tanya Ailee.


"Tiga puluh menit lagi gue jemput, gak ada penolakan lo harus ikut pokoknya," ucap Kalingga di sebrang panggilan.


"Aneh kesannya sayang," ucap Kalingga.


"Gak sayang ya sama aku?" Tanya Ailee.


"Gak gitu konsepnya," ucap Kalingga.


Tiba tiba pintu ruangan dibuka. Muncul lah mama Ailee yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Ailee terkejut tentu saja, dia menyimpan ponselnya ke atas sofa. Dan bertingkah terlihat biasa saja. Entah kenapa dia malu ketika berkomunikasi dengan Kalingga dan ada mamanya atau keluarganya yang lain.


"Hayo, abis ngapain?" Tanya Cya.


"Enggak," ucap Ailee.


Cya tersenyum dan duduk di samping anaknya. Wanita paruh baya itu tersenyum ke arah anaknya. Ternyata anaknya sudah tumbuh menjadi gadis cantik. Rambut pirang alaminya benar benar sangat cantik sekali.

__ADS_1


"Kenapa ma?" Tanya Ailee.


"Gak papa, mama cuma mau denger cerita kamu aja sama Kalingga. Selama ini mama sering dapet laporan dari Ashel kalo kamu sering nginep di apartement pria itu. Itu ngapain aja?" Tanya Cya.


"Gak ngapa ngapain ma. Ailee cuma nginep doang," ucap Ailee.


"Kalian pernah kiss?" Tanya Cya.


"Pernah," jawab Ailee.


"Selain kiss, kalian ngapain lagi? Kalingga gak ngapa ngapain tubuh kamu kan?" Tanya Cya.


"Mama ngapain nanya itu? Jelas enggak lah, Kalingga gak kayak gitu dan Ailee juga gak mungkin mau," ucap Ailee.


Please, maafkan Ailee. Sebenarnya Kalingga tidak seperti apa yang dibicarakan olehnya saat ini pada mamanya. Ailee memang pernah merasakan jamahan Kalingga, tapi mereka tidak bertingkah terlalu jauh.


"Serius? Padahal mama pengen kamu di dewasakan Kalingga. Kan nanti kalo kamu di apa apain Kalingga tinggal mama lapor ke Ashel, kalian biar nikah muda gak papa. Mama pengen gendong bayi sayang, apalagi bayinya kayak kamu. Gemes banget kayaknya, kamu kan tahu mama lepas tanggung jawab selama kamu kecil sampe kamu sebesar ini. Mama gak urus kamu," ucap Cya.


"Ma, stop bahas soal urusan mama gak urus Brixy. Brixy tetep gede meskipun gak di urus mama, lagian kan mama punya kerjaan. Dan jangan bahas soal cucu, Brixy masih muda ma. Masa iya udah punya baby," ucap Ailee.


"Gak papa, kamu hamil nanti mama yang urus. Kamu sama Kalingga terima beres aja, yang penting anak kamu gede," ucap Cya.


Semakin melantur, Ailee benar benar tidak paham kenapa mamanya sangat pro sekali pada Kalingga. Bahkan dia mendukung sekali Kalingga untuk jadi menantunya.


"Udah ma, Brixy mau pulang dulu. Kalingga mau jemput," ucap Ailee. Lebih baik menyudahi pembicaraannya dengan mamanya dari pada semakin ngalor ngidul.


"Nah, bagus itu. Sekalian celup celup ya sayang. Mama pengen punya cucu loh," ucap Cya.


"Mama jangan aneh aneh deh. Ini Brixy kan masih muda, jalan hidup masih panjang. Jangan ngomong kayak gitu ah," ucap Ailee.


"Brix pamit, awas bilang gitu lagi," sambungnya.


Cya terkekeh, "Iya sayang. Hati hati, salam sama calon mantu."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2