Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
288. Sadar


__ADS_3

***


Tidak dapat Ailee pungkiri jika dia merasa sangat senang dengan kepedulian Kalingga dan keluarganya. Setiap hari salah satu dari mereka selalu datang ke rumah sakit untik menjenguk kedua orang tuanya. Seperti hari ini, tiga jam yang lalu ia kedatangan tante Ashel dan juga Briella yang membawakan banyak makanan untuknya. Sebagian besarnya ini semua adalah ciki yang dibeli oleh Briella. Katanya untuk menambah mood bagus Ailee.


Kehadiran beberapa saudara dan orang yang ia kenal juga lah yang membuat kesedihan Ailee lenyap. Karena dalam satu hari itu tidak ada yang membiarkannya sendirian untuk merenung dengan kejadian yang sudah terjadi. Kejadian ini pula menjadi pukulan terberat untuk Ailee.


"Mi, abang nunggu di lobby katanya," ucap Briella saat ia tengah asik mengobrol dengan maminya juga Ailee. Ponselnya tiba tiba bergetar, ia kira siapa ternyata abangnya yang mengirimkan pesan.


"Ailee mau sekalian ikut pulang? Gimana kalo hari ini kamu nginep aja di rumah tante?"


"Enggak tan, makasih sebelumnya," tolak Ailee halus. "Ailee mau disini aja dulu, mungkin nanti Ailee pulang."


"Yah Lee, padahal bener apa yang diucapin mami. Lo mending nginep aja di rumah gue," ujar Briella.


"Enggak dulu Bri. Gue mau jaga orang tua gue dulu, ya meskipun nanti ada Magi juga yang jaga. Rasanya gue gak mau pergi ninggalin mereka berdua," ujar Ailee.


"Ya udah kalo gitu tante sama Briella pulang dulu gak papa?" Tanya Ashel. Ailee menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Dia memang tidak berniat menahan kedua orang ini untuk bertahan menemaninya. Waktu satu hari ini sangat cukup untuknya melewati kebosanan dengan ditemani oleh tante Ashel dan Briella


"Hati hati ya tan, Bri. Makasih selalu sempetin datang kesini," ujar Ailee tersenyum tipis.


"Sudah seharusnya sayang. Cya teman tante dan kamu anak dari Cya. Meskipun hubungan tante dan Cya tidak selama hubungan tante sama kamu, tapi tante tetap berteman baik dengan Cya," ucap Ashel sembari mengelus pelan kepala Ailee. "Cya membutuhkan waktu untuk sembuh, makanya dia masih betah berada di ruangan UGD. Kamu harus sabar ya."


"Pasti tante."


"Gue yakin bokap nyokap lo pasti baik baik aja. Mereka pasti akan segera sadar," sahut Briella.


"Iya Bri."


"Kalo gitu tante sama Briella pamit dulu ya? Kasihan Kairav udah nunggu di lobby."


"Iya tante, hati hati pulangnya."


"Iya sayang."


"Baik baik lo disini, jangan kecapean. Kalo bisa lo jangan keseringan bolak balik rumah sakit apalagi sampe nginep disini, gue gak mau lo jatuh sakit nanti," peringat Briella.

__ADS_1


Ailee tersenyum mendengarnya lalu mengangguk. Briella memang yang paling mengerti dan sangat memiliki perhatian lebih untuknya.


Ashel dan Briella pun melenggang pergi dari depan ruangan rawat Alex. Begitu pun dengan Ailee yang bergerak masuk ke dalam ruangan tersebut. Tadi memang ketiganya menghabiskan waktu untuk mengobrol di luar ruangan. Sengaja agar tidak mengganggu Alex yang sedang beristirahat.


Ailee membuka pintu ruangan papinya dan berjalan masuk. Tatapannya terpaku saat melihat orang yang beberapa hari ini ia tunggu kini sudah membuka kedua matanya.


"Papi..."


Alex tersenyum sekilas menatap ke arah anaknya yang baru saja masuk ke dalam ruangannya ini. Alex memang sudah terbangun sejak beberapa menit yang lalu. Awalnya dia merasa aneh dengan tempat ini, tetapi setelah memikirkannya, dia tahu dia dimana. Apalagai kejadian itu terputar kembali di otaknya.


"Papi kapan sadar?" Tanya Ailee semangat sembari mendekat ke arah brankar papinya. Gadis itu duduk di kursi yang biasanya ia duduki. Kedua tangannya menggenggam tangan papinya.


"Baru aja sayang," jawab Alex pelan.


"Mau minum?" Tawar Ailee. Alex mengangguk sekilas pertanda jika ia menyetujui tawaran anaknya. Beberapa hari terbaring tak berdaya bahkan tidak sadar membuatnya sedikit haus ketika terbangun dari tidurnya.


Dengan telaten Ailee memasukan pipet ke dalam gelas lalu membantu papinya minum melalui pipet tersebut. Setengah air yang ada di dalam gelas habis diminum oleh papinya. Ailee tersenyum senang, akhirnya yang ia tunggu tunggu datang hari ini. Papinya sudah sadar dari tidur lamanya.


"Aku panggil dokter ya pi buat periksa papi lagi."


"Gak perlu sayang, papi baik baik aja. Lagi pula papi merindukan anak gadis papi."


"Mama gimana?" Tanya Alex. Ailee terdiam sesaat sebelum akhrinya menjawab pertanyaan papinya. Sembari menunduk, Ailee pun berucap...


"Mama masih di UGD pi. Dokter bilang mama koma," ujar Ailee pelan, nyaris berbisik. Setiap kali mengingat tentang mamanya, hatinya merasa sangat sakit.


"Mama pasti sembuh sayang. Mama cuma butuh istirahat banyak."


"Iya pi. Papi beneran gak mau dipanggilin dokter?" Tanya Ailee.


"Enggak sayang. Papi mau tidur lagi aja, gak papa?"


"Gak papa papi. Istirahat yang banyak," kata Ailee sembari menaikan selimut papinya.


"Kamu jangan lupa istirahat. Lingkaran hitam di mata kamu terlihat cukup jelas."

__ADS_1


"Iya pi."


"Jangan menyiksa diri kamu seperti ini. Pelan pelan sayang."


Ailee mengernyit mendengarnya. Maksud papinya ini apa? Tidak mungkin kan jika...


"Jangan pikir papi gak tahu kejadian yang saat ini terjadi. Saat sadar tadi papi melirik kalender di samping, papi ingat kapan papi kecelakaan. Suster juga bilang papi udah tidur cukup lama."


"Pi, jangan banyak berpikir dulu ya? Sekarang papi fokus sama kesehatan papi aja."


"Papi cuma gak mau kamu kecapean sayang."


"Sama sekali enggak. Sekarang papi istirahat ya? Kebetulan Ailee mau makan siang dulu," alibinya.


Alex mengangguk dan memejamkan matanya. Beberapa menit berlalu Ailee pun melenggang keluar dari dalam ruangan papinya ini setelah memastikan papinya benar benar tertidur. Mungkin karena efek obat yang masuk melalui cairan infus juga yang membuat papinya banyak tidur. Syukurlah, setidaknya dengan tidur akan mempercepat proses pemulihannya.


"Loh, kamu disini?" Tanya Ailee terkejut saat mendapati kekasihnya tengah duduk di kursi yang ada di depan ruangan papinya.


"Gak enak mau masuk, soalnya kelihatan kamu sama om Alex lagi temu kangen," ujar Kalingga tersenyum.


"Padahal masuk aja Lingga. Gak ganggu kok."


"Gak mau sayang. Aku gak mau ganggu waktu kamu sama papi kamu," ucap Kalingga sembari mendekat ke arah Ailee dan mengelus pelan pipi Ailee. Mata tajamnya menelusuri kecantikan dari wajah kekasihnya ini.


"Ikut aku sebentar mau?" Tanya Kalingga.


"Kemana?"


"Nanti kamu tahu."


"Tapi papi..."


"Ada Magi. Lagi pula ada dua bodyguard yang berjaga. Mau ya?"


"Ya udah. Tapi nyari Magi dulu buat pamitan biar dia juga jaga kesini."

__ADS_1


Kalingga mengangguk sebagai jawabannya.


Tbc.


__ADS_2