
kok jadi sepi
***
Hati Alex mencelos mendengar ucapan anak semata wayangnya ini begitu juga dengan Cya. Apa yang dikatakan oleh Ailee memang benar adanya. Mereka tidak pernah datang untuk mengambil rapot atau pun di hari kelulusan anak mereka. Mereka akui itu semua.
Ailee tahu, ia salah karena sudah menyakiti hati kedua orang tuanya dengan kata kata yang keluar dari mulutnya. Namun mau bagaimana lagi, Ailee lebih sakit hati disini. Anak mana yang tidak mau dibanggakan? Anak mana yang tidak mau kehadiran orang tuanya di hari kelulusan?
"Hati hati di jalan, save flight. Ailee tidak akan pernah mengganggu kalian lagi dengan pertanyaan kapan pulang. Jika kalian mau pulang, silahkan. Itu rumah kalian. Ailee sudah bahagia seperti ini, jadi Ailee mohon jangan ganggu lagi kebahagiaan Ailee. Kalian bisa keluar," ucap Ailee.
"Sayang, apa kamu sekecewa itu terhadap kami? Maafkan mama sayang, seharusnya mama selalu ada untuk kamu. Mama berjanji akan berubah mulai sekarang," ucap Cya.
"Apa itu perlu untuk saat ini? Jika pun mama ingin berubah itu hak mama, sudah Ailee bilang tidak perlu berjanji. Ailee sudah tidak percaya lagi dengan semua janji janji yang terucap dari mulut kalian. Ailee mohon, pergilah. Ailee ingin istirahat," ucap Ailee.
"Selamat istirahat sayang," ucap Alex. Ia pun membawa istrinya pergi dari ruang rawat anaknya. Kasihan juga Ailee jika terus diajak bicara di waktu yang tidak tepat seperti ini. Bukannya sembuh yang ada anak itu akan semakin drop dan memperparah keadaannya.
Bunyi pintu ruangan tertutup. Artinya kedua orang tua Ailee sudah pergi. Sejak tadi Ling terdiam, mendengar percakapan Ailee dan kedua orang tuanya. Setelah orang tuanya pergi, Ling juga mendengar Ailee menangis. Tangisan gadis itu sangat pilu sekali. Namun hatinya tidak tergerak untuk menemui gadis itu. Ling tetap diam di tempatnya.
Setelah tangisan gadis itu mereda, Ling berjalan keluar dari kamar inapnya. Ia melirik ke arah brankar. Ailee sudah kembali tertidur. Apa ia kelelahan karena menangis? Sepertinya iya.
Setelah memastikan Ailee sudah tidur lagi, Ling pun segera pergi dari sana. Di luar ruangan rawat Ailee, ada dua orang yang berjaga. Mereka bawahan papinya. Tanpa mengatakan apapun, Kalingga pergi dari sana menuju rumahnya. Semalaman ia sudah berjaga disini.
***
Tidur Ailee terganggu karena mendengar suara percakapan yang cukup dekat dengannya. Perlahan ia pun membuka matanya, matanya terasa berat. Mungkin karena subuh tadi ia terus menangis. Ailee melirik ke arah sofa. Disana ada Alvaro dan kedua orang tuanya.
Tolong, Ailee ingin tenang saat ini. Kenapa mereka harus datang di saat bersamaan seperti ini?!
Ailee pun memutuskan untuk kembali menutup matanya. Lebih baik seperti ini dari pada ia harus berhadapan dengan mereka. Ailee sudah malas rasanya.
"Ailee belum bangun juga ya om. Padahal Varo pengen banget ngobrol sama dia," ucap Alvaro.
"Mungkin dia kelelahan," ucap Alex.
Tiba tiba pintu ruang rawat Ailee diketuk. Masuklah Ashel dan Briella kesana.
__ADS_1
"Ah, anda rupanya," ucap Alex.
"Maaf mengganggu, saya hanya ingin menjenguk Ailee. Kebetulan kemarin dia ingin dibuatkan bubur," ucap Ashel.
"Anak itu merepotkan anda. Maaf ya," ucap Cya.
"Tidak apa apa. Lagi pula saya senang membuatkannya bubur ini," ucap Ashel.
Sedangkan Briella langsung berjalan begitu saja ke brankar dimana Ailee masih tidur.
"Bangun Lee, makan terus minum obat. Biar bisa ketemu K
Ka-Ling," ucap Briella.
"Jangan ganggu dia, biarkan dia istirahat," ucap Alvaro. Briella hanya melirik sekilas dan kembali menggoyangkan tangan Ailee.
"Diem anjir, gue udah bangun. Ganggu aja lo," rutuk Ailee.
"Gitu dong marah. Kan masih pagi," ucap Briella.
"Hai tan, bawa kan?" Tanya Ailee.
"Bawa dong. Tadi Ling juga minta tante buatin sup, tante kira buat dia makan. Tahunya dia bilang bawa ke rumah sakit buat kamu. Ling bilang idung kamu pasti bindeng dan butuh yang kuah kuah hangat," ucap Ashel.
"Mana janji lo?" Tanya Ailee pada Briella.
"Wess, santuy mbak. Semalem kak Ling kan jagain lo disini. So, janji gue udah kan? Meskipun enggak gue bawa pagi ini tuh anak," ucap Briella.
"Serius? Gue kira setelah dia nemuin gue, dia pulang," ucap Ailee.
"Udah dulu bicaranya. Waktunya Ailee makan, mau tante suapin?" Tanya Ashel.
"Biar saya yang menyuapi anak saya," usul Cya.
"Ailee makan sendiri aja," putus Ailee.
__ADS_1
Sejak tadi, Cya merasa cemburu melihat keakraban anaknya dengan Ashel. Ia ingin akrab seperti itu, namun sangat susah sekali. Ailee membatasi dirinya dengan mamanya sendiri.
"Anterin gue ke kamar mandi," ucap Ailee pada Briella.
"Nggih kanjeng," ucap Briella.
"Biar abang aja. Abang gendong kamu sini," ucap Alvaro. Ia sudah berdiri dan berjalan mendekat ke brankar, namun...
"Enggak usah. Kaki gue masih normal buat dipake jalan," ucap Ailee. Ia pun segera masuk ke dalam kamar mandi bersama Briella.
Alvaro menghela nafasnya. Ia pun kembali duduk di samping Alex. Ailee, adiknya itu sepertinya sudah tidak mau menerima bantuannya. Padahal Alvaro sengaja pulang karena mendapat kabar jika Ailee sakit dan masuk ke rumah sakit kemarin.
"Apa Ailee menyusahkan anda selama ini?" Tanya Cya.
"Sama sekali tidak. Ailee anak baik, dia selalu menuruti ucapan Magi atau pun saya ketika kami meminta untuk berhenti keluar malam," ucap Ashel.
"Terimakasih karena sudah menerima Ailee di keluarga anda. Jujur saja saya sangat iri sekali dengan anda, Ailee bukan anak anda tapi dia lebih dekat dengan anda dibandingkan dengan saya," ucap Cya.
"Maaf sebelumnya, mungkin anda harus bisa lebih menyesuaikan jadwal pekerjaan anda dengan waktu senggang Ailee. Ailee seperti itu tidak lain hanya menginginkan perhatian anda sebagai orang tuanya. Selama ini Ailee hanya sendirian ketika tidak datang ke rumah saya," ucap Ashel.
Cya mengangguk sekilas dan kembali diam. Sementara Alex dan Alvaro hanya diam menyimak percakapan Cya dan Ashel. Tak berselang lama, Ailee keluar dari kamar mandi dan kembali naik ke atas brankarnya. Ia pun memakan bubur buatan Ashel dengan lahap. Bahkan dalam hitungan menit saja bubur dan sup ayam sudah habis dilahap Ailee.
"Makasih tante, nanti Ailee minta dibuatin lagi ya," ucap Ailee cengengesan.
"Boleh. Makanya mampir ke rumah kayak dulu. Badan kamu agak kurusan nih," ucap Ashel.
"Mau langsing biar jadi idaman Kalingga," ucap Ailee.
"Kakak sukanya yang empuk empuk Lee," ucap Briella.
"Minum obatnya terus istirahat ya? Tante sama Briella pulang dulu, nanti kita kesini lagi," ucap Ashel.
"Oke tante. Bawain Kalingga please."
Ashel tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
Tbc.