
***
Ailee memberengut kesal setelah bibirnya benar benar sudah dibuat membengkak oleh Kalingga. Ailee benar benar tidak habis pikir kenapa pria ini sangat suka sekali menyosor? Dan kenapa yang jadi sasaran sosorannya adalah Ailee? Masih banyak wanita lain namun Kalingga sepertinya enggan. Ailee benar benar tidak bisa melawan tadi. Kedua tangannya ditahan diatas kepalanya oleh tangan Kalingga. Sementara sebelah tangan pria itu yang menganggur ia gunakan untuk menahan tekuk Ailee sehingga Ailee tidak bisa menghindar dari serangan duta soang, yaitu Kalingga.
Kalingga sejak tadi hanya senyum senyum tidak jelas. Ailee menduganya jika dia sudah gila sepertinya. Ailee tidak bisa pergi, pria ini kembali menahannya dan memintanya untuk diam disini. Kalingga akan tertidur lagi. Ayolah, Ailee bukan baby sitternya. Kenapa pria ini seenaknya?
"Ling, Ailee mau pergi. Lepasin napa," ucap Ailee.
"Gak mau. Gue mau peluk lo biar tidur gue nyaman. Mami udah ijinin juga asal gue gak bertindak lebih dengan unboxing lo. Tunggu nanti deh," ucap Ling.
"Maksudnya apa? Tabu banget omongannya. Udah tidur," ucap Ailee. Tentu saja dia tahu maksudnya. Kalingga benar benar gila sepertinya. Mereka masih SMA, jalan kehidupan mereka masih panjang. Dan pikiran pria ini benar benar tidak jauh jauh dari ranjang.
"Ling," panggil Ailee.
"Apa sayang?" Tanya Ling.
Deg..
Sayang? Ailee tidak salah dengar kan? Sayang? Kalingga memanggilnya sayang?
"Detak jantung lo jadi cepet banget. Padahal gue cuma manggil sayang, efeknya sehebat ini ya?" Tanya Kalingga. Sejak tadi telinga pria itu berada di dekat dada Ailee. Ailee sebenarnya sudah melarang pria itu untuk berdiam disana, namun Kalingga bukanlah orang lain. Dia sangat keras kepala.
"Kenapa manggil sayang kalo ujungnya ditinggal," ucap Ailee.
__ADS_1
"Siapa yang mau ninggalin? Emang gak boleh ya gue manggil lo sayang? Sayang sebagai teman?" Tanya Kalingga.
Kan, sudah Ailee duga ujungnya akan tidak mengenakan. Diangkat tinggi tinggi lalu di jatuhkan dengan satu kali lemparan benar benar menyakitkan. Ailee seharusnya tidak usah baper, Kalingga tidak pernah bersungguh sungguh dalam mengatakan sesuatu hal.
"Cape ya berharap. Ailee mau berhenti aja kayaknya, cape banget sumpah," ucap Ailee. Ia sedikit menggeser kepala Kalingga sehingga dia bisa tidur terlentang.
"Kok di geser sih? Kan gue nyaman tidur disana," gerutu Kalingga.
"Kita cuma temen, tahu batasan," sindir Ailee.
"Persetan dengan teman dan batasan. Intinya lo milik gue," ucap Kalingga.
"Ailee bukan barang, gak bisa seenaknya kamu klaim. Lagi pula kamu bilang udah punya cewek kan? Mana ceweknya? Kenapa gak diajak kesini? Kenapa selalu Ailee yang kamu paksa kesini?" Tanya Ailee beruntun.
"Ada. Nanti gue bawa kalo ada pertemuan keluarga sekalian gue kenalin dia. Biar langsung dapet restu juga," ucap Kalingga.
Namun sudahlah, bukannya Ailee sudah terbiasa dengan rasa sakit dari Kalingga?
"Oh," ucap Ailee acuh. Gadis itu bangun dari tidurannya dan berjalan menjauh. Namun dengan cepat Kalingga menahannya agar wanita ini tidak kabur.
"Baperan lagi. Udah sini, makanya gak usah bahas cewek gue kalo lo gak suka. Lo sama dia beda waktu sama gue. Kalian punya jadwalnya masing masing buat nemenin gue," ucap Ling.
"Gimana perasaan cewek kamu kalo dia tahu kamu kayak gini ke cewek lain? Simpelnya gini aja, kamu nerima dia kalo dia kayak kamu gini? Enggak kan? Ailee saranin, kamu cukup nyakitin Ailee aja, jangan cewek lain. Terdengar munafik memang, tetapi Ailee akan tetap mengatakannya. Ailee cewek dan Ailee gak akan pernah mau punya cowok kayak kamu," ucap Ailee.
__ADS_1
Kalingga menghela nafasnya. Lagi lagi dia memancing pembahasan sensitif lagi. Bodoh, seharusnya dia tidak menanggapi ucapan Ailee tadi. Jika saja iya, mungkin pembahasan se-sensitif ini tidak akan terjadi saat ini.
"Lepasin. Ailee gak mau jadi cewek perusak hubungan kamu sama cewek kamu," ucap Ailee. Dia menolak tarikan tangan Kalingga. Tentu saja, dia kembali tertampar oleh kenyataan jika Kalingga memang bukan untuknya.
"Gue udah capek loh bahas hal sensitif kayak gini. Please, jangan bahas hal kayak gitu kalo kita lagi berdua kayak gini. Masalah gue sama cewek gue biarin itu jadi urusan gue aja, lo cukup berperan jadi teman gue disaat cewek gue gak ada," ucap Kalingga.
Ailee terkekeh pelan mendengarnya. Rasa sakit ini terus menikam hatinya. Mungkin makin lama hatinya akan benar benar mati jika terus seperti ini. Ailee lelah, seharusnya dari kemarin dia tetap teguh untuk berhenti. Berhenti untuk tidak terus menerus berharap dengan sikap baik Kalingga.
"Kamu capek ya gini aja? Lemah banget, gimana sama Ailee yang dari dulu dapetin kata kata yang nyakitin banget dari kamu. Belum lagi sikap kamu yang seenaknya. Dulu nolak kehadiran Ailee, tapi sekarang nahan nahan Ailee buat gak menjauh dengan posisi kamu udah punya cewek. Yang sakit hati bukan cewek kamu, bahkan yang lebih sakit hati itu Ailee. Tapi percuma kayaknya Ailee ngomong juga. Kita cuma sebatas teman aja, kamu gak mungkin peduli soal kayak ginian," ucap Ailee tertawa pelan.
Cukup menyenangkan ternyata menertawai dirinya sendiri yang sangat menyedihkan.
"Udah, cukup. Gue tahu hal ini sensitif dan gue gak mau lo kayak gini," ucap Kalingga sembari menarik Ailee ke dalam pelukannya. Gadis ini tidak menolak, justru masuk ke dalam pelukan Kalingga. Hanya saja tidak membalasnya.
"Kamu jahat. Ailee juga punya perasaan Ling, sampai kapan kamu mau nyakitin Ailee? Kalo emang kamu beneran gak mau sama Ailee, jangan kayak gini. Bersikap kayak dulu aja. Buat Ailee sadar kalo kamu emang bukan buat Ailee. Sakit Ling, sakit banget," ucap Ailee. Air matanya meluruh tanpa diminta. Ini kali pertamanya dia menangis di dalam pelukan Kalingga.
Pundak yang sejak dulu selalu ia idam idamkan untuk menjadi sandarannya ketika sedang lelah dalam menghadapi kehidupan, justru pundak itu yang membuatnya sakit hati lagi.
Kalingga meremas pelan pundak Ailee saat mendengar isak tangis dari wanita ini. Ia benar benar merutuki kebodohannya. Akibatnya ia kembali mendengar isak tangis memilukan ini.
"Im sorry Ail," bisik Kalingga.
"Gak perlu minta maaf. Ailee yang salah, salah karena sudah menyukai kamu tanpa persetujuan dari kamu. Ailee bener bener lancang. Tapi kamu tenang aja, cepat atau lambat Ailee akan melupakan kamu dan melupakan perasaan ini. Biar kamu sama cewek kamu gak terganggu," ucap Ailee. Ia mendorong tubuh Kalingga agar pelukannya terlepas. Kemudian menghapus jejak air mata di pipinya.
__ADS_1
"Ailee harus pergi. Ada urusan dari semalam yang belum di urus. Ailee pamit."
Tbc.