Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
212. Dalang Sesungguhnya


__ADS_3

Sowry ya telat up, soalnya sibuk bgt hari ini🥹🥹


***


Setelah melewati ujian dan menerima hasil akhirnya, yang dimana kedua insan tersebut sampai saat ini masih sama sama memejamkan matanya. Baik Ailee atau pun Kalingga, keduanya benar benar merasa sangat nyaman sekali dalam posisi tertidur dan saling memeluk. Apalagi Kalingga, selama ini dia hanya tidur memeluk bantal guling saja. Dan ketika ada kesempatan tidur bersama dengan Ailee, Kalingga benar benar memanfaatkan kesempatan itu. Dimana dia dengan bebas memeluk Ailee semau yang dia inginkan. Ailee seolah bukan manusia saja, sebab Kalingga memeluknya dengan cukup erat. Untungnya Ailee tidak terganggu.


Namun ternyata, tak berselang lama Ailee terganggu. Nafasnya terasa memberat dan tidak seenak tadi. Tadi dia bisa tidur dengan nyaman tanpa rasa sesak nafas. Tapi kali ini berbeda. Tidur nyamannya terganggu dan mau tidak mau Ailee harus membika kedua matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah gelap dengan sorot cahaya sedikit. Bukannya lampu di ruangan ini dinyalakan dan tidak di matikan? Lalu kenapa hanya sedikit cahaya yang ditangkap oleh mata Ailee?


Ailee mencoba menggerakan tubuhnya. Terasa kaku bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Kalingga sudah kembalu dengan kebiasaannya, yaitu sembarangan memeluk Ailee. Mentang mentang Ailee tidak sadar tadi.


Ailee menghela nafasnya dan mencoba menggerakan satu tangannya. Semoga berhasil, karena dia ingin segera lepas dari pelukan pria ini. Bukan apa apa, dia benar benar merasa sangat sesak nafas.


Setelah mencoba, akhirnya satu tangannya terlepas dan bebas. Kini dia mencoba mendorong tubuh Kalingga. Sangat sulit sekali ternyata, namun Ailee tetap memaksa. Butuh waktu juga tenaga untuk membuat Kalingga melepaskan pelukannya dan melepaskan Ailee. Bahkan tangan Ailee sampai pegal sekali mendorong tubuh Kalingga.


"Kebo banget pacarnya Ailee," ucap Ailee setelah berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Kalingga. Gadis itu bangkit lalu duduk diatas kasur tersebut. Ailee mencoba meregangkan otot otot tubuhnya yang kaku akibat tidur lama dengan posisi tadi. Setelah dirasa agak mendingan, Ailee pun bangkit dari sana dan berjalan ke kamar mandi. Namun sebelum ke kamar mandi, tiba tiba ponselnya berbunyi.


Ailee mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya. Richi?


"Tumben Ici telpon. Gak kayak biasanya," gumam Ailee.


Sedikit heran namun Ailee tetap mengangkatnya. Namun dia mengangkat telepon itu saat sudah sedikit menjauh dari area kamar. Sebab telinga Kalingga sangat sensitif sekali.


"Nape Ci? Tumben nelpon gue," ucap Ailee.

__ADS_1


"Gue bukan William yang main telpon orang karena gabut," ucap Richi.


"Ya bener juga sih. Hidup lo kan gak segabut manusia setengah buaya itu," ucap Ailee.


"Back to topic. Orang suruhan kita udah tahu dalang dibalik adu jotos sama adu ototnya Albert sama Fade. Ada seorang cewek yang sengaja buat mereka kayak gitu. Nomor yang di kirim ke ponsel Fade sama Albert sama. Nomor yang mengatas nama kan lo, padahal itu bukan lo. Parahnya lagi, di chat itu juga dikasih foto lo yang cukup sexy. Gue tahu dari detektif yang udah lacak nomor itu," ucap Richi.


"Foto sexy? Itu editan kan?" Tanya Ailee.


"Iya. Detektif itu bilang kayak gitu. Yang lihat foto sexy lo cuma detektif sama papi lo. Beliau udah tahu hal ini juga. Tapi gue yakin beliau belum kasih tahu lo kan? Makanya gue kasih tahu lo," ucap Richi.


"Apa cewek itu diketahui identitasnya?" Tanya Ailee.


"Yap. Soalnya dia pake nomor lama yang isi dari daftar kartunya itu identitas dia. Gue gak nyangka ada cewek sebego itu," ucap Richi.


"Siapa ceweknya?" Tanya Ailee.


Ailee mengernyit dan nampak bingung. Tidak mungkin kan jika dia...


"Vanesha Afello Natapraja," ucap Richi.


"What?! Lo yang bener Ci, masa iya dia? Dia kan gak mungkin punya nyali segede itu buat jadiin Albert sama Fade sasaran buat rusak circuit gue," ucap Ailee.


"Dengan uang semua lancar babe. Sekarang masalah masih di selidiki. Kita punya cukup bukti buat bikin perhitungan sama cewek itu. Sekalian aja lapor pihak berwajib menurut gue," ucap Richi.

__ADS_1


"Jangan dulu. Nanti malam gue ke circuit aja. Sekalian pamitan," ucap Ailee.


"Oke, terserah nona bos saja. Gue ikut apapun perintah atasan," ucap Richi.


Tut.


Ailee mematikan ponselnya. Dia terdiam karena masih terkejut sekaligus tidak percaya. Apa mungkin Vanesha yang benar benar melakukannya? Dia dalang dibalik semua kejadian ini? Sudah cukup lama akhirnya semuanya terpecahkan. Mungkin pihak detektif kesulitan karena sesuatu hal.


"Berani banget bocah tengil itu main main sama gue," ucap Ailee kesal.


Yah, tentu saja dia kesal. Bahkan sangat sangat kesal. Bagaimana tidak kesal, ternyata saking tidak sukanya wanita itu pada Ailee, dia bahkan sampai merencanakan itu semua. Sialnya rencana bocah tengil itu berhasil sampai sampai circuit Ailee harus di renovasi ulang.


"Dengan uang semuanya berjalan lancar. So, gue yakin dia bakalan bertindak lagi. Tapi gue gak takut, gue cuma harus waspada aja. Kayaknya gue harus mulai lempar umpan sama dia deh, biar dia tahu kalo gue gak bisa di remehin begitu saja," gumam Ailee.


Senyum miring tercetak di wajah cantik Ailee. Bahkan baru kali imi Ailee kembali menampakan senyum seperti itu. Ailee memang jahat, hanya saja terhalang sikap baik dan tidak tegaannya. Ailee hanya jahat pada orang yang juga jahat padanya.


Menurutnya tidak apdol jika kejahatan dibalas dengan lapang dada. Semua harus ada timbal baliknya dan Vanesha harus mendapatkan balasannya.


"Gue cinta sama kakak sepupu lo, tapi gue gak akan segan segan buat bikin perhitungan balik ke lo kalo lo udah usik kehidupan pribadi gue. Kayaknya seru juga kalo gue nyari tahu tentang dia yang enggak diketahui orang lain termasuk keluarganya. Gue bisa buat dia gak macem macem lagi. Okey, main aman, main cantik. Gak perlu buru buru, tunggu tanggal mainnya, Vanesha Afello," ucap Ailee.


Ailee tidak akan terkendali jika hidupnya sudah diusik seperti ini. Karena bagaimana pun orang yang mengusik hidupnya harus mendapatkan hal yang sama bahkan lebih. Ailee memang anak baik, tapi dia tidak sebodoh itu untuk baik pada gadis gila sekaligus tidak tahu diri seperti Vanesha.


"Gue harus main aman, soalnya gue gak mau buat kecanggungan antara gue sama keluarga Natapraja. Pelan pelan aja, gue akan mulai itu semua dari dasar dulu. Gue kayaknya punya sesuatu hal besar yang bisa bikin Vanesha malu. Okey, let's play a game Vanesha Afello," ucap Ailee.

__ADS_1


Gadis itu pun kembalu ke dalam kamar untuk menemani Kalingga yang masih terlelap damai.


Tbc.


__ADS_2